Minyak Ambar
berasal dari batu amber yang dipanaskan dimana batu tersebut berasal dari getah salah 1 nya ialah getah pinus. Bau khasnya seperti tanah akan terasa dan ini adalah yang terfavorite bagi saya dalam menemani bermeditasi
Minyak Apel Jin / Tukhafatu Al Jinn
ada yang sudah berbentuk sari minyak yang berasal dari proses apel jin yang berbentuk gel di proses menjadi minyak.
Minyak ini buat pemanggil jin sayangnya ini sudah langka dan banyak palsunya dan aslinya masih di negeri Yaman.
Minyak Bulus.
Berasal dari binatang bulus dan berfungsi utk pengasihan atau membesarkan alat vital.
Minyak Bayi Kelinci.
Berasal dari bayi kelinci. Berfungsi utk pelet dan pengasihan. Berfungsi agar wajah kita terlihat imut dan manis. Berasal dari bayi kelinci yang imut dan baru lahir danyg dipilih ialah bagian jidatnya dan atas alisnya karena disitu letak pengasihannya.
Minyak Cendana :
- Mengubah energy negatif menjadi positif
- Memperkuat aura
Minyak Cendana, Gaharu, Cinnamon dan Sandalwood berfungsi untuk membersikan energi buruk yang bersifat maskulin sehingga akan membawa kerbersihan pada energi yang sudah kotor. Berguna utk menolak gangguan jin, melindungi diri ketika merasa takut melewati daerah yang dianggap menakutkan dan berguna utk menambah rasa percaya diri.
Minyak Cendana, Cinnamon dan Sandalwood . Cendana ialah sangat bagus sebagai pembersih aura. bisa. Jika cendana kita bakar lalu uapnya kita biarkan ke wajah kita niscaya wajah kita akan mencorong terang luar biasa (dan bagus buat terapy aura). Minyak Cendana di tanah Jawa ialah sebagai tradisi pengolesan pada keris sehingga dianggap minyak yg sangat tinggi untuk memelihara dan merawat keris keraton.
Minyak Cendana
ialah minyak yang cocok digunakan untuk meditasi. Minyak Cendana itu mempunyai kesamaan karakter dengan Minyak Gaharu
Minyak Cinnamon.
Wangi Minyak Cinnamon sangat bagus digunakan untuk penghalusan kulit, terutama bagi terapi kecantikan menggunakan bedak dicampur dengan cinnamon ini akan memancarkan aura menjadi lebih bersih. Serbuk Cinnamon dapat juga dijadikan sebagai salah 1 pembuatan pil aura yang bagus
Minyak Cobra
Minyak ini juga mujarab untuk pengisian rajahan pada logam
Minyak Crude Oil
Minyak Dagu.
Minyak ini terbuat dari bagian tubuh manusia. Fungsinya banyak macamnya. Di thailand sendiri, minyak ini terkenal dengan nama minyak mayat, minyak Nha Mang Phray atau NMP.
Empowering minyak dagu dengan dicampur dengan minyak jafaron dan utk menjinakkannya bisa memakai misik hitam atau rajah. Bagi yang blm terbiasa akan mengalami efek gatal.
Minyak Duyung
untuk pengasihan dan puter giling, tetapi banyak berhasil jika dipakai para wanita.
Minyak Fonibasalwa
ini dimasa lalu sebagai syarat untuk harta/barang terpendam. Sayangnya sekarang ini sudah langka dan banyak palsunya.
Minyak Gaharu
berfungsi untuk mendekatkan kita kepada leluhur. Cara penggunaannya cukup dioleskan di nadi tangan kanan dan kiri kita.
berasal dr saripati kayu gaharu ini juga memiliki aroma dan tingkat kekentalan yg sangat kuat. Minyak ini warnanya hitam agak kecoklat2an.
Minyak Saripati Kayu Gaharu
Minyak ini bagus banget buat spiritual dan leluhur sangat menyukai jika minyak dipakai untuk urusan tirakat dan ceremonial budaya.
Minyak Hajar Aswad.
Minyak ini ketika dicampur dengan sedikit misik putih dan ditambah dengan sedikit cendana kraton akan menghasilkan efek menenangkan bathin dan cepat masuk kedalam state meditatif. Pemakaian biasa saya oleskan di 7 cakra utama.
Minyak Hajar Aswad. Minyak ini untuk pengasihan juga, tapi kebanyakan buat ibadah, biar disukai Malaikat.
Minyak Infinity, Lemon, Jeruk, J-Lo dan Happy Clinic
berfungsi untuk membersihkan aura pengguna dan juga untuk mempengaruhi birahi lawan jenis sang pengguna.
Minyak Jafaron:
- Untuk mengaktifkan benda
- Memperkuat aura
Minyak Jafaron Merah,
salah satu fungsinya ialah sebagai pembangkit energi dan sekaligus pembangkit birahi. Baunya yang menyengat dan membuat mata menjadi pedas dan inilah yang menyebabkan setelah pembuatan rajah dengan menggunakan Jafaron merah baik itu Jafaron tulis maupun Jafaron masak akan merasa sedikit lebih bergairah. Cara pengolesannya cukup dioleskan ke nadi kita
Minyak Jafaron Biasa.
Ada dua macam, sebagai parfum atau untuk membuat rajahan. Sesungguhnya Za`faron itu ialah kunyit super kalau di kita. Manfaatnya ialah untuk cleansing atau pembersih aura
atau juga bahkan sebagai desinkfektan suci hama penghalau virus penyakit secara tinjauan medis.Dan tinjauan supranya ialah untuk pengasihan dan membuat tenang dan stabil diri kita. Silahkan test ambil kunyit biasa lalu dipotong, kemudian oleskan batu kapur
niscaya seketika kunyit itu akan berobah warna dari kuning menjadi merah menyala dan itulah Za`faron. Namun hati-hati jangan menggunakan terlalu banyak Za`faron perfume karena akan mengakibatkan naiknya nafsu birahi pada kita dan orang sekitar kita.
Minyak Jafaron Jibril
Minyak Ketsuri atau Minyak Atsiri
Minyak Kantil.
Berasal dari bunga kantil. Cocok untuk media pengasihan. Salah 1 pengaktifannya dengan cahaya rembulan pada malam jumat kliwon ditambah setetes air hujan dimalam jumat kliwon.
Minyak Kelapa Tunggal atau Manunggal
sebagai campuran pendukung paling top buat campuran minyak pengasihan dan pengobatan
Minyak Lavender
berfungsi untuk membuat tenang suasana diri dan bagi para supranaturalis sangat berguna untuk mempercepat latihan meraga sukma atau sebagai perantara penghubung ke alam gaib cukup dengna menghirup aromanya.
Minyak Misik:
- Mempertahankan aura/ energy
- Menstabilkan energy agar tidak naik turun
Minyak Misik Putih atau White Musk.
Misik Putih ini ialah misik concentrate dari misik biasa dan tentu saja akan menimbulkan efek melebihi khasiat dari misik hitam.
Minyak berasal dari keringat menjangan jantan yang sedang mengalami birahi untuk menarik lawan jenisnya. Keringat menjangan ini memiliki karakter keringatnya membentuk crystal2 kecil yang kemudian di extract menjadi minyak misik putih special / white musk dimana didalamnya terdapat hormon pheromone pembangkit birahi lawan jenis. Sama halnya dengan Mani Gajah yang mampu menghasilkan bau2 khas pembangkit birahi. Sebenarnya sperma para pria lah yang sebenarnya memiliki kekuatan pembangkit birahi yang baik yang kemudian dapat dicampurkan kedalam minyak yang menunjangnya. Adapun pengambilannya mengikuti pola dan hari2 tertentu dimana ada musim saat dimana menjangan, manusia dan gajah tsb pada waktu melepas birahi tersebut dalam bentuk sperma. Dan paling sering rata2 pada saat bulan purnama.
Minyak Misik Hitam,
inilah yg dimasa lalu banyak digunakan, sebab khasiatnya menyebabkan harmonisasi jiwa dan menjadikan disukai dalam pergaulan, juga dapat meredakan amarah, konsentrasi tertentu dari minyak ini juga berakibat mempengaruhi efek pheromone yg menyebabkan birahi luar biasa. Misik atau Musk Oil ialah butiran keringat kijang gunung yg mengkristal berwarna hitam keemasan dan mengkilat kena cahaya lalu menjadi butiran butiran yg menempel pada pundaknya yg akhirnya terlepas berceceran seperti batu kecil lembut. Keringat itu dikeluarkan tatkala masa kijang tersebut dalam kondisi birahi dan bermanfaat untuk dapat membuat kijang betina menjadi birahisehingga terlaksana perkimpoian antara kijang jantan dan betina.
Minyak Misik Kuning
Minyak Misik Melati
Minyak Malindao
Minyak Mimta'dal
Minyak Jasmine, Melati dan Cuddle
berfungsi membuat aroma kelembutan bagi sang pengguna sehingga orang yang melihat akan timbul efek belas kasihan dan kepada sang pengguna karena mereka akan melihat sang pengguna adalah sosok yang lugu
Minyak Melati, Jasmine dan Cuddle. Minyak ini berfungsi untuk penenang, bagus buat stabilisasi jantung, juga buat birahi dan pengasihan
Minyak Menthol atau Tavvares
berfungsi untuk menghilangkan pengaruh pelet atau pemikat atau menghilangkan khayalan ttg seseorang yang dicintai atau disayanginya terlalu berlebihan. Jika minyak ini dicampur denan minyak lavender, maka akan membuat orang pemarah menjadi tenang dan menghilangkan pikiran yang membuat hati gelisah atau emosi.
Minyak Malaikat Subuh
Minyak Mawar, Rose, Enternity, Axe, Cassablanca dan 1000 Bunga
berfungsi untuk menampakkan ketenangan kepada suasana sekitar dimana pengguna akan terlihat lebih cerah, lebih tenang dan nyaman dipandang buat lawan jenis yang melihat
Minyak Sereh
Ada 2 manfaat :
- untuk pengobatan masuk angin
- untuk pengasihan daya tarik
Minyak Sulaiman
Minyak Sulaiman ini juga langka, dan terbukti mujarab untuk urusan membantu orang.
Minyak Sundalul Ahmar atau Ahmad
Tavvares
Minyak Tukhafatu Al Jinn (Apel Jin)
Minyak Miatusaila
Minyak 1000 Bunga.
Minyak ini berwarna hijau muda dan mempunyai bau yang tahan lama. Minyak ini harganya relatif terjangkau dan memiliki aroma yang sangat khas.
Campuran Minyak 1000 Bunga terdiri dari Minyak Mawar, Minyak Melati dan Minyak Cendana. Ketiganya dicampur dengan komposisi yg sama.
Minyak Zaitun
sangat cocok di oleskan di cakra dasar cakra seks dan cakra perut konon ke 3 cakra inilah yang membantu kita dalam peningkatan kerejekian.
PENGGUNAAN MINYAK :
Penggunaan minyak berkaitan dengan pengaktifan titik2 pada tubuh kita seperti di :
- pergelangan tangan...
- telapak tangan
- kening
- ubun2
- dada
- tiap persendian
- tiap cakra
- tiap titik lathoif
Minyak Untuk Tujuan Pengolesan Benda Bertuah :
1. Minyak Bumi. Minyak Bumi yang keluar pertamakali dalam perut bumi pada saat pengeboran pertama ialah salah 1 minyak yang dapat membooster energi dan khasiat dari benda2 tersebut.
2. Atau bisa menggunakan komposisi ini :
Gabungan dari :
1. Minyak misik hitam
2. Minyak Jaffaron
3. Minyak Melati keraton
4. Minyak Cendana
5. Minyak Hajar Aswad
6. Minyak Gaharu
7. Minyak Cempaka
8. Minyak Kasturi
Dengan perbandingan 1:1 dan dapat meningkatkan energi dan khasiat benda2 tersebut juga.
Campuran Minyak Untuk Mandi Kembang : Bisa dipilih dan tidak harus semuanya.
- Misik Hitam
- Misik Putih
- Cendana
- Malaikat subuh
- Cempaka
- zafaron
- hajar aswad
- kenanga
- Kasturi
- Ambar
- Gaharu
- Duyung
- Sedap Malam
- Melati Keraton
- Mawar
- 2000 bunga
- 1000 bunga
- Minyak Zaitun / olive oil
Hubungan Minyak Dengan Pembangkitan 7 Chakra Dapat di Jelaskan sbb :
1. Minyak Misik Hitam (Chakra Dasar)
2. Minyak Jaffaron (Chakra Seks)
3. Minyak Melati keraton (Chakra Jantung)
4. Minyak Cendana (Chakra Ajna)
5. Minyak Hajar Aswad (Chakra Mahkota)
6. Minyak Gaharu (Chakra ajna)
7. Minyak Kasturi (Chakra minor didaerah urat nadi kita dan atau untuk Chakra Tenggorokan)
Metoda Pendeteksian Vibrasi pada Minyak :
1. Mendeteksi dengan pendulum yaitu minyak asli yg belum dicampur kita deteksi dengan pendulum kemudian cobalah mencampur dengan dosis tertentu kita cek lagi bagaimana hasilnya jika minyak 1 tarik menarik minyak ke 2 tolak menolak dipastikan tidak akan berhasil untuk menciptakan minyak jenis penarik. Jika fungsinya sudah saling memperkuat maka minyak tersebut sudah siap dipakai. Tinggal di empowerment lebih lanjut lagi dan di treatment khusus.
2. Mendeteksi dengan telapak tangan dan merasakan jenis minyak tersebut menarik atau menolak untuk jenis pemikat biasanya jenis yang menarik.
3. Mendeteksi dengan vibrasi tiap chakra.
4. Mendeteksi dengan terawangan dan keilmuan.
Campuran Minyak Mani Gajah terdiri dari
- Minyak Kelapa Tunggal
- Mani Gajah
- Buluh Perindu asli
- Sayap Burung Samber Lilin
- Getah Kilayu
- Minyak duyung
- Bunga Wijaya Kusuma
- Mustika Merah Delima
Menentukan Keaslian Sebuah Minyak :
1. Viskositas atau Kekentalan dari minyak tersebut. Tidak semua minyak asli harus kental atau cair. Kekentalan bukan sebuah tolak ukur karena tergantung dari kadar minyak dan bahan baku minyak tersebut.
2. Color atau Warna. Banyak opini menyebutkan bahwa warna minyak yang asli berwarna kuning, merah, hitam, hijau dan biru. Sementara yang berwarna putih atau bening sering disebut jelek atau tidak asli. Karena semua warna minyak yang tercipta dari bahan baku dan teknik penyaringan atau filtrasi minyaknya.
3. Source atau Asal dari Minyak tersebut. Banyak orang yg menghubungkan negara Saudia Arabia dengan keaslian minyak. Karena sebagian besar minyak bunga2an berasal dari negara France atau Perancis sementara minyak kayu2an dan buah2an lebih banyak berasal dari Germany atau Jerman.
koleksi ilmu hikmah, kisahsufi,tasawuf,fengshui,maulid,desain grafis,batu akik,batu obsidian, paypal pay,za,pendanaan,RENTAL MOBIL proyek,investor,funder,kredit kpr,pinjaman multi guna ,pialang,wali amanat,SEWA MOBIL CIREBONtaxi online cirebondan lain-lain
koleksi ilmu-ilmu hikmah,kisah 2 tokoh sufi.teknologi tips n trik dll
Kamis, Oktober 31, 2013
minyak zafaron dan kemenyan putih
Di riwayat dari Ummu Salamah yang bermaksud ”Rasullullah Saw memerintahkan kami para wanita muslimat supaya meminum za’faron dan melumurkan pada badan ketika datang haid,nifas atau berpenyakit.”
Ibnu Sina juga pernah berkata yang bermaksud siapa yang mengamalkan minum za`faron, mereka tidak akan terkena stroke.
Saidina Ali k.w. pernah berkata yang bermaksud “Lazimlah dengan meminum za`foran kerana ia mencegah segala penyakit.”
Imam Ali Ridha (sa) berkata:
“Berilah makanan dari luban kepada isterimu yang sedang hamil. Jika bayi didalam perut isterimu itu laki-laki ia akan menjadi orang yang alim lagi pemberani. Jika ia perempuan ia akan bagus fisiknya dan besar pinggulnya sehingga kelak menjadi bahagian yang baik bagi suaminya”.- Muhammad Bin Ya’qub (Al-Wasail 15:136, hadis ke 2)
Imam Ali bin Musa Ridha a.s. berkata,
Artinya: Berikanlah luban kepada isteri kalian yang sedang mengandung. Jika bayi yang dikandungnya itu laki-laki, maka anak tersebut akan menjadi anak yang cerdas, pandai, dan pemberani. Dan jika bayi yang kandungnya itu perempuan, maka anak itu akan menjadi cantik paras dan budi pekertinya, serta akan dihormati oleh suaminya.[35]
Rasulullah SAW bersabda,
Artinya: Berilah luban (kemenyan Arab) kepada isteri kalian yang sedang mengandung karena itu dapat mencerdaskan anak yang sedang dikandungnya. [34]
Imam Sayuti dalam kitabnya al-Rahmat Fi al-Tib Wal Hikmah berkata bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud:
“Wahai kalangan yang mengandung (wanita), perkenalkanlah kepada anak-anakmu semasa mereka di dalam perut kamu, kemenyan putih (luban) dengan memberi makannya, kerana sesungguhnya ia menambahkan hafalan dan kecerdasan (riwayat al-Dailami)
Luban disebut juga sebagai kundur zikri. Luban dikenali umum oleh orang Arab sejak dahulu kala sebagai makanan kecerdasan pikiran. Banyak riwayat di antaranya dalam kitab “Tib Al-Nabawi” m.s 355 menyebutkan riwayat dari Ibnu Abbas r.h. Anas r.a. Dan Saiyidina Ali k.w. Maksudnya :
“ Diriwayatkan dari Saiyidina Ali k.w. bahawa dia menyatakan kepada seorang lelaki yang mengadu kepadanya tentang masalah penyakit lupa. Lalu Saiyidina Ali k.w. menyuruh ia menggunakan libanah, kerana libanah dapat menguatkan hati serta MENGHILANGKAN KELUPAAN”
Nabi SAW berpesan supaya beramal dengan luban untuk kecerdasan akal anak-anak dan menguatkan ingatan bermula di dalam kandungan lagi.
Rasulullah SAW bersabda:
“Berilah minuman luban kepada isterimu yang sedang hamil, kerana ia dapat menambah kecerdasan akal anakmu.”-Kitab Thibbun Nabawi.
Sejarah menyatakan bahawa Imam Syafie yang amat terkenal dengan kekuatan daya ingatannya selalu mengamalkan memakan Libanah sehingga akhir hayat beliau. Setelah meninggal dunia didapati sisa Libanah masih berada di celah-celah gigi al Imam Rahimatullah.
![]() |
| Add caption |
Ibnu Sina juga pernah berkata yang bermaksud siapa yang mengamalkan minum za`faron, mereka tidak akan terkena stroke.
Saidina Ali k.w. pernah berkata yang bermaksud “Lazimlah dengan meminum za`foran kerana ia mencegah segala penyakit.”
