koleksi ilmu-ilmu hikmah,kisah 2 tokoh sufi.teknologi tips n trik dll

Senin, Maret 11, 2013

ukuran suling



 

Bagaimana Suling Dibuat Untuk Menghasilkan Suara Merdu?

Budiman (Foto:risanti/bisnis-jabar)
Anda pasti tahu pohon bambu bukan? Pohon yang memiliki batang lentur dan tidak mudap patah ketika di tiup angin besar ini memiliki banyak manfaat. Bukan hanya sebagai tanaman hias dan pelindung tetapi bias juga dibuat beragam kerajinan, furniture dan alat music.
Budiman, seorang pengrajin suling asal Bandung juga mendapatkan manfaat berlimpah dari pohon bambu.
Berbekal kemampuan membuat alat musik tiup suling yang dipelajari dari almarhum Ayahnya, warga jalan Cikutra gang Sukarapih 5 Rt 01 Rw14 No 26 Cicadas Bandung ini meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah setiap tahunnya.
Sejak kelas kecil pria kelahiran 15 Februari 1972 ini sudah akrab dengan alat musik tradisional. Ayahnya M. Komar adalah seorang seniman musik dan pengrajin suling.
“Sejak kelas 6 SD saya sudah bisa memainkan suling dan membuatnya,” katanya ketika ditemui bisnis-jabar.com di tempat produksi suling sekaligus menjadi tempat tinggalnya.
Bersama tiga orang karyawan lamanya, dalam satu hari Budiawan bias membuat suling sebanyak 100 buah. Bahkan bisa lebih apabila pemesanannya banyak. Dirinya mengaku pernah mengerjakan pesanan suling sebanyak 10.000 buah selama satu bulan.
“Tapi itu tidak sering, hanya sesekali ketika pesanan meningkat, pokoknya untuk stok setiap harinya kita membuat 100 buah suling, diluar itu kita membuat pesanan yang tak tentu jumlahnnya,” katanya.
Suling yang dibuat oleh Budiman ini terbuat dari Bambu Tamiang yang berasal dari Sumedang. Bambu yang telah dipotong-potong itu dijemur terlebih dahulu selama dua bulan. Setelah  warnanya menguning barulah bambu siap dibuat suling. Pertama-tama bambu di potong sesuai ukuran yang beragam mulai dari 50-70 cm. Kemudian untuk menyesuaikan lubang nadanya menggunakan pola suling.
Lubang yang tersedia untuk nada itu enam buah dan satu lubang peniup yang biasa disebut hatong. Kemudian dipasang rotan untuk mengikat hatong. Barulah Budiman mengerjakan tugas pentingnya menyetel nada suling. Biasanya tiga lubang pertama yang disetel itu disesuaikan dengan suara kacapi rincuik, kacapi goong dan kacapi parahu.
Ketika suaranya sesuai barulah suling siap dimainkan.Baginya hal tersebut sudah mendarah daging, hanya dengan insting dia bisa dengan cepat menyesuaikan nadanya.
“Menyetel nada suling itu perlu insting yang kuat karena salah-salah nada sulingnya fals,” kata Budi, begitu nama pendeknya.
Setelah disetel kemudian suling dicuci dan diamplas supaya bersih dan nyaman untuk bisa digunakan. Untuk sebuah suling Budiman memang harga Rp 4.000 – Rp5.000. sedangkan untuk suling yang paling kecil untuk souvenir, dirinya mematok harga Rp2.500 saja.
Anak ke lima dari tujuh bersaudara ini kemudian fokus menggeluti usaha alat musik suling untuk menghidupi istri dan kedua anaknya. Selain itu dirinya juga berkeinginan untuk terus melestarikan kebudayaan Sunda.
Sehingga anak cucu nanti masih bisa memainkan alat musik tradisional khususnya suling.
Pemasaran suling Budiman biasanya ke sekolah-sekolah se-Jawa Barat. Para guru memesan suling untuk digunakan siswanys belajar seni music tradisional. Setiap tahun ajaran baru Budiman selalu kebanjiran order.
Produksi suling biasanya disesuaikan dengan jumlah murid yang diterima di sekolah tersebut. SMP Negeri 2 dan 5 Bandung merupakan salah satu sekolah yang menjadi langganan suling Budiman. Toko souvenir di Bandung juga banyak yang membeli suling buatan Budiman, bahkan tak jarang turis asing datang lagsung ke rumahnya untuk melihat langsung proses pembuatan suling.
Menurut Budiman suling yang dipesan oleh pembeli itu beragam sesuai dengan keperluannya. Ada yang untuk petunjukkan seni, dangdutan, upacara adat, pernikahan atau yang lainnya. Hal itulah yang menjadikan suling alat musik yang memiliki keistimewaan dibandingkan  yang lainnya. Setiap suling harus diselaraskan terlebih dahulu dengan alat musik yang lainnya.
Jenis suling yang kerap dipesan yaitu suling mandulang, ada juga suling dengan ukuran pendek namun bernada tinggi yaitu suling degung.
Sebaliknya suling ukuran panjang yang bernada rendan, suling pentatonis. Sedangkan untuk mengiringi lagu-lagu nasional yang kerap digunakan anak-anak sekolah tersedia suling nasional dan masih banyak
lagi jenis suling lainnya.
Benar kan? bambu itu banyak memberi manfaat, hanya dengan satu jenis alat musik tiup saja ternyata masih terdapat keraragaman lainnya. Anda tertarik untuk belajar alat musik tiup dan ingin melihat proses pembuatannya? Silahkan menghubungi Budiman pengrajin suling di jalan Cikutra Gg. Sukarapih 5 Rt 01 rRw 05 no 26 Cicadas – Bandung. (m02/yri)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

stroom09@gmail.com

Total Tayangan Laman