Imam Ali Ridha (sa) berkata:
“Berilah makanan dari luban kepada isterimu yang sedang hamil. Jika bayi didalam perut isterimu itu laki-laki ia akan menjadi orang yang alim lagi pemberani. Jika ia perempuan ia akan bagus fisiknya dan besar pinggulnya sehingga kelak menjadi bahagian yang baik bagi suaminya”.- Muhammad Bin Ya’qub (Al-Wasail 15:136, hadis ke 2)
Imam Ali bin Musa Ridha a.s. berkata,
Artinya: Berikanlah luban kepada isteri kalian yang sedang mengandung. Jika bayi yang dikandungnya itu laki-laki, maka anak tersebut akan menjadi anak yang cerdas, pandai, dan pemberani. Dan jika bayi yang kandungnya itu perempuan, maka anak itu akan menjadi cantik paras dan budi pekertinya, serta akan dihormati oleh suaminya.[35]
Rasulullah SAW bersabda,
Artinya: Berilah luban (kemenyan Arab) kepada isteri kalian yang sedang mengandung karena itu dapat mencerdaskan anak yang sedang dikandungnya. [34]
Imam Sayuti dalam kitabnya al-Rahmat Fi al-Tib Wal Hikmah berkata bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud:
“Wahai kalangan yang mengandung (wanita), perkenalkanlah kepada anak-anakmu semasa mereka di dalam perut kamu, kemenyan putih (luban) dengan memberi makannya, kerana sesungguhnya ia menambahkan hafalan dan kecerdasan (riwayat al-Dailami)
Luban disebut juga sebagai kundur zikri. Luban dikenali umum oleh orang Arab sejak dahulu kala sebagai makanan kecerdasan pikiran. Banyak riwayat di antaranya dalam kitab “Tib Al-Nabawi” m.s 355 menyebutkan riwayat dari Ibnu Abbas r.h. Anas r.a. Dan Saiyidina Ali k.w. Maksudnya :
“ Diriwayatkan dari Saiyidina Ali k.w. bahawa dia menyatakan kepada seorang lelaki yang mengadu kepadanya tentang masalah penyakit lupa. Lalu Saiyidina Ali k.w. menyuruh ia menggunakan libanah, kerana libanah dapat menguatkan hati serta MENGHILANGKAN KELUPAAN”
Nabi SAW berpesan supaya beramal dengan luban untuk kecerdasan akal anak-anak dan menguatkan ingatan bermula di dalam kandungan lagi.
Rasulullah SAW bersabda:
“Berilah minuman luban kepada isterimu yang sedang hamil, kerana ia dapat menambah kecerdasan akal anakmu.”-Kitab Thibbun Nabawi.
Sejarah menyatakan bahawa Imam Syafie yang amat terkenal dengan kekuatan daya ingatannya selalu mengamalkan memakan Libanah sehingga akhir hayat beliau. Setelah meninggal dunia didapati sisa Libanah masih berada di celah-celah gigi al Imam Rahimatullah.
Jumat, Oktober 25, 2013
3 kalimat kunci
ok, gan kali ini saya akan memposting 3 kalimat kunci. sebelumnya alangkah baiknya kalau kita menyimak beberapa pertanyaan ini dan jawabannya.
1. katakan surah Al qur'an yang berpengaruh pada kejadian langit dan bumi?...
jawabannya: surah al fatihah. sangat berpengaruh pada kejadian langit dan bumi. sebab segala zat dan partikel terciptanya langit dan bumi ada maqomnya inti induknya dalam alfatehah
dan kunci induk maqom surah al fatihah wa illah SARI ATI 7x
2.katakan surah al qur'an yang sangat berpengaruh pada kejadian manusia?..
jawabannya :. surat yasin akan sangat berpengaruh pada batang tubuh manusia sebab karakter surah yasin itu hampir sama dengan khasiat mustika merah delima
Dan kunci induk maqom surah yasin waillah DALI ATI 7x
3.katakan surah Alqur'an yang sangat berpengaruh pada alam gaib semesta bumi?..
jawabannya:..ayat qursyi ia sangat berpengaruh kepada alam gaib sebab memang induk kunci induk ayat tersebut di ciptakan di alam gaib ketuhanan yaitu alam zaitul baida/
berikut 3 kalimat kunci induk maqomnya ayat qursyi PATI ATI 7x
dan jika di gabung SARI ATI, DALI ATI, PATI ATI 7x
jika 3 kalimat diatas di lafalkan akan berkhasiat menyerap segala khasiat dari ayat tersebut ke tubuh si pengamal
Jumat, Oktober 18, 2013
helicopter nol
volocopter
Jet, Anda mengambil terlalu lama untuk mencapai tangan konsumen. Dan kami punya perasaan itu mungkin mengambil lebih lama . Mungkin jetpack bukan hanya transporter penerbangan pribadi yang kami harus menunggu . Bahkan , mungkin akan lebih bijaksana untuk melihat ke depan untuk Volocopter gantinya.
Dibuat oleh Jerman E - volo , kami tidak tahu pasti apa itu . Pada pandangan pertama, tampak seperti salah satu gyrocopters mainan Anda kontrol dengan smartphone , tetapi lebih besar . Setidaknya , cukup besar untuk muat satu orang di atas tubuh yang terlihat seukuran bola latihan .
The Volocopter adalah lepas landas dan mendarat ( VTOL ) pesawat vertikal yang diperlukan untuk langit menggunakan 16 baling-baling kecil . Mengapa begitu banyak ? Menurut E - volo , redundansi memastikan kendaraan dapat mendarat dengan aman bahkan jika sesuatu yang tidak beres dengan satu atau lebih drive . Ini berjalan pada listrik murni , jadi kami berharap setup akan mendapatkan sedikit lebih besar untuk masuk dalam modul baterai yang lebih besar ketika bergerak lebih dekat ke produksi ( prototipe saat ini hanya dapat terbang hingga 20 menit ) .
Sementara pesawat membutuhkan banyak ruang, itu sangat ringan , beratnya hanya £ 175 . Sebuah kursi diinstal di atas tubuh utama , di mana pilot dapat manuver perjalanan menggunakan kontrol joystick sederhana. Tidak ada kabin ( Anda benar-benar terkena saat terbang itu) , sehingga harus merasa seperti membebaskan naik sebagai jetpack biasa.
gambar pesawat personal
The Fliege - Supergiro adalah konsep sportgyrocopter. Pesawat ini adalah karena telanjang, desain bingkai segitiga sangat kuat, variabel dan visual mengesankan. Inspirasi untuk super giro secara khusus sepeda motor dan mobil sport.
Selasa, Oktober 15, 2013
sholawat majemuatil mubarokah
Pada suatu saat pernah Rasulullah S.A.W berkata kepada Jibril a.s :
”YA JIBRIL A.S BERITAHUKAN AKU, APA SEBENARNYA YANG TERLEBIH BAIK UNTUK-KU. SAMPAIKAN PADA UMATKU. ”Kemudian Jibril a.s berkata : ”YA RASULULLAH S.A.W, TIDAK SATU MAKHLUK MANUSIA PUN TAHU, YANG SELAMA HIDUPNYA DIDUNIA 1 X (SATU KALI) SAJA IA MEMBACA DOA INI, MAKA AKAN BERCAHAYA2 TUBUHNYA DIDALAM SURGA KELAK. Maka Rasulullah berkata kepada Jibril a.s. ”AJARI AKU YA JIBRIL A.S DOA INI UNTUK UMAT2KU.”
”YA JIBRIL A.S BERITAHUKAN AKU, APA SEBENARNYA YANG TERLEBIH BAIK UNTUK-KU. SAMPAIKAN PADA UMATKU. ”Kemudian Jibril a.s berkata : ”YA RASULULLAH S.A.W, TIDAK SATU MAKHLUK MANUSIA PUN TAHU, YANG SELAMA HIDUPNYA DIDUNIA 1 X (SATU KALI) SAJA IA MEMBACA DOA INI, MAKA AKAN BERCAHAYA2 TUBUHNYA DIDALAM SURGA KELAK. Maka Rasulullah berkata kepada Jibril a.s. ”AJARI AKU YA JIBRIL A.S DOA INI UNTUK UMAT2KU.”
Menurut keterangan salah seorang sahabat
Rasululullah S.A.W yang selalu ia memperhatikan Rasulullah pada saat
beliau sholat, tidak pernah Rasulullah S.A.W meninggalkan doa ini setiap
harinya dibaca Rasulullah S.A.W (3 X).
Diantara Barokah Dan Kegunaanya Sebahagian Kecil Adalah :
BARANGSIAPA PADA MALAM JUMAT MEMBACA DOA
INI DALAM KEADAAN SUCI, MAKA TURUNLAH 100 MALAIKAT DARI LANGIT
MEMOHONKAN BERKAT KEPADA ALLAH S.W.T UNTUK SI FULAN ITU.
APABILA INGIN SESUATU HAJAT DIKABULKAN
ALLAH S.W.T, MAKA SHOLATLAH IA 2 RAKAAT (SHOLAT HAJAT), KEMUDIAN SESUDAH
ITU IA BERDOA DENGAN DOA INI 100 X, MAKA BERIBU RIBU MALAIKAT
MENDOAKANNYA (YAITU TURUT MEMOHONKAN PERMINTAAN ORANG ITU) KEPADA ALLAH
S.W.T.
APABILA SESORANG DISURATKAN DIATAS
KERTAS,LALU DIBAWANYA KEPERGIAN, MAKA SELAMATLAH DAN JAUH DARI SEGALA
YANG MENYETERUINYA. SERTA IA SELALU DIDALAM LINDUNGAN ALLAH S.W.T.
DAN BARANGSIAPA INGIN SUPAYA HAFAL
AL-QURAN, MAKA DIBACANYA DENGAN NIAT IKHLAS DAN SUCI HATINYA DIBACANYA
100 X SELESAI SHOLAT MAKA DIKABULKAN NIATNYA ITU.
Dua puluh satu rahmat yang Allah berikan pada doa Majemu, Atil Mubarokah yang tersebut dibawah ini.
- BERCAHAYA DIRINYA DI ALAM BARZAH.
- TERHINDAR HURUHARA DUNIA DAN AKHIRAT.
- JAUH DARI GODAAN SYETAN DAN JIN.
- JAUH DARI SIHIR DAN SANTET.
- PEMBUKA PINTU REZEKI.
- DIJAUHKAN DARI FITNAH.
- MENGHINDARI PENYAKIT TA’UN.
- DIBUKAKAN PINTU RAHMAT.
- HIDUP KITA DISEGANI ORANG.
- MUDAH MENGHAFAL ILMU.
- DIBUKAKAN PINTU HIJAB.
- DIHORMATI PENDUDUK DUNIA.
- DIPANJANGKAN UMUR.
- JAUH DARIPADA BALA DAN WABAH.
- DITUNAIKAN HAJATNYA DIDUNIA.
- DIPERTEMUKAN DENGAN NABI MUHAMMAD S.A.W.
- AMAN DALAM RUMAH TANGGA.
- DIBERIKAN AMPUNAN DOSA2.
- TERHINDAR DARI AZAB KUBUR.
- DIBERIKAN DERAJAT YANG TINGGI.
- MENDAPAT RIZKI YANG BERKAH.
BISMILAHIRRAHMANIRRAHIM.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SAYYIDIL MURSALIN.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SAYYIDIL MUJAAHIDIIN.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SAYYIDISY SYAAHIDIIN.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SAYYIDIL KHO’IFIIN.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SAYYIDIL KHOSYI’IIN.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SAYYIDIL THO’I IN.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SAYYIDIT TA’IBIIN.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SAYYIDIL ‘A’BIIDIN.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SAYYIDIL HAAMIDIIN.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SAYYIDISH SHOOLIHIIN.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SAYYIDIR ROKI’IIN.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SAYYIDIS SAAJIDIIN.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SAYYIDIL QA’IMIIN.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SAYYIDIL QAA’IDIIN.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SAYYIDIL MUTTAQIIN.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SAYYIDIL MUSTAGHFIRIIN.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SAYYIDIN NADIMIIN.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SAYYIDISY SYAAKIRIIN.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SAYYIDIL HAAFIZIIN.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SAYYIDIDZ DZAAKIRIIN.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SAYYIDIL ‘AAQILIIN.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SAYYIDIL MUHSINIIN.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SAYYIDIL AKROMIIN.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SAYYIDIL MUNDZHIRIIN.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SAYYIDIL MUBASYIRIIN.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SAYYIDITH THOYYIBIIN.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SAYYIDIN NABIYYIN.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SAYYIDIL ‘ALAMIIN.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN NABIYYIZ ZAKIYYIN NAQIYYI.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADINNIL QUROYSYIYYIL HAASYIMII.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADINIYILL’AROBIYYIL MUKARROMI YAUMILQIYAMAH.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SAYYIDI AHLIL JANNAH.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SHOHIBIL MAQAMIL MAHMUD.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN SHOHIBISHIROOTHILL MUSTAQIM.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMMADIN AFDHOLIL AWWALIN WAL AKHIRIIN.
ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAA
SAYYIDINAA MUHAMMMADIW WA’ALAA JAMI’IL AMBIYAA’I WAL MURSALIIN WA’ALAA
JAMII’ILMALAIKATIL MUQARROBIIN WA’ALAA’IBAADILLAHISHOLIIHINA MIN
AHLISSAMAWAATI WA AHLIL ARDHIINA WA ‘ALAINAA MA’AHUM
AJMA’IIN.BIRROHMATIKA YAA AR HAMARROHIMIIN.
INILAH SEBAHAGIAN BERKAT DOA INI, YAA
ALLAH YAA ROBBI, YANG MAHA RAHMAN DAN RAHIM DIDALAM SEGALA UJUD
KEBESARAN ENGKAU YAA ALLAH S.W.T. RAHMATILAH DIDALAM RIDHA DAN KASIH
SAYANG MU BAGI MEREKA YANG SELALU MEMBACA DOA INI DIDUNIA DAN DIAKHIRAT
KELAK. WALLAHU-MASTA’AN. WABILLAHI TAUFIK WALHIDAYAH SUMMASSALAMU
‘ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH.
DOA KHUSUS SELEPAS MEMBACA SELAWAT INI.
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM.
ILAAHI YAA ALLAH, HANYA KEPADA ENGKAU HAMBA MOHON BERLINDUNG DARI GODAAN JIN, SHAITON, DAN KEJAHATAN MANUSIA ZAHIRBATIN SERTA DARI HURUHARA DUNIA DAN AKHIRAT. YAA ALLAH……….. (NIAT DAN HAJAT). YAA ALLAH, YAA RAHMAN YAA RAHIM, YAA KAHFI, YAA GHANI, YAA FATTAH, YAA ROZZAQ (DAN LAIN2 NAMA ALLAH), DENGAN BERKAT DOA MAJEMU’ ATIL MUBAROKAH INI YAA ALLAH, DAN ENGKAULAH YANG MELINDUNGI DAN SYAFAAT JUNJUNGAN RASULULLAH S.A.W, SERTA DENGAN RIDHO ENGKAU YAA ALLAH….ILAHI ANTA MAQSUDI WA RIDHO KAMATLUBI, (3X) A’TINII MAHABBATAKA, WA MA’RIFATAKA (KEPADA MU LAH YAA ALLAH YANG AKU HADAPKAN, ENGKAULAH YANG AKU CARI DAN KEREDHAAN MU YANG AKU HENDAK.
ILAAHI YAA ALLAH, HANYA KEPADA ENGKAU HAMBA MOHON BERLINDUNG DARI GODAAN JIN, SHAITON, DAN KEJAHATAN MANUSIA ZAHIRBATIN SERTA DARI HURUHARA DUNIA DAN AKHIRAT. YAA ALLAH……….. (NIAT DAN HAJAT). YAA ALLAH, YAA RAHMAN YAA RAHIM, YAA KAHFI, YAA GHANI, YAA FATTAH, YAA ROZZAQ (DAN LAIN2 NAMA ALLAH), DENGAN BERKAT DOA MAJEMU’ ATIL MUBAROKAH INI YAA ALLAH, DAN ENGKAULAH YANG MELINDUNGI DAN SYAFAAT JUNJUNGAN RASULULLAH S.A.W, SERTA DENGAN RIDHO ENGKAU YAA ALLAH….ILAHI ANTA MAQSUDI WA RIDHO KAMATLUBI, (3X) A’TINII MAHABBATAKA, WA MA’RIFATAKA (KEPADA MU LAH YAA ALLAH YANG AKU HADAPKAN, ENGKAULAH YANG AKU CARI DAN KEREDHAAN MU YANG AKU HENDAK.
WALLAHU’ALAM.
referensi: kampus wong alus
Senin, Oktober 14, 2013
sebuah pelajaran hikmah dari mendawamkan thoharoh
Hendaklah setiap kita, bila hendak mengambil wudhu, mengingat-ingat ungkapan ini. “Aku mati dalam keadaan suci.”Pada pelajaran kali ini kita telah sampai pada pelajaran tentang kesiapan untuk melakukan penyucian lahir, setelah penjelasan tentang penyucian hati dari berbagai penyakitnya. Meskipun sesungguhnya penjelasan tentang penyakit-penyakit hati, terutama tentang induk dari segala penyakit hati, yakni al-kibr (sombong), ar-riya’ (riya’), dan al-hasad (dengki), tidaklah cukup tiga majelis yang telah lalu untuk menguraikannya. Karena sesungguhnya kesemuanya itu merupakan inti masalah yang dihadapi para peniti jalan menuju Allah SWT, bahkan inti masalah yang dihadapi umat, dan bahkan merupakan inti masalah yang dihadapi kemanusiaan di zaman kita sekarang ini.
Tujuan dari pelajaran tentang induk-induk penyakit hati ini tidak lain adalah memberikan penerangan terhadap inti-inti permasalahan perjalanan menuju Allah SWT, yang dari sana sempurnalah penitian di atas bab demi bab permasalahan-permasalahan perjalanan menuju Allah SWT. Dan selanjutnya di belakang setiap majelis dan pelajaran itu tidak lain adalah cabang-cabang, yang, bila saja hati kita sadar dan tidak terlelap untuk melakukan perjalanan menuju Allah SWT, niscaya kita merasakan kebutuhan yang teramat sangat kepada setiap cabang itu.
Dan pelajaran-pelajaran kita terdahulu dimaksudkan untuk menghilangkan kesamaran dalam pembahasan-pembahasan penting itu. Akan tetapi hendaklah kalian kembali dan mengkaji kitab-kitab yang dikhususkan dalam hal ini. Ini berarti setiap orang hendaknya memiliki kesadaran terhadap satu hal, yakni di antara peranan para pendahulu dari kalangan salafush shalih dan generasi setelah mereka adalah bahwa mereka telah mengkhususkan ilmu tentang perjalanan menuju Allah SWT dan penyucian diri sebagai satu disiplin ilmu tersendiri.
Itulah sebabnya, seorang penuntut ilmu dan juga peniti jalan menuju Allah SWT, sebagaimana ia mempelajari ilmu, sebut saja di antaranya ilmu fiqih, tauhid, ushul, hadits, ulumul Qur’an, dan cabang-cabangnya, seperti ilmu ushul tafsir, tafsir, asbabun nuzul, nasikh mansukh, semestinya pun memperdalam ilmu tentang penyucian diri, karena teramat sentral, penting, dan tingginya kedudukan makna penyucian diri di dalam agama kita.
Seratus tahun atau seratus limah puluh tahun ke belakang telah tersebar merata adanya pengesampingan terhadap ilmu ini di tengah-tengah kehidupan umat Islam. Inilah yang kemudian menjadi salah satu penyebab dari kemunduran umat. Karenanya kembali kepada ilmu ini adalah satu kemestian. Ilmu yang memberikan perhatian terhadap penyucian hati.
Namakan ilmu ini ilmu ihsan, atau namakanlah ia ilmu tazkiah, dan atau apa pun itu. Kami tidak ingin masuk dalam perdebatan mengenai nama bagi ilmu ini, karena yang kami inginkan adalah apa yang dinamakan dengannya itu, bukan namanya.
Yang jelas, setelah pelajaran penting tentang perbaikan hati dan penyuciannya setelah menutup jendela-jendela yang darinya masuk berbagai keburukan dan kegelapan ke dalam hati, selanjutnya yang harus menjadi perhatian kita berikutnya adalah penyucian lahir, karena di antara keagungan agama kita adalah bahwa Islam membangun manusia seutuhnya, lahir dan bathinnya. Islam tidak menghendaki hanya bangunan lahir yang kokoh, sementara bathinya rapuh. Dan tidak pula hanya bangunan bathinya yang kokoh, sedangkan lahirnya rapuh. Islam membangun manusia lahir dan bathin.
Yang dimaksud dengan penyucian lahir adalah kebersihan anggota tubuh dan pakaian, yakni kebersihannya dari najis dan dari kotoran. Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah Mahaindah, mencintai keindahan, Mahabersih, mencintai kebersihan.”
Allah SWT berfirman, “Pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid.” — QS Al-A`raf: 31.
Dari sini kita diajari bahwa seorang mukmin tidaklah rela berada dalam keadaan yang pada tubuhnya atau pakaiannya terdapat sesuatu yang najis, karena seorang mukmin senantiasa dalam keadaan hadir bersama Allah SWT.
Wahai murid, sangat penting bagimu bahwa engkau senantiasa dalam keadaan hadir bersama Allah SWT dengan senantiasa berdzikir kepada-Nya dan merasakan agungnya berhubungan dengan-Nya. Najis dan apa yang bersamanya dari kotoran yang menempel di badan atau mengotori pakaian, yang diri kita sendiri merasa jijik terhadapnya, adalah juga termasuk tempat masuknya kegelapan ke dalam diri manusia. Najis memiliki hubungan dengan kegelapan, sebagaimana kebersihan memiliki hubungan dengan cahaya.
Karenanya, pertama, tidaklah patut bagi seorang murid peniti jalan menuju Allah SWT untuk berada dalam satu kondisi pakaian, badan, atau tempatnya terkotori najis. Jika terkena sesuatu dari najis, hendaklah segera membersihkannya dengan membasuhnya. Ini selanjutnya mengingatkan kita kepada satu makna bahwa kita butuh mempelajari hukum syari’at dalam muamalah kita dengan kebersihan dan najis, karena sesungguhnya perjalanan menuju Allah SWT tidak akan dapat dilakukan dengan kebodohan. Ulama berkata, “Tidaklah sekali-kali Allah menjadikan walinya dari seorang yang bodoh, dan jika pun Allah mengambilnya niscaya Dia mengajarinya ilmu.”
Itulah sebabnya, kita teramat butuh untuk memberikan perhatian yang besar terhadap kebersihan lahir.
Selain itu kita pun teramat butuh memberikan perhatian terhadap sisi maknawi dari kebersihan lahir, yakni terangkatnya hadats besar (al-hadats al-akbar) dan hadats kecil (al-hadats al-ashghar). Maknanya, seorang murid tidaklah rela apabila berlalu darinya satu saat sedangkan dirinya berada dalam keadaan berhadats.
Karenanya, apabila ia terkena hadats kecil yang dapat membatalkan wudhu, ia bersegera mengambil wudhu; dan apabila ia terkena hadats besar yang mewajibkan mandi, ia bersegera mandi untuk menghilangkannya. Jika ia menggauli istrinya atau terbangun dari tidur dalam keadaan junub, ia bersegera mandi untuk menghilangkannya.
Dan jika ia menghadapi sesuatu yang menyebabkan mengakhirkan mandinya, minimal ia melakukan wudhu. Demikian pula pada keadaan-keadaan berat dan darurat, seperti merasakan letih yang teramat berat, sehingga tidak dapat segera mandi karenanya, maka hendaklah ia bertayammum, sekalipun pada tembok (yang berdebu), seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah RA. Di saat-saat seperti itu, paling tidak jangan engkau tinggalkan menempelkan telapak tanganmu di tembok dengan niat tayammum. Kemudian engkau bertayammum agar tidaklah engkau tidur melainkan engkau berada pada salah satu bentuk thaharah. Adapun bila engkau hendak keluar dari rumah, tidaklah patut engkau keluar dari rumahmu melainkan dalam keadaan suci dan di atas thaharah.
Di antara manfaat dari mudawamah thaharah (senantiasa dalam keadaan suci) adalah, pertama, penjagaan dan pemeliharaan.
Salah seorang bertanya kepada saya, apakah yang dapat memperkuat dan memperbanyak datangnya lintasan-lintasan kebajikan yang datang dari Allah SWT sebagai ilham atau dari bisikan (lummah) malaikat, dan dapat meminimalisir datangnya lintasan keburukan yang datang dari setan, nafsu, atau sebagai istijraj.
Ingatkah kalian tentang pelajaran yang telah lalu? Sekarang seseorang bertanya tentang hal itu. Bagaimana lintasan-lintasan kebaikan itu akan dapat bertambah?
Salah satu jawaban dari pertanyaan ini adalah apa yang tengah kita bicarakan pada pelajaran kali ini. Seorang murid yang senantiasa menjaga dirinya dalam keadaan suci akan memperbanyak datangnya lintasan-lintasan kebaikan ke dalam hatinya dan meminimalisir datangnya lintasan keburukan.
Pada saat seorang murid, peniti dan pencari jalan dan kedekatan kepada Allah SWT, keadaannya tidak dalam wudhu dan suci, akan banyak datang kepadanya lintasan-lintasan keburukan, bisikan setan, dan bisikan hawa nafsu, yang terus semakin kuat lintasan-lintasan itu di dalam hatinya. Akan tetapi, bila keadaannya senantiasa berada dalam wudhu dan thaharah, selama itu pula ia hidup dalam lingkaran cahaya, yang akan memeliharanya dan melindunginya dari masuknya lintasan-lintasan buruk ke dalam hatinya. Memeliharanya pula dari gangguan setan, baik setan manusia ataupun jin. Menjaganya dari dengki dan juga memeliharanya dari sihir. Inilah penjagaan dan pemeliharaan yang sempurna bagi seorang murid peniti jalan menuju Allah SWT. Yakni senantiasa berada dalam keadaan wudhu dan thaharah.
Kedua, penguat keyakinan di dalam hati.
“Adakah pengaruhnya dari air yang aku gunakan untuk membasuh wajahku, kedua tanganku hingga kedua siku, mengusap rambutku, dan membasuh kedua kakiku hingga mata kaki, terhadap bertambah kuatnya keyakinan, yang merupakan dasar agama?”
Para ulama menjawab, “Benar.”
Seseorang yang senantiasa bersungguh-sungguh menjaga keadaannya dalam wudhu, ia tengah mempersiapkan dirinya untuk dapat bertemu Allah SWT di setiap saat dan waktunya. Orang yang senantiasa bersungguh-sungguh menjaga keadaannya dalam thaharah, berarti ia telah mempersiapkan dirinya untuk bertemu Allah SWT di setiap saat dari waktu-waktunya.
Di antara perkara yang senantiasa para guru kami memotivasinya dan membangkitkan semangat kita untuk selalu menjaga thaharah dan selalu berada dalam keadaan thaharah adalah bahwa mereka berkata, “Kapan pun datang kematian kepadamu, engkau dalam keadaan suci.”
Itulah sebabnya, hendaklah setiap kita, bila hendak mengambil wudhu, mengingat-ingat ungkapan ini. “Aku mati dalam keadaan suci.” Bila seorang murid peniti jalan menuju Allah SWT senantiasa mengingat mati, hatinya terpenuhi ingatan akan kematian dan kesiapan untuk mati, maka niscaya dunia tidak akan dapat mempermainkan hatinya, setan pun tidak dapat menggodanya, dan nafsu pun tidak akan dapat mendiktenya.
Bila pun sesekali ia tersalah, niscaya ia akan segera ingat dan sadar untuk kemudian bertaubat kepada Allah SWT, karena ia selalu dalam keadaan mengingat kematian. Dan orang yang berbuat amal karena mengingat akan kematian, sesungguhnya ingat akan kematian itu telah menjadikannya bangkit untuk senantiasa berbuat amal dan amal. Ia bangkit untuk mengambil wudhu, selalu mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya kematian. Dan perbuatan yang dilakukan dalam rangka mempersiapkan diri agar siap menyambut datangnya kematian akan menambah kuat keyakinan di dalam hatinya. Demikianlah, mudawamah dalam wudhu dan thaharah akan menambah kuat keyakinan dalam hati.
mengendalikandiri dari banyak makan
Imam Malik RA makan hanya sekali dalam sehari, ia pun
buang hajat sekali dalam sehari. Imam Malik RA juga tidak pernah buang
hajat di Madinah, karena menjaga adab kepada Rasulullah SAW. Ia berkata,
“Sungguh aku malu untuk membuang kotoranku di tempat yang mungkin
Rasulullah SAW pernah menapakkan kaki di atasnya atau duduk padanya.”
Setelah menjelaskan panjang lebar ihwal makna-makna yang terdapat dalam penampilan, sebagai kilas balik sekaligus pendalaman terhadap makna-makna dalam pelajaran tentang kebersihan lahir dan kaitannya dengan makna-makna bathin, pengasuh melanjutkan penuturannya tentang menjaga diri dari banyak makan sebagai bentuk kemestian untuk dapat melazimkan diri bagi seorang salik di atas kebersihan lahir.
Pembicaraan kita masih seputar masalah kesucian dan kebersihan lahir. Kaitannya dengan hal ini, sebagaimana telah kita singgung pada awal pelajaran ini (edisi yang lalu), untuk dapat senantiasa menjaga kesucian lahir, adalah menjadi kemestian bahwa kita hendaknya meminimalkan makan, minum, tidur, dan bicara, sehingga sedikit pula kebutuhan kita untuk mendatangi kamar peturasan.
Agar jarang berhadats, kita harus makan sebatas kebutuhan kita saja. Rasulullah SAW bersabda, “Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang dapat menguatkan tulang punggungnya.”
Inilah kebutuhan dasar itu. Yakni yang dapat menguatkan tulang punggung, yang dengannya engkau dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik. Pada awalnya, ketika para ulama menjelaskan hal ini, dikatakan kepada mereka, “Mengapa kalian melarang manusia dari menikmati semua yang halal. Ini semua adalah nikmat Allah SWT!” Sampai kemudian para tabib menjelaskan bahaya lemak, makanan yang berkolesterol, dan makanan yang memabukkan.
Setelah itu datang pula penyakit gula, obesitas, penyakit lambung, dan sebagainya, sehingga manusia sibuk mencari sebabnya dan mereka mulai menerapkan tata cara pencegahan dini agar terhindar dari semua penyakit itu. Padahal, sesungguhnya pencegahan semacam itu sudah lebih dahulu disampaikan oleh Rasulullah SAW dan dilanjutkan oleh para ulama sepeninggal beliau SAW. Rasulullah SAW bersabda, “Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang dapat menguatkan tulang punggungnya.” Nabi SAW juga bersabda, “Dan jika ia harus memenuhi lambungnya, hendaklah sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk napasnya.”
Apakah kalian ingin mengetahui hakikat sesungguhnya dari apa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW ini? Ketentuan sepertiga ini diperuntukkan bagi umumnya kaum muslimin. Adapun bagi seorang salik, peniti jalan menuju Allah SWT, secara khusus ketentuannya berbeda. Seorang peniti jalan menuju Allah adalah bagian dari orang-orang yang mengonsumsi makanan hanya beberapa suap. Inilah kebutuhan dasar itu, sebagaimana dijelaskan oleh hadits Nabi SAW.
Seorang salik hendaklah meninggalkan makanannya di saat ia masih berselera terhadap makanan yang diinginkannya. Ia meninggalkannya karena Allah SWT. Ia meninggalkan makanannya di saat nafsunya masih sangat berselera terhadapnya. Tapi, bukan berarti ia meninggalkan makanannya itu di atas piring lalu kemudian dibuang sia-sia. Tidak demikian. Melainkan ia tinggalkan dari asalnya, yakni dengan cara mengambil makanan hanya sebatas kebutuhannya.
Ketahuilah, sesungguhnya nafsu itu, bila sudah terbiasa engkau tundukkan sebelum ia puas melampiaskan keinginannya, niscaya ia akan mudah tunduk kepadamu dan tidak sukar untuk engkau kendalikan. Akan tetapi apabila engkau selalu membiarkannya sampai puas dalam melampiaskan keinginan dan seleranya, niscaya akan terbuka lebar berbagai keinginan dalam nafsumu yang akan sulit untuk engkau kendalikan. Ibarat banjir bandang yang datang menerjang dan akan merusak segalanya.
Engkau berikan terhadap nafsumu semua yang diinginkannya dari berupa-rupa macam makanan, misalnya, dengan jumlah yang dikehendakinya, niscaya engkau akan terkena sakit pencernaan. Engkau pun akan sering didatangi rasa ngantuk, sehingga dengan mudahnya engkau tertidur. Di saat datang waktu untuk qiyamul lail, engkau tak mampu bangun malam, demikian pula shalat Subuh, mungkin engkau akan sangat kesulitan untuk dapat bangun di waktu subuh.
Selanjutnya engkau pun akan kesusahan untuk mengisi waktu-waktumu dengan hal-hal yang bermanfaat. Banyak makan dan banyak minum akan membentuk tabiat-tabiat berikutnya, yakni gemar bicara yang tidak ada ujung pangkalnya. Bermula dari setengah jam, satu jam, dua jam, hingga berjam-jam ia habiskan untuk membicarakan hal-hal yang tidak ada ujung pangkalnya. Lalu apa yang tersisa darinya dari perjalanan menuju Allah SWT apabila waktunya dihabiskan untuk makan, minum, tidur, dan obrolan yang tidak ada ujung pangkalnya.
Semuanya kesia-siaan. Semuanya tak bermanfaat. Bagaimana ia akan meniti jalan menuju Allah SWT?
Berkaitan dengan masalah ini, ketahuilah, Imam Malik bin Anas RA hanya makan satu kali dalam sehari, ia juga hanya sekali masuk ke kamar peturasan dalam sehari.
Kisah Imam Malik ini terkait dengan pembahasan penitian jalan menuju Allah SWT dan berkaitan pula dengan makna yang dalam yang dituju oleh para ahli dzauq (pemilik rasa yang teramat tinggi) dalam meniti jalan menuju Allah SWT, yang merupakan makna paling dalam pada pembahasan ini.
Negeri apakah yang di dalamnya Sayyidina Imam Malik tinggal? Negeri itu tidak lain adalah Madinah Al-Munawwarah – semoga Allah SWT melimpahkan shalawat dan salam atas paling mulianya penghuninya dan mengaruniai kita semua ziarah kepada beliau, kebersamaan bersama beliau, dan semoga Allah menjadikan tempat peristirahatan terakhir kita di Baqi‘.
Imam Malik RA makan hanya sekali dalam sehari dan ia pun hanya buang hajat sekali dalam sehari. Dan ia tak pernah buang hajat di Madinah, karena menjaga adab kepada Rasulullah SAW. Ia berkata, “Sungguh aku malu untuk membuang kotoranku di tempat yang mungkin Rasulullah SAW pernah menapakkan kaki di atasnya atau duduk padanya.”
Imam Malik pun tak pernah menggunakan alas kaki di Madinah dan tidak pernah pula mengendarai hewan tunggangannya di sekitarnya, untuk menjaga adab kepada Rasulullah SAW. Ia hanya sekali berada di atas hewan tunggangan di Madinah pada saat ditangkap untuk dipenjarakan secara zhalim oleh penguasa kala itu. Imam Malik RA dinaikkan di atas hewan tunggangan dengan kondisi badan terbalik, tak beralas kaki, dan kepala terbuka, untuk dipermalukan di sepanjang jalan kota Madinah.
Bila datang waktu untuk buang hajat, Imam Malik RA senantiasa keluar dari Madinah atau akhir dari batas Masjid Nabawi saat ini, karena Masjid Nabawi saat ini telah meluas dan hampir meliputi keseluruhan kota Madinah tempo dulu.
Demikianlah Imam Malik, begitu kuat ia menjaga nafsu makan dan ia pun tak tidur kecuali sekadarnya.
Setelah menjelaskan panjang lebar ihwal makna-makna yang terdapat dalam penampilan, sebagai kilas balik sekaligus pendalaman terhadap makna-makna dalam pelajaran tentang kebersihan lahir dan kaitannya dengan makna-makna bathin, pengasuh melanjutkan penuturannya tentang menjaga diri dari banyak makan sebagai bentuk kemestian untuk dapat melazimkan diri bagi seorang salik di atas kebersihan lahir.
Pembicaraan kita masih seputar masalah kesucian dan kebersihan lahir. Kaitannya dengan hal ini, sebagaimana telah kita singgung pada awal pelajaran ini (edisi yang lalu), untuk dapat senantiasa menjaga kesucian lahir, adalah menjadi kemestian bahwa kita hendaknya meminimalkan makan, minum, tidur, dan bicara, sehingga sedikit pula kebutuhan kita untuk mendatangi kamar peturasan.
Agar jarang berhadats, kita harus makan sebatas kebutuhan kita saja. Rasulullah SAW bersabda, “Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang dapat menguatkan tulang punggungnya.”
Inilah kebutuhan dasar itu. Yakni yang dapat menguatkan tulang punggung, yang dengannya engkau dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik. Pada awalnya, ketika para ulama menjelaskan hal ini, dikatakan kepada mereka, “Mengapa kalian melarang manusia dari menikmati semua yang halal. Ini semua adalah nikmat Allah SWT!” Sampai kemudian para tabib menjelaskan bahaya lemak, makanan yang berkolesterol, dan makanan yang memabukkan.
Setelah itu datang pula penyakit gula, obesitas, penyakit lambung, dan sebagainya, sehingga manusia sibuk mencari sebabnya dan mereka mulai menerapkan tata cara pencegahan dini agar terhindar dari semua penyakit itu. Padahal, sesungguhnya pencegahan semacam itu sudah lebih dahulu disampaikan oleh Rasulullah SAW dan dilanjutkan oleh para ulama sepeninggal beliau SAW. Rasulullah SAW bersabda, “Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang dapat menguatkan tulang punggungnya.” Nabi SAW juga bersabda, “Dan jika ia harus memenuhi lambungnya, hendaklah sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk napasnya.”
Apakah kalian ingin mengetahui hakikat sesungguhnya dari apa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW ini? Ketentuan sepertiga ini diperuntukkan bagi umumnya kaum muslimin. Adapun bagi seorang salik, peniti jalan menuju Allah SWT, secara khusus ketentuannya berbeda. Seorang peniti jalan menuju Allah adalah bagian dari orang-orang yang mengonsumsi makanan hanya beberapa suap. Inilah kebutuhan dasar itu, sebagaimana dijelaskan oleh hadits Nabi SAW.
Seorang salik hendaklah meninggalkan makanannya di saat ia masih berselera terhadap makanan yang diinginkannya. Ia meninggalkannya karena Allah SWT. Ia meninggalkan makanannya di saat nafsunya masih sangat berselera terhadapnya. Tapi, bukan berarti ia meninggalkan makanannya itu di atas piring lalu kemudian dibuang sia-sia. Tidak demikian. Melainkan ia tinggalkan dari asalnya, yakni dengan cara mengambil makanan hanya sebatas kebutuhannya.
Ketahuilah, sesungguhnya nafsu itu, bila sudah terbiasa engkau tundukkan sebelum ia puas melampiaskan keinginannya, niscaya ia akan mudah tunduk kepadamu dan tidak sukar untuk engkau kendalikan. Akan tetapi apabila engkau selalu membiarkannya sampai puas dalam melampiaskan keinginan dan seleranya, niscaya akan terbuka lebar berbagai keinginan dalam nafsumu yang akan sulit untuk engkau kendalikan. Ibarat banjir bandang yang datang menerjang dan akan merusak segalanya.
Engkau berikan terhadap nafsumu semua yang diinginkannya dari berupa-rupa macam makanan, misalnya, dengan jumlah yang dikehendakinya, niscaya engkau akan terkena sakit pencernaan. Engkau pun akan sering didatangi rasa ngantuk, sehingga dengan mudahnya engkau tertidur. Di saat datang waktu untuk qiyamul lail, engkau tak mampu bangun malam, demikian pula shalat Subuh, mungkin engkau akan sangat kesulitan untuk dapat bangun di waktu subuh.
Selanjutnya engkau pun akan kesusahan untuk mengisi waktu-waktumu dengan hal-hal yang bermanfaat. Banyak makan dan banyak minum akan membentuk tabiat-tabiat berikutnya, yakni gemar bicara yang tidak ada ujung pangkalnya. Bermula dari setengah jam, satu jam, dua jam, hingga berjam-jam ia habiskan untuk membicarakan hal-hal yang tidak ada ujung pangkalnya. Lalu apa yang tersisa darinya dari perjalanan menuju Allah SWT apabila waktunya dihabiskan untuk makan, minum, tidur, dan obrolan yang tidak ada ujung pangkalnya.
Semuanya kesia-siaan. Semuanya tak bermanfaat. Bagaimana ia akan meniti jalan menuju Allah SWT?
Berkaitan dengan masalah ini, ketahuilah, Imam Malik bin Anas RA hanya makan satu kali dalam sehari, ia juga hanya sekali masuk ke kamar peturasan dalam sehari.
Kisah Imam Malik ini terkait dengan pembahasan penitian jalan menuju Allah SWT dan berkaitan pula dengan makna yang dalam yang dituju oleh para ahli dzauq (pemilik rasa yang teramat tinggi) dalam meniti jalan menuju Allah SWT, yang merupakan makna paling dalam pada pembahasan ini.
Negeri apakah yang di dalamnya Sayyidina Imam Malik tinggal? Negeri itu tidak lain adalah Madinah Al-Munawwarah – semoga Allah SWT melimpahkan shalawat dan salam atas paling mulianya penghuninya dan mengaruniai kita semua ziarah kepada beliau, kebersamaan bersama beliau, dan semoga Allah menjadikan tempat peristirahatan terakhir kita di Baqi‘.
Imam Malik RA makan hanya sekali dalam sehari dan ia pun hanya buang hajat sekali dalam sehari. Dan ia tak pernah buang hajat di Madinah, karena menjaga adab kepada Rasulullah SAW. Ia berkata, “Sungguh aku malu untuk membuang kotoranku di tempat yang mungkin Rasulullah SAW pernah menapakkan kaki di atasnya atau duduk padanya.”
Imam Malik pun tak pernah menggunakan alas kaki di Madinah dan tidak pernah pula mengendarai hewan tunggangannya di sekitarnya, untuk menjaga adab kepada Rasulullah SAW. Ia hanya sekali berada di atas hewan tunggangan di Madinah pada saat ditangkap untuk dipenjarakan secara zhalim oleh penguasa kala itu. Imam Malik RA dinaikkan di atas hewan tunggangan dengan kondisi badan terbalik, tak beralas kaki, dan kepala terbuka, untuk dipermalukan di sepanjang jalan kota Madinah.
Bila datang waktu untuk buang hajat, Imam Malik RA senantiasa keluar dari Madinah atau akhir dari batas Masjid Nabawi saat ini, karena Masjid Nabawi saat ini telah meluas dan hampir meliputi keseluruhan kota Madinah tempo dulu.
Demikianlah Imam Malik, begitu kuat ia menjaga nafsu makan dan ia pun tak tidur kecuali sekadarnya.
sebuah pelajaran tentang penampilaan seseorang
Adalah suatu kehinaan bagi siapa yang mengetahui bahwa ia
tengah berjalan meniti jalan menuju Allah SWT dan mengetahui bahwa
Allah senantiasa memandang kepada dirinya merasa gundah gulana di saat
berubahnya pandangan manusia terhadap dirinya.
Sering kali nafsu berbohong kepada pemiliknya. Karenanya, hati-hatilah engkau diperdaya oleh nafsumu. Dia akan berkata kepadamu, “Sungguh aku tidak mengenakan pakaian ini untuk berbangga-bangga atau untuk pamer. Akan tetapi karena Allah menyukai untuk melihat perwujudan nikmat-Nya pada hamba-hamba-Nya.”
Apakah ada keinginan dalam benakmu untuk meyakinkan ungkapan ini benar demikian adanya? Bila tidak, si penyuruh kepada keburukan yang pembohong telah berbohong kepadamu! Siapa dia, si penyuruh kepada keburukan itu? Dia adalah nafsumu!!
Apakah engkau ingin mengetahui ungkapan itu benar atau dusta? Engkau bisa mengetahui itu dari tanda-tandanya. Apakah tanda-tandanya?
Pada saat engkau tidak mampu memenuhi kecenderunganmu sampai pada tingkatan yang engkau kehendaki, apakah keadaannya akan berubah?
Apakah engkau merasa ragu-ragu dan maju-mundur untuk mengenakannya? Mengapa engkau ragu-ragu? Karena apa engkau maju-mundur? Atau bahkan engkau merasa kurang dan malu di mata yang lain?
Ini adalah masalah. Karena nafsumu telah membuat pandanganmu tertuju kepada bentuk dan rupa lahir serta terpenjarakan olehnya. Nilaimu telah engkau gadaikan dengan pandangan manusia kepadamu. Bila mereka membesarkanmu, engkau merasa menjadi besar. Dan jika mereka mengecilkanmu, engkau pun merasa menjadi kecil. Engkau menjadi budak siapa? Engkau telah menjadi budak pandangan manusia.
Dan seorang peniti jalan menuju Allah SWT tidak pernah rela menjadi budak siapa pun selain menjadi hamba Tuhannya, Allah SWT. Adalah suatu kehinaan bagi siapa yang mengetahui bahwa ia tengah berjalan meniti jalan menuju Allah SWT dan mengetahui bahwa Allah senantiasa memandang kepada dirinya merasa gundah gulana di saat berubahnya pandangan manusia terhadap dirinya. Itu pun kehinaan bagi siapa yang Allah jadikan nilai kemuliaan padanya berupa ruh yang Allah tiupkan dari ruh-Nya (dan Aku tiupkan padanya dari ruh-Ku).
Engkau adalah manusia yang dimuliakan di sisi Allah SWT, bagaimana mungkin engkau rela derajatmu turun dan jatuh kepada derajat yang derajatmu jatuh dari derajat nafkhah rabbaniyah (ditiupkannya ruh dari sisi Allah SWT) kepada derajat yang kadar nilainya berdasarkan secarik kain fana yang engkau kenakan. Bila kain yang engkau kenakan dengan mode ini, misalkan, engkau memiliki nilai. Tapi bila tidak mengenakannya, engkau pun tidak memiliki nilai apa pun.
Ada kisah tentang Maula Nashruddin Juha. Bila seseorang mendengar nama Juha, pasti ia akan tertawa, karena yang dia tahu hanyalah bahwa Juha adalah seorang humoris. Padahal sesungguhnya ia adalah seorang cendekiawan, pemikir, filosof, dan juga seorang dai. Akan tetapi memang ia sangat pandai membuat lelucon dan dagelan yang mengisyaratkan pada maksud dan makna dari pesan yang ia ingin sampaikan.
Pada suatu ketika Nashruddin diundang ke sebuah acara perjamuan. Ia pun hadir ke pertemuan itu dengan mengenakan pakaian sederhana, ala kadarnya. Oleh penjaga, Nashruddin didudukkan di pojok ruangan yang jauh dari meja hidangan yang telah dipenuhi beraneka makanan dan minuman yang lezat.
Mengalami perlakuan seperti itu, Nashruddin merangsek ke arah pintu dan segera pergi meninggalkan ruangan kembali ke rumahnya. Ia pun menyewa sebuah jubah yang mahal dan mewah.
Setelah kembali ke tempat perjamuan semula, orang-orang segera menyambutnya dan sangat menghormatinya. Ia pun diantar untuk duduk di tengah sofa-sofa tamu khusus yang dipasang berhadapan persis di depan meja hidangan.
Nashruddin pun mengambil beberapa potong daging kambing guling yang ada di hadapannya. Ia hanya menyantap sedikit dari daging panggang yang ada di tangannya, sedang sisanya yang lain ia letakkan di jubah mewahnya seraya berkata, “Makanlah! Penghormatan ini sesungguhnya untukmu, bukan untuk diriku.”
Jangan pernah ridha kadar nilaimu terletak pada selembar kain yang engkau kenakan. Jangan pernah ridha nilaimu terletak pada mesin tak bernyawa yang engkau kendarai. Jangan pernah rela derajatmu berada pada rumah, pada kayu-kayu yang engkau gunakan untuk memperindah tempat tinggalmu. Jangan pernah ridha nilai dan derajatmu berada pada profesi atau pada restoran yang menjadi tempatmu menyantap makanan atau memesannya. Nilai dan derajatmu adalah bahwa engkau memiliki hati yang Allah senantiasa memandangnya. Jangan pernah sekali-kali engkau rela dan ridha untuk turun dan jatuh dari derajat kemuliaan itu.
Banyak di antara para pembesar arifin, mereka dalam kondisi lusuh dan dekil, yang, bila seseorang bertemu mereka, niscaya tidak akan menoleh ke arah mereka. Apakah kita katakan, mereka salah dengan berpenampilan seperti itu?
Tidak! Karena demikianlah kemampuan mereka. Mereka tidak dapat membeli pakaian layak yang semestinya. Mereka sangat mengetahui bahwa nilai mereka terletak pada hati, dan bukan pada selembar pakaian yang mereka kenakan.
Apakah orang-orang seperti mereka mendapatkan keistimewaan dari Allah SWT?
Benar. Tidakkah engkau mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Berapa banyak orang yang berambut lusuh, berpakaian usang, tidak dipedulikan dan kehadirannya ditolak orang, bila hendak menikahi, niscaya tidak dinikahkan, dan bila meminta bantuan, niscaya tidak dibantu, tapi, apabila ia bersumpah kepada Allah, niscaya Allah akan melaksanakan sumpahnya.”
Misalkan, ia berkata “Wahai Tuhanku, aku bersumpah kepada-Mu agar Engkau membalik tanah yang subur ini menjadi tanah gersang berdebu”, niscaya Allah akan melakukan hal itu.
Jadi, sangat mungkin bahwa orang yang berpenampilan lusuh dan dekil itu adalah dari kalangan muqarrabin.
Memang benar, sebagian orang menyikapi persoalan penampilan ini dengan cara yang salah. Mereka mengatakan, agama kita adalah agama kebersihan. Tidak pernah ada dalam agama ini kedekilan dan kelusuhan.
Sesungguhnya agama tidak pernah mengajarkan penghambaan kepada hal-hal lahir dan yang dapat terlihat kasatmata. Agama telah memerdekakan kita dari penyembahan kepada yang terlihat kepada penyembahan Yang Maha Tersembunyi (Al-Bathin) dan Yang Maha-Nyata, Allah SWT.
Jadi, sejauh mana kita dapat berpenampilan dengan penampilan yang baik dan terindah, selama tidak sampai pada batas memaksakan diri, hal itu adalah utama. Namun, bila hal itu di luar kemampuan, berpenampilanlah sesuai kemampuan yang ada. Dan bahkan, untuk waktu-waktu tertentu, seorang murid perlu berpenampilan yang lusuh dan kumal untuk dapat mengalahkan nafsunya. Untuk mengobati penyakit menoleh kepada pandangan manusia. Akan tetapi tentu hal itu dilakukan dengan kadar yang benar dan kembali kepada bimbingan para guru mursyid.
Di samping itu, banyak pula orang yang berpenampilan lusuh dan dekil itu sesungguhnya adalah para pembesar ahli dunia. Ia menduga, dirinya adalah bagian dari orang-orang yang zuhud terhadap dunia, tapi sesungguhnya ia adalah salah seorang pembesar ahli dunia yang hatinya melekat padanya. Mengapa? Karena penampilannya seperti penampilan orang-orang faqir yang zuhud sedangkan hatinya sangat dekat dan melekat pada dunia. Ia selalu menanti dan menunggu-nunggu kapan datangnya dunia dan kapan meraupnya.
Salah seorang shalihin mempunyai murid yang selalu berada di bawah pendidikan dan bimbingannya. Murid ini adalah seorang pedagang yang selalu berniaga ke berbagai negara untuk menjual barang dagangannya. Suatu ketika ia menghadap sang guru untuk meminta restu dan doa hendak melakukan perjalanan niaga ke negeri Fulan. Ia berkata kepada gurunya, “Wahai Guru, berikanlah nasihat kepada kami.”
“Baiklah. Di negeri yang hendak engkau tuju itu terdapat Syaikh Fulan. Beliau adalah salah seorang pembesar awliya shalihin. Datanglah kepadanya dan mintalah doa untukmu dan juga untukku. Sampaikan padanya, ‘Wahai Syaikh, guruku, Fulan, menyampaikan salam kepadamu dan mohon doa’.”
Beberapa waktu kemudian sampailah murid itu ke negeri yang dituju. Ia pun segera bertanya kepada orang yang dijumpainya, di mana gerangan majelis Syaikh Fulan berada. Orang yang ditanya pun tertawa dan menjelaskan bahwa Syaikh Fulan yang dimaksud tinggal di dalam istana.
Terperanjatlah ia mendengar penjelasan orang yang ditanyainya bahwa Syaikh Fulan yang dikatakan sebagai pembesar para wali oleh gurunya ternyata tinggal di dalam istana. Namun, tidak ingin berlama-lama dalam keheranannya, tanpa berpikir panjang, ia kembali menanyakan di mana istana yang dimaksud itu.
Ia pun diantar oleh beberapa orang menuju istana. Ia mengetuk pintu dan menyampaikan bahwa ia bermaksud untuk menjumpai Syaikh Fulan untuk menyampaikan amanah dari sang guru.
“Syaikh sedang diundang jamuan makan malam bersama Raja,” beberapa pelayan menjelaskan.
Hatinya semakin bertanya-tanya, “Bagaimana mungkin?? Syaikh Fulan tinggal di istana bersama Raja, sedang guruku menyuruhku untuk meminta doa darinya??”
Meski dipenuhi keheranan dan kebingungan, ia tetap berusaha sabar demi menjalankan amanah gurunya. Ia mulai membayangkan apa yang ada dalam benaknya tentang gambaran orang shalih.
“Orang shalih seharusnya adalah orang yang tidak memiliki harta, tidak memiliki tempat tinggal yang layak, tidak bercampur dengan manusia dan menjauhi dunia…. Bila tidak demikian adanya, bukanlah ia orang shalih.”
Kala itu datanglah Syaikh bersama rombongan dengan para pengawal yang berada di setiap sisinya. Ia pun meminta izin untuk masuk dan menemui Syaikh. Di dalam hatinya sudah tidak ada lagi setitik husnuzhan kepada sang Syaikh. Namun ia memaksakan masuk menemuinya, sekali lagi demi melaksanakan amanah dari sang guru.
“Wahai Syaikh, guruku, Fulan, mengirim salam kepadamu dan meminta kepadamu agar tidak lupa mendoakannya,” kata pemuda itu kepada Syaikh.
“Apakah benar gurumu Syaikh Fulan?”
“Benar, Tuan Syaikh.”
“Kalau begitu, sampaikan kepadanya bahwa saudaranya, Fulan, menyampaikan salam dan katakan kepadanya, ‘Sampai kapan hatimu bergantung kepada dunia? Belumkah datang waktunya untuk memutuskan kebergantungan hatimu dari dunia?.”
Alangkah terkejutnya pemuda tadi mendengar apa yang diucapkan oleh Syaikh, bahkan terlintas dalam hatinya untuk mengangkat tangan dan memukul wajah sang Syaikh, kalau saja tidak mengingat pesan gurunya agar menjaga adab terhadapnya, karena beliau adalah seorang shalihin.
“Guruku yang hidup apa adanya, makan hanya sekali dalam sehari, senantiasa berpuasa, dan tidak memiliki apa pun dari harta benda dunia, lalu dia yang tinggal di istana, diiringi para pengawal, ingin mengajari guruku??”
Tak ada sesuatu yang mencegahnya untuk berbuat yang tidak patut dilakukan terhadap Syaikh, kecuali adab terhadap pesan sang guru bahwa yang dihadapannya saat itu adalah salah seorang shalihin.
Setelah selesai urusannya di negeri itu, sang pemuda pun kembali ke negerinya dan segera mengunjungi sang guru. Di hadapan sang guru ia langsung mengadukan apa yang dipesankan oleh Syaikh untuk disampaikan kepadanya.
“Wahai Guru, bagaimana mungkin Syaikh Fulan adalah seorang arif billah, seorang waliyullah, sedangkan dia tinggal di dalam istana, makan malam bersama Raja, sedang dia berkata kepadaku, ‘Sampaikan salamku kepada saudaraku, Fulan, dan katakan padanya, ‘Sampai kapan hatimu selalu bergantung kepada dunia??’.”
Mendengar hal itu sang guru pun menangis sejadi-jadinya.
“Apa benar ia mengatakan itu kepadamu untukku?”
“Benar, wahai Guru.”
Mendadak sang guru pun pingsan, tak sadarkan diri.
Setelah siuman, sang guru menangis lagi sepanjang hari.
Keesokannya si pemuda kembali mengunjungi gurunya. Ia pun bertanya kepada sang guru, “Wahai Guru, jelaskanlah kepadaku apa yang sesungguhnya terjadi?”
“Baiklah. Ketahuilah, Syaikh Fulan yang engkau lihat bergelimang dunia itu sesungguhnya tidak ada sedikit pun di hatinya tolehan kepada dunia. Tak ada dunia sedikit pun di dalam hatinya. Sedangkan diriku, terkadang datang lintasan-lintasan ke dalam hatiku, kapan aku memiliki sesuatu dari dunia. Saudaraku, Syaikh Fulan, yang arif billah, yang mengirim pesan ini untukku, telah diberi firasat oleh Allah SWT untuk mengingatkanku terhadap adanya aib yang ada di dalam diriku.”
Dari pelajaran ini kita dapat mengetahui bahwa persoalan sesungguhnya bukanlah terletak pada bentuk dan penampilan, dan jangan sampai kita diperdaya oleh nafsu kita karenanya. Karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada keburukan.
Jangan pernah engkau katakan, “Penampilanku baik, tapi sungguh hatiku tidak bergantung kepadanya.”
Ketahuilah, awal mula pengakuan yang engkau nyatakan itu menunjukkan bahwa engkau tidaklah demikian adanya. Karena mengaku-ngaku bukanlah tanda kebenaran.
Sering kali nafsu berbohong kepada pemiliknya. Karenanya, hati-hatilah engkau diperdaya oleh nafsumu. Dia akan berkata kepadamu, “Sungguh aku tidak mengenakan pakaian ini untuk berbangga-bangga atau untuk pamer. Akan tetapi karena Allah menyukai untuk melihat perwujudan nikmat-Nya pada hamba-hamba-Nya.”
Apakah ada keinginan dalam benakmu untuk meyakinkan ungkapan ini benar demikian adanya? Bila tidak, si penyuruh kepada keburukan yang pembohong telah berbohong kepadamu! Siapa dia, si penyuruh kepada keburukan itu? Dia adalah nafsumu!!
Apakah engkau ingin mengetahui ungkapan itu benar atau dusta? Engkau bisa mengetahui itu dari tanda-tandanya. Apakah tanda-tandanya?
Pada saat engkau tidak mampu memenuhi kecenderunganmu sampai pada tingkatan yang engkau kehendaki, apakah keadaannya akan berubah?
Apakah engkau merasa ragu-ragu dan maju-mundur untuk mengenakannya? Mengapa engkau ragu-ragu? Karena apa engkau maju-mundur? Atau bahkan engkau merasa kurang dan malu di mata yang lain?
Ini adalah masalah. Karena nafsumu telah membuat pandanganmu tertuju kepada bentuk dan rupa lahir serta terpenjarakan olehnya. Nilaimu telah engkau gadaikan dengan pandangan manusia kepadamu. Bila mereka membesarkanmu, engkau merasa menjadi besar. Dan jika mereka mengecilkanmu, engkau pun merasa menjadi kecil. Engkau menjadi budak siapa? Engkau telah menjadi budak pandangan manusia.
Dan seorang peniti jalan menuju Allah SWT tidak pernah rela menjadi budak siapa pun selain menjadi hamba Tuhannya, Allah SWT. Adalah suatu kehinaan bagi siapa yang mengetahui bahwa ia tengah berjalan meniti jalan menuju Allah SWT dan mengetahui bahwa Allah senantiasa memandang kepada dirinya merasa gundah gulana di saat berubahnya pandangan manusia terhadap dirinya. Itu pun kehinaan bagi siapa yang Allah jadikan nilai kemuliaan padanya berupa ruh yang Allah tiupkan dari ruh-Nya (dan Aku tiupkan padanya dari ruh-Ku).
Engkau adalah manusia yang dimuliakan di sisi Allah SWT, bagaimana mungkin engkau rela derajatmu turun dan jatuh kepada derajat yang derajatmu jatuh dari derajat nafkhah rabbaniyah (ditiupkannya ruh dari sisi Allah SWT) kepada derajat yang kadar nilainya berdasarkan secarik kain fana yang engkau kenakan. Bila kain yang engkau kenakan dengan mode ini, misalkan, engkau memiliki nilai. Tapi bila tidak mengenakannya, engkau pun tidak memiliki nilai apa pun.
Ada kisah tentang Maula Nashruddin Juha. Bila seseorang mendengar nama Juha, pasti ia akan tertawa, karena yang dia tahu hanyalah bahwa Juha adalah seorang humoris. Padahal sesungguhnya ia adalah seorang cendekiawan, pemikir, filosof, dan juga seorang dai. Akan tetapi memang ia sangat pandai membuat lelucon dan dagelan yang mengisyaratkan pada maksud dan makna dari pesan yang ia ingin sampaikan.
Pada suatu ketika Nashruddin diundang ke sebuah acara perjamuan. Ia pun hadir ke pertemuan itu dengan mengenakan pakaian sederhana, ala kadarnya. Oleh penjaga, Nashruddin didudukkan di pojok ruangan yang jauh dari meja hidangan yang telah dipenuhi beraneka makanan dan minuman yang lezat.
Mengalami perlakuan seperti itu, Nashruddin merangsek ke arah pintu dan segera pergi meninggalkan ruangan kembali ke rumahnya. Ia pun menyewa sebuah jubah yang mahal dan mewah.
Setelah kembali ke tempat perjamuan semula, orang-orang segera menyambutnya dan sangat menghormatinya. Ia pun diantar untuk duduk di tengah sofa-sofa tamu khusus yang dipasang berhadapan persis di depan meja hidangan.
Nashruddin pun mengambil beberapa potong daging kambing guling yang ada di hadapannya. Ia hanya menyantap sedikit dari daging panggang yang ada di tangannya, sedang sisanya yang lain ia letakkan di jubah mewahnya seraya berkata, “Makanlah! Penghormatan ini sesungguhnya untukmu, bukan untuk diriku.”
Jangan pernah ridha kadar nilaimu terletak pada selembar kain yang engkau kenakan. Jangan pernah ridha nilaimu terletak pada mesin tak bernyawa yang engkau kendarai. Jangan pernah rela derajatmu berada pada rumah, pada kayu-kayu yang engkau gunakan untuk memperindah tempat tinggalmu. Jangan pernah ridha nilai dan derajatmu berada pada profesi atau pada restoran yang menjadi tempatmu menyantap makanan atau memesannya. Nilai dan derajatmu adalah bahwa engkau memiliki hati yang Allah senantiasa memandangnya. Jangan pernah sekali-kali engkau rela dan ridha untuk turun dan jatuh dari derajat kemuliaan itu.
Banyak di antara para pembesar arifin, mereka dalam kondisi lusuh dan dekil, yang, bila seseorang bertemu mereka, niscaya tidak akan menoleh ke arah mereka. Apakah kita katakan, mereka salah dengan berpenampilan seperti itu?
Tidak! Karena demikianlah kemampuan mereka. Mereka tidak dapat membeli pakaian layak yang semestinya. Mereka sangat mengetahui bahwa nilai mereka terletak pada hati, dan bukan pada selembar pakaian yang mereka kenakan.
Apakah orang-orang seperti mereka mendapatkan keistimewaan dari Allah SWT?
Benar. Tidakkah engkau mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Berapa banyak orang yang berambut lusuh, berpakaian usang, tidak dipedulikan dan kehadirannya ditolak orang, bila hendak menikahi, niscaya tidak dinikahkan, dan bila meminta bantuan, niscaya tidak dibantu, tapi, apabila ia bersumpah kepada Allah, niscaya Allah akan melaksanakan sumpahnya.”
Misalkan, ia berkata “Wahai Tuhanku, aku bersumpah kepada-Mu agar Engkau membalik tanah yang subur ini menjadi tanah gersang berdebu”, niscaya Allah akan melakukan hal itu.
Jadi, sangat mungkin bahwa orang yang berpenampilan lusuh dan dekil itu adalah dari kalangan muqarrabin.
Memang benar, sebagian orang menyikapi persoalan penampilan ini dengan cara yang salah. Mereka mengatakan, agama kita adalah agama kebersihan. Tidak pernah ada dalam agama ini kedekilan dan kelusuhan.
Sesungguhnya agama tidak pernah mengajarkan penghambaan kepada hal-hal lahir dan yang dapat terlihat kasatmata. Agama telah memerdekakan kita dari penyembahan kepada yang terlihat kepada penyembahan Yang Maha Tersembunyi (Al-Bathin) dan Yang Maha-Nyata, Allah SWT.
Jadi, sejauh mana kita dapat berpenampilan dengan penampilan yang baik dan terindah, selama tidak sampai pada batas memaksakan diri, hal itu adalah utama. Namun, bila hal itu di luar kemampuan, berpenampilanlah sesuai kemampuan yang ada. Dan bahkan, untuk waktu-waktu tertentu, seorang murid perlu berpenampilan yang lusuh dan kumal untuk dapat mengalahkan nafsunya. Untuk mengobati penyakit menoleh kepada pandangan manusia. Akan tetapi tentu hal itu dilakukan dengan kadar yang benar dan kembali kepada bimbingan para guru mursyid.
Di samping itu, banyak pula orang yang berpenampilan lusuh dan dekil itu sesungguhnya adalah para pembesar ahli dunia. Ia menduga, dirinya adalah bagian dari orang-orang yang zuhud terhadap dunia, tapi sesungguhnya ia adalah salah seorang pembesar ahli dunia yang hatinya melekat padanya. Mengapa? Karena penampilannya seperti penampilan orang-orang faqir yang zuhud sedangkan hatinya sangat dekat dan melekat pada dunia. Ia selalu menanti dan menunggu-nunggu kapan datangnya dunia dan kapan meraupnya.
Salah seorang shalihin mempunyai murid yang selalu berada di bawah pendidikan dan bimbingannya. Murid ini adalah seorang pedagang yang selalu berniaga ke berbagai negara untuk menjual barang dagangannya. Suatu ketika ia menghadap sang guru untuk meminta restu dan doa hendak melakukan perjalanan niaga ke negeri Fulan. Ia berkata kepada gurunya, “Wahai Guru, berikanlah nasihat kepada kami.”
“Baiklah. Di negeri yang hendak engkau tuju itu terdapat Syaikh Fulan. Beliau adalah salah seorang pembesar awliya shalihin. Datanglah kepadanya dan mintalah doa untukmu dan juga untukku. Sampaikan padanya, ‘Wahai Syaikh, guruku, Fulan, menyampaikan salam kepadamu dan mohon doa’.”
Beberapa waktu kemudian sampailah murid itu ke negeri yang dituju. Ia pun segera bertanya kepada orang yang dijumpainya, di mana gerangan majelis Syaikh Fulan berada. Orang yang ditanya pun tertawa dan menjelaskan bahwa Syaikh Fulan yang dimaksud tinggal di dalam istana.
Terperanjatlah ia mendengar penjelasan orang yang ditanyainya bahwa Syaikh Fulan yang dikatakan sebagai pembesar para wali oleh gurunya ternyata tinggal di dalam istana. Namun, tidak ingin berlama-lama dalam keheranannya, tanpa berpikir panjang, ia kembali menanyakan di mana istana yang dimaksud itu.
Ia pun diantar oleh beberapa orang menuju istana. Ia mengetuk pintu dan menyampaikan bahwa ia bermaksud untuk menjumpai Syaikh Fulan untuk menyampaikan amanah dari sang guru.
“Syaikh sedang diundang jamuan makan malam bersama Raja,” beberapa pelayan menjelaskan.
Hatinya semakin bertanya-tanya, “Bagaimana mungkin?? Syaikh Fulan tinggal di istana bersama Raja, sedang guruku menyuruhku untuk meminta doa darinya??”
Meski dipenuhi keheranan dan kebingungan, ia tetap berusaha sabar demi menjalankan amanah gurunya. Ia mulai membayangkan apa yang ada dalam benaknya tentang gambaran orang shalih.
“Orang shalih seharusnya adalah orang yang tidak memiliki harta, tidak memiliki tempat tinggal yang layak, tidak bercampur dengan manusia dan menjauhi dunia…. Bila tidak demikian adanya, bukanlah ia orang shalih.”
Kala itu datanglah Syaikh bersama rombongan dengan para pengawal yang berada di setiap sisinya. Ia pun meminta izin untuk masuk dan menemui Syaikh. Di dalam hatinya sudah tidak ada lagi setitik husnuzhan kepada sang Syaikh. Namun ia memaksakan masuk menemuinya, sekali lagi demi melaksanakan amanah dari sang guru.
“Wahai Syaikh, guruku, Fulan, mengirim salam kepadamu dan meminta kepadamu agar tidak lupa mendoakannya,” kata pemuda itu kepada Syaikh.
“Apakah benar gurumu Syaikh Fulan?”
“Benar, Tuan Syaikh.”
“Kalau begitu, sampaikan kepadanya bahwa saudaranya, Fulan, menyampaikan salam dan katakan kepadanya, ‘Sampai kapan hatimu bergantung kepada dunia? Belumkah datang waktunya untuk memutuskan kebergantungan hatimu dari dunia?.”
Alangkah terkejutnya pemuda tadi mendengar apa yang diucapkan oleh Syaikh, bahkan terlintas dalam hatinya untuk mengangkat tangan dan memukul wajah sang Syaikh, kalau saja tidak mengingat pesan gurunya agar menjaga adab terhadapnya, karena beliau adalah seorang shalihin.
“Guruku yang hidup apa adanya, makan hanya sekali dalam sehari, senantiasa berpuasa, dan tidak memiliki apa pun dari harta benda dunia, lalu dia yang tinggal di istana, diiringi para pengawal, ingin mengajari guruku??”
Tak ada sesuatu yang mencegahnya untuk berbuat yang tidak patut dilakukan terhadap Syaikh, kecuali adab terhadap pesan sang guru bahwa yang dihadapannya saat itu adalah salah seorang shalihin.
Setelah selesai urusannya di negeri itu, sang pemuda pun kembali ke negerinya dan segera mengunjungi sang guru. Di hadapan sang guru ia langsung mengadukan apa yang dipesankan oleh Syaikh untuk disampaikan kepadanya.
“Wahai Guru, bagaimana mungkin Syaikh Fulan adalah seorang arif billah, seorang waliyullah, sedangkan dia tinggal di dalam istana, makan malam bersama Raja, sedang dia berkata kepadaku, ‘Sampaikan salamku kepada saudaraku, Fulan, dan katakan padanya, ‘Sampai kapan hatimu selalu bergantung kepada dunia??’.”
Mendengar hal itu sang guru pun menangis sejadi-jadinya.
“Apa benar ia mengatakan itu kepadamu untukku?”
“Benar, wahai Guru.”
Mendadak sang guru pun pingsan, tak sadarkan diri.
Setelah siuman, sang guru menangis lagi sepanjang hari.
Keesokannya si pemuda kembali mengunjungi gurunya. Ia pun bertanya kepada sang guru, “Wahai Guru, jelaskanlah kepadaku apa yang sesungguhnya terjadi?”
“Baiklah. Ketahuilah, Syaikh Fulan yang engkau lihat bergelimang dunia itu sesungguhnya tidak ada sedikit pun di hatinya tolehan kepada dunia. Tak ada dunia sedikit pun di dalam hatinya. Sedangkan diriku, terkadang datang lintasan-lintasan ke dalam hatiku, kapan aku memiliki sesuatu dari dunia. Saudaraku, Syaikh Fulan, yang arif billah, yang mengirim pesan ini untukku, telah diberi firasat oleh Allah SWT untuk mengingatkanku terhadap adanya aib yang ada di dalam diriku.”
Dari pelajaran ini kita dapat mengetahui bahwa persoalan sesungguhnya bukanlah terletak pada bentuk dan penampilan, dan jangan sampai kita diperdaya oleh nafsu kita karenanya. Karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada keburukan.
Jangan pernah engkau katakan, “Penampilanku baik, tapi sungguh hatiku tidak bergantung kepadanya.”
Ketahuilah, awal mula pengakuan yang engkau nyatakan itu menunjukkan bahwa engkau tidaklah demikian adanya. Karena mengaku-ngaku bukanlah tanda kebenaran.
penguasaan diri
Pada pelajaran kali ini, ada dua penguasaan yang mesti
engkau perhatikan dan terapkan dalam keseharianmu, sehingga keduanya
akan dapat menolong dan membantumu dalam pendakianmu kepada derajat yang
lebih tinggi dalam perkara ini (meniti jalan menuju Allah SWT). Yakni,
pertama, penguasaan diri dalam hal kesucian lahir. Dan kedua, penguasaan
diri dalam perkara mengatur waktu dalam menjalankan aktivitas
keseharian kita.
Segala puji bagi dan hanya milik Allah SWT dengan pujian hamba yang tenggelam dalam karunia-Nya, kebajikan-Nya, kemurahannya, dan pemberian-Nya, pujian hamba yang teramat lemah dari menunaikan syukur kepada-Nya atas segala nikmat dan karunia-Nya, pujian hamba yang mengakui dengan segala keteledorannya serta buruk dan kejinya segala amal dan keberanian dirinya dalam berbuat kedurhakaan terhadap-Nya, pujian hamba yang penuh harap kepada karunia Allah, kebajikan-Nya, dan juga kemurahan-Nya.
Shalawat serta salam semoga senantiasa Allah curahkan dan limpahkan kepada penghulu dan junjungan kita, Sayyidina Muhammad, insan paling agung dalam menunjukkan jalan menuju Allah SWT, pintu yang tiada duanya menuju Allah SWT. “Katakanlah, ‘Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni kalian.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Semoga Allah senantiasa mencurahkan shalawat, salam, dan keberkahan atas beliau, ahli baytnya, para sahabatnya, para tabi‘in dan pengikut-pengikut mereka dalam kebajikan hingga hari Kiamat.
Semoga sejak pelajaran yang lalu kita semua telah memantapkan langkah untuk menguasai nafsu kita. Berhadats, engkau kembali mengambil air wudhu. Atau janabah, engkau pun mandi hadats besar untuk menghilangkannya. Engkau telah menguasai hatimu dalam perkara penampilan lahirmu atau engkau sudah berusaha melakukan semua itu dan kini engkau tengah berada di jalan menuju itu semua.
Pada pelajaran kali ini, ada dua penguasaan yang mesti engkau perhatikan dan terapkan dalam keseharianmu, sehingga keduanya akan dapat menolong dan membantumu dalam pendakianmu kepada derajat yang lebih tinggi dalam perkara ini (meniti jalan menuju Allah SWT). Yakni, pertama, penguasaan diri dalam hal kesucian lahir. Dan kedua, penguasaan diri dalam perkara mengatur waktu dalam menjalankan aktivitas keseharian kita.
Pada pelajaran yang lalu kita telah sama-sama berbicara bahwa penguasaan diri terhadap kesucian lahir memiliki kaitan yang sangat erat dan tak terpisahkan dengan penerangan terhadap perkara-perkara bathin (ruhani). Dan kesucian bathin berkaitan erat dengan meminimkan makanan, tidur, dan pembicaraan. Namun yang demikian itu, guru-guru kita — semoga Allah memberikan balasan terindah kepada mereka semua atas segala jasa mereka kepada kita — mengatakan, sedikit makan, tidur, dan berbicara tidaklah dapat diterapkan dan dilakukan secara spontan dan tiba-tiba begitu saja.
Penguasaan Diri dalam Hal Makan
Penguasaan diri terhadap makanan tidaklah datang secara tiba-tiba atau dilakukan secara spontan tanpa latihan dan pembiasaan sebelumnya.Tidak mungkin dalam sehari-semalam seseorang dapat mengubah pola makannya menjadi satu suap begitu saja. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya agama ini adalah agama yang kokoh, maka masuklah ke dalamnya dengan kelemahlembutan. Karena sesungguhnya perjalanan tanpa henti itu tidak akan pernah menyampaikan kepada tujuan dan tidak pula membuat punggung nyaman karenanya.”
Lalu langkah apa yang harus dilakukan agar hal ini berhasil?
Pertama, berlatih untuk melakukan puasa. Pada saat puasa itulah kita berusaha untuk sederhana ketika berbuka, mencoba untuk makan dua kali, yakni ketika berbuka dan sahur, dan kita belajar menyederhanakan macam-macam makanan pada keduanya.
Kedua, pada majelis yang lalu kita telah berkata, “Aku akan berhenti makan di saat masih berselera terhadapnya.” Kita meninggalkannya karena Allah SWT.
Ketiga, kita meningkat lagi dalam pembelajaran ini, yaitu dengan mengurangi jumlah atau kuantitas makanan yang kita makan dalam sekali makan. Kemudian kita membiasakan diri untuk mengurangi yang kita inginkan dengan cara lebih mengutamakan yang kita tidak berselera terhadapnya daripada yang kita berselera terhadapnya. Demikianlah kaitannya dengan makanan.
Penguasaan Diri dalam Hal Tidur
Berapa jam engkau tidur dari sehari semalam? Mari kita menata segala urusan kita. Bukankah kita telah mengatakan bahwa kita semua adalah muridul akhirah (pengharap negeri akhirat).
Seorang murid peniti jalan menuju Allah yang tidak tahu berapa lama mesti ia tidur dan berapa lama seharusnya ia jaga, bukanlah ia seorang murid.
Berapa jamkah yang cukup untukmu? Delapan jam? Lebih dari delapan jam, ini sama sekali tidak dapat diterima. Lebih dari delapan jam untuk tidur dari dua puluh empat jam tidaklah mungkin diterima bagi seorang muslim awam, terlebih lagi seorang murid peniti jalan menuju Allah SWT.
Akan tetapi, bagi orang yang terbiasa tidak mengatur waktunya, kami katakan, “Mulailah dengan dari delapan jam untuk waktu tidur.” Adapun yang sudah terbiasa, mulailah dari enam jam, niscaya itu sudah cukup baginya. Namun, bila engkau tidak mampu untuk melakukannya, mulailah dari delapan jam, kemudian setelah itu kurangi seperempat jam.
Setelah satu bulan berlalu dan engkau kuasai dirimu dengan delapan jam waktu untuk tidur ini maknanya bahwa engkau telah membiasakan tubuhmu untuk cukup dengan delapan jam untuk waktu tidur. Maknanya, engkau telah memiliki kemampuan tidur tidak melebihi waktu yang ditentukan. Karena melebihi dari kadar tertentu yang telah ditentukan untuk tidur akan menimbulkan kelemahan pada jiwa. Karenanya jiwa pun akan menjadi lemah, dan lahirlah malas, enggan, tidak bersemangat, dan terus semakin lemah semangatnya.
Jangan pernah ada delapan jam setengah atau delapan jam seperempat berlalu dari dirimu dalam satu bulan itu sampai melekat keteraturan itu pada dirimu dan nafsumu menjadi terbiasa dengannya. Setelah itu, kurangi lagi seperempat jam….
Saat ini engkau adalah seorang yang terikat dan teratur dengan waktu. Bagimu sudah ada perbedaan antara tidur setengah jam dan seperempat jam. Sebelum itu, mungkin engkau tidur setengah jam atau seperempat jam melebihi kadar tertentu tidak ada masalah. Akan tetapi sekarang tidak demikian halnya. Sekarang engkau adalah seorang peniti jalan menuju Allah SWT. Seperempat jam teramat berharga untukmu. Karenanya kurangilah seperempat jam dari waktu tidurmu. Demikian seterusnya hinga dikurangi seperempat jam yang kedua, ketiga, dan seterusnya hingga sampai kepada enam jam. Ketahuilah, pertengahan tidur bagi seorang salik adalah enam jam. Dan bila engkau memiliki semangat yang lebih tinggi lagi setelah terbiasa dengan itu, boleh juga engkau kurangi lagi seperempat jam.
Perhatikan! Seperempat jam yang engkau kurangi ini dan seperempat jam berikutnya hingga sampai kepada enam jam haruslah disertai pula dengan hari yang tertata. Dalam arti bahwa seperempat jam yang engkau kurangi dari waktu tidurmu itu haruslah engkau pergunakan untuk kegiatan berharga untuk mengisinya, dan jangan engkau isi dengan kebingungan atau kesia-siaan membuang-buang waktu percuma.
Sebagian anak muda berkata, “Mari kita pergi menghabiskan waktu!”
Sesungguhnya engkau tidaklah diciptakan untuk membuang dan menghabis-habiskan waktu. Sesungguhnya engkau diciptakan untuk meraih keberuntungan kekayaan waktu. Seorang murid akan merasa napasnya bernilai apabila napasnya berlalu dalam dzikir, dakwah kepada Allah SWT, atau memberikan manfaat lain bagi hamba-hamba Allah SWT.
Bila engkau dapat memenuhi aktivitas di siang hari dengan perbuatan-perbuatan yang semestinya, niscaya engkau akan dapat menata waktu-waktu tidurmu. Akan tetapi bila engkau biarkan waktu jagamu terbuang begitu saja, sudah barang tentu engkau tidak akan pernah dapat menata tidurmu selama-lamanya. Antara keduanya terdapat hubungan, keseimbangan, dan saling menyempurnakan. Di saat engkau menata waktu jagamu, niscaya engkau akan merasa butuh untuk menyedikitkan waktu tidurmu. Dari sana terciptalah penguasaan diri dalam hal menyedikitkan tidur.
Perhatikan baik-baik! Jangan engkau beranjak dengan semangat yang menggebu-gebu kemudian engkau putuskan bahwa mulai malam ini engkau akan mengurangi waktu tidurmu dari sepuluh jam menjadi dua jam, misalnya. Perkara suluk ini tidaklah demikian adanya, melainkan semuanya dilakukan dengan bertahap dan perlahan.
Segala puji bagi dan hanya milik Allah SWT dengan pujian hamba yang tenggelam dalam karunia-Nya, kebajikan-Nya, kemurahannya, dan pemberian-Nya, pujian hamba yang teramat lemah dari menunaikan syukur kepada-Nya atas segala nikmat dan karunia-Nya, pujian hamba yang mengakui dengan segala keteledorannya serta buruk dan kejinya segala amal dan keberanian dirinya dalam berbuat kedurhakaan terhadap-Nya, pujian hamba yang penuh harap kepada karunia Allah, kebajikan-Nya, dan juga kemurahan-Nya.
Shalawat serta salam semoga senantiasa Allah curahkan dan limpahkan kepada penghulu dan junjungan kita, Sayyidina Muhammad, insan paling agung dalam menunjukkan jalan menuju Allah SWT, pintu yang tiada duanya menuju Allah SWT. “Katakanlah, ‘Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni kalian.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Semoga Allah senantiasa mencurahkan shalawat, salam, dan keberkahan atas beliau, ahli baytnya, para sahabatnya, para tabi‘in dan pengikut-pengikut mereka dalam kebajikan hingga hari Kiamat.
Semoga sejak pelajaran yang lalu kita semua telah memantapkan langkah untuk menguasai nafsu kita. Berhadats, engkau kembali mengambil air wudhu. Atau janabah, engkau pun mandi hadats besar untuk menghilangkannya. Engkau telah menguasai hatimu dalam perkara penampilan lahirmu atau engkau sudah berusaha melakukan semua itu dan kini engkau tengah berada di jalan menuju itu semua.
Pada pelajaran kali ini, ada dua penguasaan yang mesti engkau perhatikan dan terapkan dalam keseharianmu, sehingga keduanya akan dapat menolong dan membantumu dalam pendakianmu kepada derajat yang lebih tinggi dalam perkara ini (meniti jalan menuju Allah SWT). Yakni, pertama, penguasaan diri dalam hal kesucian lahir. Dan kedua, penguasaan diri dalam perkara mengatur waktu dalam menjalankan aktivitas keseharian kita.
Pada pelajaran yang lalu kita telah sama-sama berbicara bahwa penguasaan diri terhadap kesucian lahir memiliki kaitan yang sangat erat dan tak terpisahkan dengan penerangan terhadap perkara-perkara bathin (ruhani). Dan kesucian bathin berkaitan erat dengan meminimkan makanan, tidur, dan pembicaraan. Namun yang demikian itu, guru-guru kita — semoga Allah memberikan balasan terindah kepada mereka semua atas segala jasa mereka kepada kita — mengatakan, sedikit makan, tidur, dan berbicara tidaklah dapat diterapkan dan dilakukan secara spontan dan tiba-tiba begitu saja.
Penguasaan Diri dalam Hal Makan
Penguasaan diri terhadap makanan tidaklah datang secara tiba-tiba atau dilakukan secara spontan tanpa latihan dan pembiasaan sebelumnya.Tidak mungkin dalam sehari-semalam seseorang dapat mengubah pola makannya menjadi satu suap begitu saja. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya agama ini adalah agama yang kokoh, maka masuklah ke dalamnya dengan kelemahlembutan. Karena sesungguhnya perjalanan tanpa henti itu tidak akan pernah menyampaikan kepada tujuan dan tidak pula membuat punggung nyaman karenanya.”
Lalu langkah apa yang harus dilakukan agar hal ini berhasil?
Pertama, berlatih untuk melakukan puasa. Pada saat puasa itulah kita berusaha untuk sederhana ketika berbuka, mencoba untuk makan dua kali, yakni ketika berbuka dan sahur, dan kita belajar menyederhanakan macam-macam makanan pada keduanya.
Kedua, pada majelis yang lalu kita telah berkata, “Aku akan berhenti makan di saat masih berselera terhadapnya.” Kita meninggalkannya karena Allah SWT.
Ketiga, kita meningkat lagi dalam pembelajaran ini, yaitu dengan mengurangi jumlah atau kuantitas makanan yang kita makan dalam sekali makan. Kemudian kita membiasakan diri untuk mengurangi yang kita inginkan dengan cara lebih mengutamakan yang kita tidak berselera terhadapnya daripada yang kita berselera terhadapnya. Demikianlah kaitannya dengan makanan.
Penguasaan Diri dalam Hal Tidur
Berapa jam engkau tidur dari sehari semalam? Mari kita menata segala urusan kita. Bukankah kita telah mengatakan bahwa kita semua adalah muridul akhirah (pengharap negeri akhirat).
Seorang murid peniti jalan menuju Allah yang tidak tahu berapa lama mesti ia tidur dan berapa lama seharusnya ia jaga, bukanlah ia seorang murid.
Berapa jamkah yang cukup untukmu? Delapan jam? Lebih dari delapan jam, ini sama sekali tidak dapat diterima. Lebih dari delapan jam untuk tidur dari dua puluh empat jam tidaklah mungkin diterima bagi seorang muslim awam, terlebih lagi seorang murid peniti jalan menuju Allah SWT.
Akan tetapi, bagi orang yang terbiasa tidak mengatur waktunya, kami katakan, “Mulailah dengan dari delapan jam untuk waktu tidur.” Adapun yang sudah terbiasa, mulailah dari enam jam, niscaya itu sudah cukup baginya. Namun, bila engkau tidak mampu untuk melakukannya, mulailah dari delapan jam, kemudian setelah itu kurangi seperempat jam.
Setelah satu bulan berlalu dan engkau kuasai dirimu dengan delapan jam waktu untuk tidur ini maknanya bahwa engkau telah membiasakan tubuhmu untuk cukup dengan delapan jam untuk waktu tidur. Maknanya, engkau telah memiliki kemampuan tidur tidak melebihi waktu yang ditentukan. Karena melebihi dari kadar tertentu yang telah ditentukan untuk tidur akan menimbulkan kelemahan pada jiwa. Karenanya jiwa pun akan menjadi lemah, dan lahirlah malas, enggan, tidak bersemangat, dan terus semakin lemah semangatnya.
Jangan pernah ada delapan jam setengah atau delapan jam seperempat berlalu dari dirimu dalam satu bulan itu sampai melekat keteraturan itu pada dirimu dan nafsumu menjadi terbiasa dengannya. Setelah itu, kurangi lagi seperempat jam….
Saat ini engkau adalah seorang yang terikat dan teratur dengan waktu. Bagimu sudah ada perbedaan antara tidur setengah jam dan seperempat jam. Sebelum itu, mungkin engkau tidur setengah jam atau seperempat jam melebihi kadar tertentu tidak ada masalah. Akan tetapi sekarang tidak demikian halnya. Sekarang engkau adalah seorang peniti jalan menuju Allah SWT. Seperempat jam teramat berharga untukmu. Karenanya kurangilah seperempat jam dari waktu tidurmu. Demikian seterusnya hinga dikurangi seperempat jam yang kedua, ketiga, dan seterusnya hingga sampai kepada enam jam. Ketahuilah, pertengahan tidur bagi seorang salik adalah enam jam. Dan bila engkau memiliki semangat yang lebih tinggi lagi setelah terbiasa dengan itu, boleh juga engkau kurangi lagi seperempat jam.
Perhatikan! Seperempat jam yang engkau kurangi ini dan seperempat jam berikutnya hingga sampai kepada enam jam haruslah disertai pula dengan hari yang tertata. Dalam arti bahwa seperempat jam yang engkau kurangi dari waktu tidurmu itu haruslah engkau pergunakan untuk kegiatan berharga untuk mengisinya, dan jangan engkau isi dengan kebingungan atau kesia-siaan membuang-buang waktu percuma.
Sebagian anak muda berkata, “Mari kita pergi menghabiskan waktu!”
Sesungguhnya engkau tidaklah diciptakan untuk membuang dan menghabis-habiskan waktu. Sesungguhnya engkau diciptakan untuk meraih keberuntungan kekayaan waktu. Seorang murid akan merasa napasnya bernilai apabila napasnya berlalu dalam dzikir, dakwah kepada Allah SWT, atau memberikan manfaat lain bagi hamba-hamba Allah SWT.
Bila engkau dapat memenuhi aktivitas di siang hari dengan perbuatan-perbuatan yang semestinya, niscaya engkau akan dapat menata waktu-waktu tidurmu. Akan tetapi bila engkau biarkan waktu jagamu terbuang begitu saja, sudah barang tentu engkau tidak akan pernah dapat menata tidurmu selama-lamanya. Antara keduanya terdapat hubungan, keseimbangan, dan saling menyempurnakan. Di saat engkau menata waktu jagamu, niscaya engkau akan merasa butuh untuk menyedikitkan waktu tidurmu. Dari sana terciptalah penguasaan diri dalam hal menyedikitkan tidur.
Perhatikan baik-baik! Jangan engkau beranjak dengan semangat yang menggebu-gebu kemudian engkau putuskan bahwa mulai malam ini engkau akan mengurangi waktu tidurmu dari sepuluh jam menjadi dua jam, misalnya. Perkara suluk ini tidaklah demikian adanya, melainkan semuanya dilakukan dengan bertahap dan perlahan.
pengendalian nafsu
ni adalah buah dari perjalanan menuju Allah SWT. Yakni
buah perjalanan yang kita harapkan akan dapat menembus batas adat
kebiasaan nafsumu, dan ini lebih penting daripada karamah-karamah,
seperti si Fulan bisa terbang atau berjalan di atas air.
Kisah Imam Malik yang telah lalu pada pelajaran sebelumnya, kesemuanya adalah pada masalah mengalahkan nafsu dalam meniti jalan menuju Allah SWT. Imam Malik RA telah sampai pada batas kemampuan untuk menguasai nafsunya. Imam Malik telah keluar dari kebiasaan dan menembus batas adat kebiasaan manusia pada umumnya.
Para ulama menyebutkan bahwa di majelisnya, di Raudhah, bila ingin menyampaikan pelajaran tentang hari-hari Arab atau syair-syairnya, Imam Malik mengajarkannya begitu saja. Akan tetapi apabila hendak mengajarkan ihwal hadits Rasulullah SAW atau dimintai suatu hadits Nabi SAW, Imam Malik RA mandi terlebih dahulu, memakai wewangian, dan mengenakan pakaian terbaik yang ia miliki, kemudian duduk dan berkata, “Nafi` telah menuturkan kepadaku dari Ibnu Umar dari yang bersemayam di makam ini SAW… — hadits musalsal, yang jalur ini dikenal dengan assilsilatudz-dzahabiyyah (jalur emas), yakni riwayat Imam Malik dari Nafi` dari Ibnu Umar.”
Suatu hari Imam Malik menyampaikan hadits Nabi SAW, tiba-tiba tampak wajahnya berubah menjadi pucat dan memerah, keringat pun bercucuran di wajahnya. Akan tetapi Sayyidina Imam Malik tidak menghentikan pelajarannya menyampaikan hadits Rasulullah SAW hingga selesai.
Setelah usai menyampaikan hadits Nabi SAW, Imam Malik berkata kepada salah satu murid yang jaraknya paling dekat dari tempatnya duduk, “Coba lihat apa yang ada di balik bajuku ini.”
Murid itu pun dengan segera melihat punggung Imam Malik, ternyata betapa terkejutnya si murid karena ia mendapati seekor kalajengking telah menggigit punggung Imam Malik dengan tujuh belas gigitan di tempat yang berbeda. Murid-murid pun terperanjat menyaksikan kejadian itu. Mereka berkata, “Wahai Guru, mengapa engkau tidak memberi tahu kami ketika kalajengking itu baru menggigitmu?”
Imam Malik berkata, “Sungguh aku teramat malu untuk memotong hadits Rasulullah SAW hanya karena sengatan kalajengking.”
Bila saja lalat hinggap di hidungmu di saat shalat, apakah gerangan yang akan engkau lakukan?
Sebagian orang akan berkata, “Ini sudah di luar batas kebiasaan…ini tidak mungkin!!”
Benar, sungguh aku memahami dan mengetahui mengapa akalmu tidak dapat menerima ini semua. Karena engkau belum meniti jalan menuju Allah SWT. Bila saja engkau sudah meniti jalan ini dan engkau telah melewati tahapan dari dikalahkan nafsu kepada tahapan engkau yang mengalahkan nafsumu, niscaya engkau akan sangat memahami dengan baik bagaimana mereka dapat dan mampu menguasai nafsu-nafsu mereka.
Aku ingin kembali menyebutkan kisah berkaitan dengan pembahasan kita kali ini. Kisah ini terjadi ketika aku berusia kurang lebih empat belas tahun. Jangan engkau berkata, “Tentu saja Imam Malik adalah generasi pertama kalangan salafush shalih, untuk zaman ini siapa yang mampu berlaku seperti itu?”
Perhatikanlah, aku akan menceritakan satu kisah kepada kalian. Ketika aku berusia empat belas atau enam belas tahun kala itu, aku ikut serta bersama guruku, Habib Abdul Qadir Assegaf, salah seorang guru besarku di antara guru-guruku yang aku mengambil ilmu dari mereka. Setelah usai mengikuti salah satu majelis shalawat, kami pun keluar dari majelis dan kembali ke mobil.
Setelah menutup pintu depan mobil, aku pun masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang guruku, Habib Abdul Qadir.
Belum lagi berangkat, seorang muhibbin datang tergopoh-gopoh, membuka pintu mobil dan meminta doa kepada beliau. Setelah didoakan, muhibbin itu pun mencium tangan Guru dan menutup kembali pintu mobil.
Baru pergi beberapa langkah, muhibbin itu kembali lagi dan mengetuk kaca mobil.
Sopir pun menurunkan kaca mobil.
Muhibbin itu kembali berbicara sesuatu kepada guruku dan guruku menanggapinya dengan sebaik-baiknya.
Setelah pembicaraan usai, muhibbin itu pun mohon diri dan melangkah pergi dan tak lagi terlihat. Maka sopir sudah kembali merapatkan kaca mobil, tapi tiba-tiba guruku berkata, “Ali!”
Aku menjawab, “Labbaik.”
“Sepertinya orang tadi menutup pintu mengenai jemariku sebelum sopir menurunkan jendela mobil.”
Aku pun segera turun dan keluar dari mobil dan membuka pintu mobil. Ternyata darah bercucuran dari jari-jemari guruku. Aku pun berkata kepada beliau, “Guru, mengapa engkau tidak memberitahukan kepada orang tadi ketika baru menutup pintu, melainkan engkau membiarkannya (bahkan) hingga orang tadi kembali datang dan usai panjang lebar berbicara denganmu?”
“Bila aku memberitahukannya, pasti hal itu akan terasa sangat berat baginya ketika tahu bahwa ia menutup pintu mengenai jari-jemariku.”
Apakah kita telah sampai pada makna-makna yang teramat halus dan lembut dalam perihal muamalah seperti ini? Ini akan menjadi pembahasan tersendiri insya Allah pada pelajaran yang akan datang.
Yang menjadi bukti dari kisah ini dalam pembahasan kita kali ini adalah bagaimana beliau mampu menguasai dirinya bahkan sampai pada rasa. Tabiat yang ada pada manusia pada umumnya, ketika ada sesuatu menimpa tangannya, misalkan, ia akan berkata, “Awwh!!
Ungkapan “awwh!!” seperti ini sudah menjadi pembawaan tabiat kita sebagai manusia. Akan tetapi, bagaimana beliau, yang juga seorang manusia, dan bukan dari generasi awal, para sahabat, bukan pula dari generasi kedua, para tabi`in, bukan pula dari generasi ketiga, para tabi`it tabi`in, serta bukan pula dari generasi keempat, tidak pula kelima atau keenam, melainkan dari generasi kita, yang kita hadir dan duduk bersamanya? Bagaimana beliau mampu mengalahkan nafsunya?
Ini adalah buah dari perjalanan menuju Allah SWT. Yakni buah perjalanan yang kita harapkan akan dapat menembus batas adat kebiasaan nafsumu, yang lebih penting daripada karamah-karamah, seperti si Fulan bisa terbang atau berjalan di atas air.
Kita mengimani bahwa yang demikian itu benar adanya dan bahwa Allah menganugerahkan itu semua kepada para shalihin. Akan tetapi hal-hal semacam itu bukanlah hakikat karamah, melainkan gambaran dari karamah. Hakikat karamah yang sesungguhnya adalah bahwa engkau mampu menembus batas adat kebiasaan nafsumu sehingga engkau dapat menguasai dan mengendalikan nafsumu karena Allah SWT.
Bila hidup seperti ini, niscaya engkau akan dapat menjadi seorang salik, peniti jalan menuju Allah SWT.
Apa kaitannya persoalan ini dengan pembahasan yang sedang kita bicarakan?
Di awal pelajaran ini, kita telah berbicara tentang pakaian dan mendawamkan wudhu, ini berarti kita sedang masuk kepada pembasan penguasaan nafsu. Dan itu merupakan permulaan dari perkara-perkara sederhana yang berkaitan dengan suluk menuju Allah SWT namun terasa berat bagi nafsu untuk menjalaninya.
Malas? Berdiri, dan ambillah wudhu. Ngantuk? Berdiri dan ambillah wudhu. Berhadats? Di hadapanmu tersedia tempat wudhu. Alhamdulillah, engkau tidak dituntut untuk menimba air dari sumur agar dapat berwudhu seperti halnya orang-orang dahulu. Engkau hanya cukup menggerakkan keran. Seberat apakah hal itu untuk engkau lakukan?
Lantas apa yang menyebabkan berat di saat engkau mengambil air wudhu?
Penyebabnya adalah keengganan nafsu yang ada dalam dirimu. Karenanya, lawan, perangi, dan kekang nafsumu pada segala apa yang berat bagi nafsumu dari perkara-perkara yang sederhaa seperti itu.
Lihatlah, ini semua adalah permulaan-(bidayah)-nya. Jalani semua ini agar kelak engkau dapat sampai kepada ujung (nihayah)-nya, sebagaimana kisah Imam Malik dan Habib Abdul Qadir Assegaf tersebut. Aku telah menyebutkan permulaannya dan juga ujungnya, agar engkau dapat mengetahui ke manakah sesungguhnya engkau berjalan. Apakah engkau sudah mengendalikan nafsumu agar dapat menjaga wudhu, menjaga thaharah, menjaga kebersihan, dan menjaga hatimu dalam penampilanmu sehingga sedapat mungkin berpakaian hanya sebatas kemampuanmu?
Perhatikanlah perkara ini dan tanggunglah beban dan kesulitan sederhana ini, agar engkau dapat menanggung beban dan kesulitan yang besar nantinya. Setelah itu, tanpa beban dan kesulitan, semuanya akan menjadi kenikmatan. Sesuatu yang kita pandang di luar adat kebiasaan dalam menanggung beban, rasa sakit, dan perih, seperti yang mereka rasakan, sesungguhnya bagi mereka itu adalah kenikmatan mendapatkan ridha Allah SWT. Cari dan gapailah semua itu. Sesungguhnya semua itu, demi Allah, dan aku tidak ingin banyak bersumpah, akan tetapi di sini aku bersumpah, sungguh diciptakan untukmu. Ini semua tidaklah diciptakan untuk para sadat kita semua dari kalangan malaikat —‘alaihimus-salam, karena sesungguhnya mereka telah diciptakan dengan sifat taat kepada Allah SWT. Mereka tidak memiliki nafsu. Ini semuanya tercipta untukmu, semua derajat-derajat ini pun diciptakan untukmu. Dan semua karunia agung ini, kalianlah yang dimaksudkan untuk mendapatkan dan meraihnya.
Engkaulah dzat sesungguhnya yang ditiupkan kepadanya dari ruh Allah SWT. Pada dirimu terdapat hati yang padanya terdapat nur-nur La ilaha illallah.
Tahukah engkau nilai dari semua ini?
Engkau berjalan di atas bumi dengan jasad yang kecil, yang jasad itu bukanlah sesuatu apa pun di hadapan alam semesta. Wahai yang teramat kecil, wahai titik yang ada di alam semesta, atau lebih kecil lagi dari titik, ketahuilah bahwa pada dirimu terdapat sesuatu yang sendainya semua lapis langit dan bumi ini diletakkan di telapak tangan yang satu, dan sesuatu yang ada pada dirimu itu diletakkan pada telapak tangan yang lain, niscaya sesuatu yang diletakkan pada telapak tangan lainnya itu akan lebih berat dibandingkan semua lapis langit dan bumi. Sesuatu itu adalah La ilaha illallah.
Wahai yang di hatinya terdapat cahaya-cahaya La ilaha illallah, jangan anggap remeh anugerah ini. Dan makna “jangan menganggap remeh anugerah ini” adalah jangan menganggap perjalanan menuju Allah sebagai beban sehingga engkau berkata, “Tidak!”
Sesungguhnya makna suluk menuju Allah SWT ini untukmu, diciptakan untuk dirimu, dan ia pun berada dalam kesanggupan serta kemampuanmu.
Pahamilah dengan pemahaman yang benar firman Allah SWT, “Tidaklah Allah memberikan taklif (beban syari’at) kepada suatu jiwa kecuali sekadar kemampuannya.” – QS Al-Baqarah: 286. Sebagian orang memahami firman Allah ini dengan kebalikannya. Ia berkata, “Allah tidak memberikan taklif kepada suatu jiwa kecuali sekadar kemampuannya”, karenanya aku tidak melakukan, karena aku tidak mampu melakukannya.
Ketahuilah, sesungguhnya Allah telah memberimu taklif, dan tidaklah Allah memberikan taklif kepadamu kecuali taklif itu dalam batas kemampuanmu. Jadi pemahaman ayat ini sebagaimana ungkapannya, yakni, “Tidaklah Allah memberikan taklif kepada suatu jiwa kecuali dengan kadar kemampuannya.”
Kisah Imam Malik yang telah lalu pada pelajaran sebelumnya, kesemuanya adalah pada masalah mengalahkan nafsu dalam meniti jalan menuju Allah SWT. Imam Malik RA telah sampai pada batas kemampuan untuk menguasai nafsunya. Imam Malik telah keluar dari kebiasaan dan menembus batas adat kebiasaan manusia pada umumnya.
Para ulama menyebutkan bahwa di majelisnya, di Raudhah, bila ingin menyampaikan pelajaran tentang hari-hari Arab atau syair-syairnya, Imam Malik mengajarkannya begitu saja. Akan tetapi apabila hendak mengajarkan ihwal hadits Rasulullah SAW atau dimintai suatu hadits Nabi SAW, Imam Malik RA mandi terlebih dahulu, memakai wewangian, dan mengenakan pakaian terbaik yang ia miliki, kemudian duduk dan berkata, “Nafi` telah menuturkan kepadaku dari Ibnu Umar dari yang bersemayam di makam ini SAW… — hadits musalsal, yang jalur ini dikenal dengan assilsilatudz-dzahabiyyah (jalur emas), yakni riwayat Imam Malik dari Nafi` dari Ibnu Umar.”
Suatu hari Imam Malik menyampaikan hadits Nabi SAW, tiba-tiba tampak wajahnya berubah menjadi pucat dan memerah, keringat pun bercucuran di wajahnya. Akan tetapi Sayyidina Imam Malik tidak menghentikan pelajarannya menyampaikan hadits Rasulullah SAW hingga selesai.
Setelah usai menyampaikan hadits Nabi SAW, Imam Malik berkata kepada salah satu murid yang jaraknya paling dekat dari tempatnya duduk, “Coba lihat apa yang ada di balik bajuku ini.”
Murid itu pun dengan segera melihat punggung Imam Malik, ternyata betapa terkejutnya si murid karena ia mendapati seekor kalajengking telah menggigit punggung Imam Malik dengan tujuh belas gigitan di tempat yang berbeda. Murid-murid pun terperanjat menyaksikan kejadian itu. Mereka berkata, “Wahai Guru, mengapa engkau tidak memberi tahu kami ketika kalajengking itu baru menggigitmu?”
Imam Malik berkata, “Sungguh aku teramat malu untuk memotong hadits Rasulullah SAW hanya karena sengatan kalajengking.”
Bila saja lalat hinggap di hidungmu di saat shalat, apakah gerangan yang akan engkau lakukan?
Sebagian orang akan berkata, “Ini sudah di luar batas kebiasaan…ini tidak mungkin!!”
Benar, sungguh aku memahami dan mengetahui mengapa akalmu tidak dapat menerima ini semua. Karena engkau belum meniti jalan menuju Allah SWT. Bila saja engkau sudah meniti jalan ini dan engkau telah melewati tahapan dari dikalahkan nafsu kepada tahapan engkau yang mengalahkan nafsumu, niscaya engkau akan sangat memahami dengan baik bagaimana mereka dapat dan mampu menguasai nafsu-nafsu mereka.
Aku ingin kembali menyebutkan kisah berkaitan dengan pembahasan kita kali ini. Kisah ini terjadi ketika aku berusia kurang lebih empat belas tahun. Jangan engkau berkata, “Tentu saja Imam Malik adalah generasi pertama kalangan salafush shalih, untuk zaman ini siapa yang mampu berlaku seperti itu?”
Perhatikanlah, aku akan menceritakan satu kisah kepada kalian. Ketika aku berusia empat belas atau enam belas tahun kala itu, aku ikut serta bersama guruku, Habib Abdul Qadir Assegaf, salah seorang guru besarku di antara guru-guruku yang aku mengambil ilmu dari mereka. Setelah usai mengikuti salah satu majelis shalawat, kami pun keluar dari majelis dan kembali ke mobil.
Setelah menutup pintu depan mobil, aku pun masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang guruku, Habib Abdul Qadir.
Belum lagi berangkat, seorang muhibbin datang tergopoh-gopoh, membuka pintu mobil dan meminta doa kepada beliau. Setelah didoakan, muhibbin itu pun mencium tangan Guru dan menutup kembali pintu mobil.
Baru pergi beberapa langkah, muhibbin itu kembali lagi dan mengetuk kaca mobil.
Sopir pun menurunkan kaca mobil.
Muhibbin itu kembali berbicara sesuatu kepada guruku dan guruku menanggapinya dengan sebaik-baiknya.
Setelah pembicaraan usai, muhibbin itu pun mohon diri dan melangkah pergi dan tak lagi terlihat. Maka sopir sudah kembali merapatkan kaca mobil, tapi tiba-tiba guruku berkata, “Ali!”
Aku menjawab, “Labbaik.”
“Sepertinya orang tadi menutup pintu mengenai jemariku sebelum sopir menurunkan jendela mobil.”
Aku pun segera turun dan keluar dari mobil dan membuka pintu mobil. Ternyata darah bercucuran dari jari-jemari guruku. Aku pun berkata kepada beliau, “Guru, mengapa engkau tidak memberitahukan kepada orang tadi ketika baru menutup pintu, melainkan engkau membiarkannya (bahkan) hingga orang tadi kembali datang dan usai panjang lebar berbicara denganmu?”
“Bila aku memberitahukannya, pasti hal itu akan terasa sangat berat baginya ketika tahu bahwa ia menutup pintu mengenai jari-jemariku.”
Apakah kita telah sampai pada makna-makna yang teramat halus dan lembut dalam perihal muamalah seperti ini? Ini akan menjadi pembahasan tersendiri insya Allah pada pelajaran yang akan datang.
Yang menjadi bukti dari kisah ini dalam pembahasan kita kali ini adalah bagaimana beliau mampu menguasai dirinya bahkan sampai pada rasa. Tabiat yang ada pada manusia pada umumnya, ketika ada sesuatu menimpa tangannya, misalkan, ia akan berkata, “Awwh!!
Ungkapan “awwh!!” seperti ini sudah menjadi pembawaan tabiat kita sebagai manusia. Akan tetapi, bagaimana beliau, yang juga seorang manusia, dan bukan dari generasi awal, para sahabat, bukan pula dari generasi kedua, para tabi`in, bukan pula dari generasi ketiga, para tabi`it tabi`in, serta bukan pula dari generasi keempat, tidak pula kelima atau keenam, melainkan dari generasi kita, yang kita hadir dan duduk bersamanya? Bagaimana beliau mampu mengalahkan nafsunya?
Ini adalah buah dari perjalanan menuju Allah SWT. Yakni buah perjalanan yang kita harapkan akan dapat menembus batas adat kebiasaan nafsumu, yang lebih penting daripada karamah-karamah, seperti si Fulan bisa terbang atau berjalan di atas air.
Kita mengimani bahwa yang demikian itu benar adanya dan bahwa Allah menganugerahkan itu semua kepada para shalihin. Akan tetapi hal-hal semacam itu bukanlah hakikat karamah, melainkan gambaran dari karamah. Hakikat karamah yang sesungguhnya adalah bahwa engkau mampu menembus batas adat kebiasaan nafsumu sehingga engkau dapat menguasai dan mengendalikan nafsumu karena Allah SWT.
Bila hidup seperti ini, niscaya engkau akan dapat menjadi seorang salik, peniti jalan menuju Allah SWT.
Apa kaitannya persoalan ini dengan pembahasan yang sedang kita bicarakan?
Di awal pelajaran ini, kita telah berbicara tentang pakaian dan mendawamkan wudhu, ini berarti kita sedang masuk kepada pembasan penguasaan nafsu. Dan itu merupakan permulaan dari perkara-perkara sederhana yang berkaitan dengan suluk menuju Allah SWT namun terasa berat bagi nafsu untuk menjalaninya.
Malas? Berdiri, dan ambillah wudhu. Ngantuk? Berdiri dan ambillah wudhu. Berhadats? Di hadapanmu tersedia tempat wudhu. Alhamdulillah, engkau tidak dituntut untuk menimba air dari sumur agar dapat berwudhu seperti halnya orang-orang dahulu. Engkau hanya cukup menggerakkan keran. Seberat apakah hal itu untuk engkau lakukan?
Lantas apa yang menyebabkan berat di saat engkau mengambil air wudhu?
Penyebabnya adalah keengganan nafsu yang ada dalam dirimu. Karenanya, lawan, perangi, dan kekang nafsumu pada segala apa yang berat bagi nafsumu dari perkara-perkara yang sederhaa seperti itu.
Lihatlah, ini semua adalah permulaan-(bidayah)-nya. Jalani semua ini agar kelak engkau dapat sampai kepada ujung (nihayah)-nya, sebagaimana kisah Imam Malik dan Habib Abdul Qadir Assegaf tersebut. Aku telah menyebutkan permulaannya dan juga ujungnya, agar engkau dapat mengetahui ke manakah sesungguhnya engkau berjalan. Apakah engkau sudah mengendalikan nafsumu agar dapat menjaga wudhu, menjaga thaharah, menjaga kebersihan, dan menjaga hatimu dalam penampilanmu sehingga sedapat mungkin berpakaian hanya sebatas kemampuanmu?
Perhatikanlah perkara ini dan tanggunglah beban dan kesulitan sederhana ini, agar engkau dapat menanggung beban dan kesulitan yang besar nantinya. Setelah itu, tanpa beban dan kesulitan, semuanya akan menjadi kenikmatan. Sesuatu yang kita pandang di luar adat kebiasaan dalam menanggung beban, rasa sakit, dan perih, seperti yang mereka rasakan, sesungguhnya bagi mereka itu adalah kenikmatan mendapatkan ridha Allah SWT. Cari dan gapailah semua itu. Sesungguhnya semua itu, demi Allah, dan aku tidak ingin banyak bersumpah, akan tetapi di sini aku bersumpah, sungguh diciptakan untukmu. Ini semua tidaklah diciptakan untuk para sadat kita semua dari kalangan malaikat —‘alaihimus-salam, karena sesungguhnya mereka telah diciptakan dengan sifat taat kepada Allah SWT. Mereka tidak memiliki nafsu. Ini semuanya tercipta untukmu, semua derajat-derajat ini pun diciptakan untukmu. Dan semua karunia agung ini, kalianlah yang dimaksudkan untuk mendapatkan dan meraihnya.
Engkaulah dzat sesungguhnya yang ditiupkan kepadanya dari ruh Allah SWT. Pada dirimu terdapat hati yang padanya terdapat nur-nur La ilaha illallah.
Tahukah engkau nilai dari semua ini?
Engkau berjalan di atas bumi dengan jasad yang kecil, yang jasad itu bukanlah sesuatu apa pun di hadapan alam semesta. Wahai yang teramat kecil, wahai titik yang ada di alam semesta, atau lebih kecil lagi dari titik, ketahuilah bahwa pada dirimu terdapat sesuatu yang sendainya semua lapis langit dan bumi ini diletakkan di telapak tangan yang satu, dan sesuatu yang ada pada dirimu itu diletakkan pada telapak tangan yang lain, niscaya sesuatu yang diletakkan pada telapak tangan lainnya itu akan lebih berat dibandingkan semua lapis langit dan bumi. Sesuatu itu adalah La ilaha illallah.
Wahai yang di hatinya terdapat cahaya-cahaya La ilaha illallah, jangan anggap remeh anugerah ini. Dan makna “jangan menganggap remeh anugerah ini” adalah jangan menganggap perjalanan menuju Allah sebagai beban sehingga engkau berkata, “Tidak!”
Sesungguhnya makna suluk menuju Allah SWT ini untukmu, diciptakan untuk dirimu, dan ia pun berada dalam kesanggupan serta kemampuanmu.
Pahamilah dengan pemahaman yang benar firman Allah SWT, “Tidaklah Allah memberikan taklif (beban syari’at) kepada suatu jiwa kecuali sekadar kemampuannya.” – QS Al-Baqarah: 286. Sebagian orang memahami firman Allah ini dengan kebalikannya. Ia berkata, “Allah tidak memberikan taklif kepada suatu jiwa kecuali sekadar kemampuannya”, karenanya aku tidak melakukan, karena aku tidak mampu melakukannya.
Ketahuilah, sesungguhnya Allah telah memberimu taklif, dan tidaklah Allah memberikan taklif kepadamu kecuali taklif itu dalam batas kemampuanmu. Jadi pemahaman ayat ini sebagaimana ungkapannya, yakni, “Tidaklah Allah memberikan taklif kepada suatu jiwa kecuali dengan kadar kemampuannya.”
Kamis, Oktober 10, 2013
apa itu team?
Apa itu Tim ?
Tim hanyalah sebuah kelompok yang terdiri dari anggota aktif LegacyHits.com ( hingga 10 ) mencari untuk jaringan dengan satu sama lain dan mendapatkan keuntungan yang lebih besar berdasarkan aktivitas mereka secara keseluruhan .
Bagaimana cara bergabung Tim ?
Jika Anda belum menerima undangan dari Kapten Tim , Anda dapat meminta untuk bergabung dengan mengklik "Top Tim " tab . Pada kolom yang mengatakan " Join " , cukup klik " Tanyakan Kapten " setelah Anda telah menemukan sebuah Tim Anda tertarik Terserah Kapten Tim untuk menerima atau menolak permintaan Anda . Tim Kapten tidak dapat bergabung Tim luar mereka sendiri .
Bagaimana cara memulai Tim ?
Hanya Upgrade anggota memiliki pilihan untuk memulai Tim . Untuk membuat satu , cukup klik "Start Tim " tab , nama Tim , kemudian menelusuri " Top Members " daftar untuk jaringan dengan anggota pilihan Anda .
Bagaimana saya meninggalkan tim untuk lain?
Jika Anda termasuk Tim dan ingin meninggalkannya , Anda dapat melakukannya setiap saat dengan mengklik " My Team " tab dan mengklik " Tim Cuti " link .
Apa Activity Points ?
Kegiatan Poin mirip dengan skor yang menambahkan setiap minggu . Mereka didasarkan pada aktivitas Anda di LegacyHits.com . Untuk setiap 55 tampilan halaman Anda mendapatkan 1 Kegiatan titik untuk tim Anda .
Pada akhir minggu 1 Kegiatan Titik = 1 Bonus Kredit bagi Tim ! ( Tim Imbalan ) . Semakin aktif Anda dan sesama anggota tim Anda , semakin besar manfaat untuk Anda !
tim Imbalan
Tim imbalan datang dalam bentuk lalu lintas tambahan diberikan pada akhir setiap minggu . ( Minggu di tengah malam ) . Jumlah diberikan tergantung pada Poin Kegiatan keseluruhan masih harus dibayar oleh Tim selama seminggu .
( 1 Kegiatan Titik = 1 Bonus Kredit )
Kemenangan didistribusikan secara merata di antara anggota aktif Tim . Jika Anda tidak mendapatkan poin aktivitas dalam seminggu Anda tidak akan mendapatkan saham. Semakin besar dan lebih aktif Tim adalah , semakin besar penghargaan akan untuk tim dan semua anggotanya .
etiket
Sementara jaringan dengan anggota lain , harap berhati-hati bahwa kami bertujuan untuk mempertahankan profesional , ramah. Jangan menyalahgunakan chat atau pesan fitur ! Ini termasuk spamming , menyerang anggota lain , pelecehan , tidak senonoh , dll dan tidak dapat diterima . Pelecehan tersebut dapat menjamin penghapusan akun oleh administrator .
Tips untuk Tim Captains :
Memaksimalkan Efektivitas : Jumlah Kegiatan Poin menentukan penghargaan masing-masing Tim menerima pada akhir setiap minggu , sehingga dalam kepentingan terbaik dari Kapten Tim untuk jaringan dengan anggota yang paling aktif dan mengundang mereka untuk ambil bagian dalam tim Anda .
Setiap saat , anggota dapat meminta izin untuk bergabung dengan tim Anda . Sebagai Kapten Tim , Anda memiliki pilihan untuk menerima atau menolak permintaan . Atau, Anda juga memiliki pilihan untuk mengundang anggota pilihan Anda dengan browsing daftar Members Top atau menghapus anggota aktif setiap saat . Tim memiliki batas 10 anggota masing-masing , jadi pilihlah dengan bijak !
TAWASUL HIZB MAGHRIBI
1.ILA HADROTI SAYYIDINA MUHAMMADIN SHOLALLAHU ALAIHI WASALAM WA ALA
ALIHI WASH HABIHI WA AHLI BAITIHIL KIROM LAHUMUL,ALFATIHAH 3X
2WA ILA HADROTI SAYYIDINAA IBROHIIMA,WA SAYYIDINAA MUUSA,WA SAYYIDINAA
IISA,WA SAYYIDINAA NUUH.,WA SAYYIDINAA DAAWUD,WA SAYYIDINA
SULAIMAANA,WA JAMIIL ANBIYA'I WAL MURSALIN ALAIHIMUS SALAAMU LAHUMUL
ALFATIHAH..3 X
3.KHUSUSON ILA HADROTI NABIYYALLOOHU SULAIMAANA BIN DAAWUD ALAIHIMAS
SALAMU,ALFATIHAH.....3X
4.KHUSUSON ILA HADROTI SYEIKH ASHIF BIN BARKHIYA,ALFATIHAH..3X
5.WA ILA HADROTIJAMI'IL AULIYAA'I WASH SHOLIHIINA WAL ULAMAA'I AMILIINA.KHU
SUSON SULTHOONA AULIYA'I SAYYIDINAA SYEIKH ABDUL QODIR JAELANI,WA SYEIKH
AHMAD RIFA'I,WA SYEIKH AHMAD BADAWI,WA SYEIKH IMAM GHOZALI,WA SYEIKH
SAYYID MUHAMMAD HAQQIN NAAZILI, WA SYEIKH MUHYIDIN NAWAWI WA SYEIKH
IMAM TAA ZI WA SYEIKH II'SA BAROWI,WA SYEIKH AHMAD DAIROBI,WA SYEIKH
AHMAD LIMSANI,WA SYEIKH ABIL ABAS AHMAD ALBUNI,WA JAMI'IL MA SYA
YIKHINAA,WA USHULIHIM.WA FURU'IHIM WA AHLI SILSILATIHIM WA AKHIDZINA
MINHUM LAHUM AL FATIHAH....3X
6.WA ILA ARWAHI ABA'INA WA UMMAHA TINA,WA AJDADINA,WA AJDADINA WA JAD
DATINA,WA IKHWAANINA WA AKHWATINA,WA AQRIBAA'INA.WA AQWANINA,WA ASH
HAA BINAA,WA AH BABINAA,WA AULADIINA,WA TALAA MIDINAA,WA AT BABA'INA
WA'A'WANINA WA ZAU ZATINA WA ASH HAARINA WA AHLI QORYATINAA WA AHLI
BALADINA WA ULAMA'IINA WA JAMI'IL MAN AMILA HADZI HIL AYAATSYARIFA BI
HADZIHIL KAIFIYAH WA MAN A'NAANA ALAIHA ILA YAUMIL QIYAMAH WALI AHLIL
MU'MINI WAL MU'MINATI AL AHYA'IMINHUM WAL AMWATI MIN MASYARIQI ILA
MAGHORIBIHA WAMIN YAMINI HAA ILA SYIMALIHA WAMIN QOOFIN ILA QOFIN MIN
LADUN ADAMA ILA YAUMIL QIYAMATI LAHUMUL ALFATIHAH...3X
7.TSUMMA ILA HADROTI ANDRIAN WIBAWA KUSUMA SHOHIBIL IJAZATIL ALFATIHAH..
..3X
8.TSUMMA ILA HADROTI FIRMANSYAH SHOHIBIL IJAAZATIL ALFATIHAH....3X
9.BINIYYATIL QOBUULI WAL WUSHUULI WA HUSHULI TAMAA MI KULLA SUULI WA
MA'MUL WA SHOLA HI SYAANI DHOOHIRON,WA BAATHINAN FI DIINI WAD DUNYA
WAL AKHIROH DAFIATAN LI KULLA SYSRROJA LIBATAN LI KULLA KHOIRON LA NAA
NALI AUTADINA WALI ZAU JATINA WATA'ALAA MI DZINA,WA MASYAYIKINA
SHOHIBALJAZAH MA'ALLUTTHFI WA A'FIYAH WA ALA NIYYATI ANNALLOHA YAQDI
HAWA IJANA WA HAWA IZA AULADINAA WA ZAU JATINA WATA'ALAAMIDZINA WA
ADHYAFANAA WA JAMIIL AURODA BIHADZIHIL KAIFIYAH WA ALAANIYYATI
ANNALLOOHA YUKTSIRU AULADANA WATA'ALAA MIDZANA WA AMWALANA
WA'A'WANANAWA ADH YAFANA FI KULLA YAUMIN WA LAI LATIN WA SAATIN MIN
JAMIIL AFAQI MIN YAUMINA HADZA ILA YAUMID DIINI WA ALA NIYYATI ANNALOOHA
JA'ALA MA'HAD PADEPOKAN SUMERAH DIRI MA'HADAN MUBAROKAN MASYHURON
MUAYYADAN MAN SHURON KA TSURO WANAJA.A TALA MII DZUHU MUNTASYIRON FII
JAMIIL BULDANI BI JAHI SAYYIDINA WA LADI ADNANI SAYYIDINA WA MAULANA
MUHAMMADIN SHOLALLOHU ALAIHI WASALAM,DZISSYAFAAH WA SHOHIBIL
DZAWIS
SAYADAH WASAYYIDINA ABIL ABAS KHIDIR BALYA BIN MALKAN,ALAIHIS SALAM
DZIL ISTIQOMAH,WA SAYYIDINA ABDULQODIR ZAILANI WAL IMAMUL GHOZALI WA
SYEKH ABI HASAN SYADZILI WAJAMIIL AULIYAIKA RODIYALLOHU ANHUM DZAWIL
KAROMAH WASYEIKH SYARIF HIDAYATULLOHI CIREBON,WA JAMIIL ASH HABIHI WA
SHOLALLAHU ALA SAYYIDINA MUHAMMADI WA ALIHI WA SHOHBIHI WABARIK
WASALLAM,ALFATIHAH...3X
Rabu, Oktober 09, 2013
LegacyHits.com FAQ
LegacyHits.com FAQ
Apa yang dimaksud dengan pertukaran lalu lintas ?
Pertukaran lalu lintas adalah layanan online
di mana pemilik situs web lalu lintas perdagangan .
Anggota lain dari LegacyHits.com akan
melihat situs web Anda ketika Anda mengunjungi
situs anggota lainnya .
Legacyhits.com lalu lintas pertukaran menganggap
sendiri merupakan komunitas sosial dan
konten harus sesuai
semua situs hanya ages.English diperbolehkan .
Bagaimana Saya Menerima Hit ?
Klik ' Surf' pada menu member area
untuk mulai melihat situs dari anggota lain .
Anda akan mendapatkan kredit untuk setiap situs yang Anda lihat .
Situs Anda akan menerima satu hit untuk setiap kredit
yang Anda tetapkan untuk situs Anda .
Bagaimana cara Cari Nomor ID saya ?
Cukup Klik pada Legacy Tab Promosikan dan ini Terletak di URL Referral Anda
Bagaimana Saya Berhenti Mendapatkan Misclicks ? Silahkan Klik Disini
Bagaimana Saya Mendapatkan My Picture untuk Show Up di Legacy obrolan ?
Silakan gunakan alamat email yang Anda daftarkan di Legacyhits menghubungkan ke gambar Anda di gravatar.com ini akan membuat gambar menunjukkan Anda di Legacyhits .
Berikut adalah langkah-langkahnya:
1 . Mendaftar untuk mendapatkan akun gratis di http://en.gravatar.com/
2 . Verifikasi alamat email Anda dengan mengklik link dalam email yang dikirim
3 . Pilih nickname dan password ( hanya huruf kecil dan nomor diperbolehkan )
4 . Upload gambar ke situs dari hard drive Anda atau menggunakan foto online
5 . Pangkas gambar Anda sesuai ( geser slider ke kiri untuk mengecilkan gambar Anda )
6 . Pilih rating
7 . Klik pada gambar untuk mengasosiasikannya dengan alamat email
8 . Gravatar Anda sekarang harus muncul di samping alamat email Anda .
link affiliasi
http://legacyhits.com/?rid=81195
Senin, Oktober 07, 2013
beragam ilmu hikmah
MEMBUAT MINYAK PENGASIH
Fungsi : Menarik idola. relasi bisnis, pelanggan dsb.
Caranya :
• lakukan sholat hajal khusus. Sebelumnya, siapkan bibit minyak wangi asli, tidak beralkohol
• Usai sholat, wiridkan : (Ya waduud)
1000 kali. liap 100 kali. tiupkan 3 kali pada minyak tsb.
• Jika akan anda gunakan. Bacalah (Buduukhun)
kali sambil tahan nafas. Oleskan secukupnya pada baju anda.
PENGAWAL SERIBU MALAIKAT
Fungsi : Memiliki pengawal 1000 malaikat pelindung dari semua serangan
Caranya :
- Bacalah do’a ini tiap selesai sholat fardhu
AIlahumma ma’ allaahi naashirun a’daa – un sarhun Qadirun aamiinun ya rabbal aalamiin, washallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa-aalihi washahbihi ajma’iin birahmatika ya arhamar-rahimiin
PUKULAN PEREMUK BATU
Fungsi : Menghancurkan batu dengan pukulan tangan kosong
Caranya :
• Puasa 3 hari mulai Rabu Pon, berbuka dan sahur mutih (makan nasih dan air putih saja). Malamnya, lakukan sholat hajat khusus. seusai salam baca do’a ini 3000 kali
Laa haula walaa quwwata ilIa billaahil aliyil azhiim
• Setelah masa puasa, jika akan mencoba, bacalah 3 kali lanpa nafas dan pukulkan dengan membuang nafas keras. tiap selesai sholat fardhu, baca 7 kali
ILMU MERAGA SUKMA
Fungsi : Bepergian secara roh ke alam ghaib ataupun alam nyata
Caranya :
• Memiliki pagaran badan dan dapat konsentrasi dengan mudah
• Berpuasa mutih 7 hari. Dalam masa puasa, tiap selesai shalat fardhu. baca mantra ini 21 kali :
Bismillaahirramaanirrahiim. Shalallaahu alaihi wasallam. Allahumma kulhuaallah. Zat gumilang tanpa sangkan, liyep cut-prucut sukmaningsun metu saka raga gampang sarining gampang sak niatku, slamet saka kersane Allah. Laailallaillallah Muhammadarrasuulullah”
• Jika akan menggunakan. berbaring dengan tenang. mata terpejam dan baca mantra tersebut 3 kali. Ucapkan gema “Allah” pada batin anda sampai anda terasa melayang-layang.
• Bukalah mata dan berjalanlah secara astral menembus tembok
TAWAR RACUN
Fungsi : Kebal terhadap racun atau bisa apapun
Caranya :
• Puasa 1 hari, yaitu Kamis
• Setetah berbuka, jangan makan apa-apa lagi dan jangan tidur. Hafalkan mantra ini sampai pagi
Panas tabbat takat tukumuha
• Jika menghadapi bahaya racun, baca 3 kali tanpa nafas.
BUKA KUNCI
Fungsi : Membuka gembok, terali besi, kuncian jurus tenaga dalam dll.
Caranya:
• Puasa hajat 7 hari. Malam ketujuhnya. wiridkan ayat ini 333 kali :
Wallallaahu min-waraaa-ihim muhiithun-bal huwa qur’aanun majiidun fii Iauhin mahfuuzhin
• Bila akan digunakan, baca 3 kali sambil menahan nafas. lalu peganglah kunci/gembok tersebut.
MEMASANG SUSUK PENGASIH
Fungsi : Wajah awet muda dan mempesona (menarik)
Caranya :
• Sediakan emas seujung jarum sebanyak anda hendak gunakan. Taruh dalam wadah
• Bacakanlah ayat 4 surah Yusuf ini 4444 kali pada emas-emas itu
Idzqaalayuusufa li-abiihi yaa abati innii raaytu hada asyara kaukaban wasy-syamsa wal qamara ra-aytuhum Iii saajidiina
• Apabila suatu saat ada orang minta tolong, pasanglah susuk tersebut pada bibir/dagu/tengkuknya. Do’a pemasangannya sbb :
“Bismillahirrahmanirrahim, Berkah kubur berkah nabi Muhammad Sallallaahualaihi wassalam huk … huk huk”
lalu bacalah ayat di alas satu kali.
• Pantangannya makan terong dan pisang emas
MEMATRI KEKEBALAN
Fungsinya : Menahan tikaman, tembakan dan pukulan
Caranya :
• Berpuasalah pada hari kamis 1 hari dengan niat puasa hajat
• Waktu berbuka, teguklah air satu gelas, sekedar membatalkan, setelah itu jangan makan apa-apa sampai fajar shadiq, juga jangan tidur selama itu. Malam harinya lakukan sholat hajat khusus.
Saat fajar shodiq, makanlah ketan 7 suapan, tiap suapan, bacalah do’a ini 3 kali :
Bismillahirrohaminrrohiim, shalallahu’alaihi wasallam, yaa Allah Yaa Muhammad, Laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhim
• Ditambah membaca surah Al Qadr sekali
• Bila akan mencoba atau menggunakannya, bacalah do’a diatas 3x tanpa nafas.
UNTUK DAPAT MENGHILANG
Fungsinya : Musuh tidak dapat melihat kita / panglimunan
Caranya :
• Berpuasalah 1 hari pada hari kamis kliwon
• Seusai berbuka, jangan makan apa-apa lagi sampai pukul 24.00
• Pukul 24.00 lakukan sholat hajat khusus ditempat yang sepi & tidak diketahui seorang pun. Usai sholat wiridkan :
Ya lathiifu (Yang Maha Lembut) 16.641 kali.
Setiap membaca 129 kali, baca ayat ini 1 kali :
Laa tudrikuhul abshaaru wahuwa yudrikul abshara wahuwal lathiiful- khabir- (Al-Anam 103)
• Jika anda ingin menggunakanya, tahan nafas dan bacalah ayat diatas 1 kali dan mohon kepada Allah agar dapat menghilang, jika ingin menampakkan diri, mohonlah kepdaa Allah agar tampak.
MENAKLUKKAN GEROMBOLAN JIN JAHAT
Fungsinya : Membuat gerombolan jin yang mengeroyok kita bertekuk lutut.
Caranya :
• Bacalah ayat yang merupakan kunci kelemahan jin dibawah ini sebanyak-banyaknya pada saat anda dihadang geromblan jin :
Wa anaa zhananaa al –lan nu’ziyallahahu fil ardhi wa lan nu’jizahuu haraba
• Bacalah terus menerus sampai mereka menyerah kalah. Tapi hati-hatilah karena jin suka berkhianat.
MENAYUH PUSAKA
Fungsinya : Berdialog dengan penunggu pusaka kuno (khodam).
Caranya :
• Seusai sholat isya’ , lakukan sholat hajat khusus.
• Usai salam, wiridkan : (Yaa Wahhab)
• Berdo’a kepada Allah agar anda diberikan kemampuan berdialog dengan khodam pusaka tersebut dalam tidur anda. Lalu berangkatlah tidur dengan posisi berbaring seperti jenazah dan taruh benda pusaka di sebelah kepala anda yang menghadap ke barat.
• Insya Allah anda akan ditemui oleh khodam tersebut dan diajak berdialog.
ISMU GUNTINGAN
Fungsinya : memotong anggota tubuh lawan dari jauh dengan isyarat.
Caranya :
• Anda harus puasa wisuh, maksudnya setiap kali makan, anda tidak boleh membasuh tangan, baik sebelum maupun sesudahnya. Jadi harus memakai tangan apa adanya. Hal tersebut anda kerjakan selama 5 bulan penuh.
• Dalam masa laku tersebut, setiap sebelum dan sesudah makan, bacalah do’a ini 3 kali sambil amegeng (menahan nafas)
“tut jati lub jati mangsa Allahu mangsa Rasulullahu, tapyar, tapyar , tapyar “
Jika akan menggunakan, anda cukup amegeng, membaca do’a tersebut 1 kali dan mengisyaratkan dari jauh dengan tangan anda bahwa anda memotong anggota tubuhnya (misalnya tangannya) sambil membuang nafas.
PUKULAN PEMINGSAN
Fungsi : Musuh langsung jatuh pingsan. tidak sadarkan diri
Caranya :
• Bacalah 1 kali mantra ini dan tiupkan pada tangan kanan :
“Bismillaahirrohhmanirrahim allahu Akbar, Nur arah Nur wantah rubuh lumpuh keuban palune Gusti Allah. Ojo pisan-pisan tangi yen durung tak gugah nganggo tanganku kiwo. Laailahaillallaah Muhammadarrasulullah “
• Lalu pukulkan. Jika pingsan. sadarkan ia dengan memukulkan tangan kiri anda.
MENGISI KEKUATAN PADA BATU MULIA
Fungsi : Dapat mengisikan power ghaib & kekebalan pacta akik, zamrud dsb.
Caranya :
• Bacalah shalawat dan kunci kesaktian asmak ini 440 kali, setiap sekali bacaan, tiupkan pada batu mullia tersebut
Allahumma shalli ala sayyidinaa Muhammadin wa aalihii washahbihii wasallim
Badanku rasa sejati sejatine rasa manjing ana ing tengah-tengahe kabatullah
• Lalu berikan pada orang yang hendak anda tolong
• Jika akan digunakan kekuatannya (dalam bahaya), pemakai batu tersebut harus menekan pusarnya dan membaca mantra tersebut diatas tanpa nafas 1 kali.
KEBAL CAMBUKAN
Fungsi : Tidak merasa sakit meskipun dicambuk berkali-kali (atraksi)
Caranya :
• Sebaiknya anda melakukan puasa 1 hari, yaitu hari Kamis.
• Setelah berbuka, jangan makan apa-apa lagi dan jangan lidur
• Setelah sholat subuh, baca do’a ini sampai terbit matahari
Bismillahirrahmaanirrahim, Qaala rasuulullahi qul man jarab
• Jika akan digunakan, tahan nafas dan baca 3 kali
SHOLAT HAJAT KHUSUS
Laksanakan sholat hajat 2 rakaat pada pukul 24.00
Rakaat 1, setelah Al fatihah, baca Al Ikhlas 10 kali
Rakaat 2, setelah Al fatihah, baca Al Ikhlas 20 kali
Sesudah salam langsung berdiri kembalidan melaksanakan sholat hajat lagi 2 rakaat.
Rakaat 3, setelah Al fatihah, baca Al Ikhlas 30 kali
Rakaat 4, setelah Al fatihah, baca Al Ikhlas 40 kali
Setelah salam, bacalah do’a ini 1 kali
(sebutkan hajatnya) …..
Allahummashalli’alaa sayyidina Muhammadinil aalifil ma’luufi ujbur lii haajati …
TAWASSUL
Yang dimaksud tawassul disini adalah menjadikan lantaran para waliyullah alim ulama’ (kyai) dsb, dalam rangka memohon sesuatu keberhasilan hajat kepada Allah SWT, dengan hadiah bacaan Al Fatihah.
Caranya :
(misalnya Syehk Abdul Qadir Jailani) …..
Catatan : Seseudah sholat hajat khusus, bertawassul kepada :
Rasullullah SAW
Syeikh Abdul Qadir Al Jailani
Malaikat Muqarrabin
Seluruh kyai/Alim Ulama’
Seluruh ambiyak wa mursalin
Terkhusus, para pemberi ijazah amalan-amalan yang anda kerjakan
AMALAN UNTUK MENGASAH ILMU
Illa hadroti hadiyil mustofa Muhammad saw alfatiha…
Tsuma ila ruuhi nabi khidir AS alfatiha….
Tsuma ila ruuhi syech abdul kodir jaelani al fatiha..
Tsuma ila abaina wa ummahatina wa’ajwazina,wajudina,wajjaddatina,wa ustadzina,wa mu’aimina,walijami’il muslimina wal muslimat,wal ahyaa iminhum wal amwat alfatiha…
Yaa qowiyyu yaa matiin 13x
Ba’san wa ashadu tangkilaa 13x
Tawakkalu yaa haddamu hadihil asmaa’i 13x
Yaa khobir 15x.
Fungsi : Menarik idola. relasi bisnis, pelanggan dsb.
Caranya :
• lakukan sholat hajal khusus. Sebelumnya, siapkan bibit minyak wangi asli, tidak beralkohol
• Usai sholat, wiridkan : (Ya waduud)
1000 kali. liap 100 kali. tiupkan 3 kali pada minyak tsb.
• Jika akan anda gunakan. Bacalah (Buduukhun)
kali sambil tahan nafas. Oleskan secukupnya pada baju anda.
![]() |
| Add caption |
PENGAWAL SERIBU MALAIKAT
Fungsi : Memiliki pengawal 1000 malaikat pelindung dari semua serangan
Caranya :
- Bacalah do’a ini tiap selesai sholat fardhu
AIlahumma ma’ allaahi naashirun a’daa – un sarhun Qadirun aamiinun ya rabbal aalamiin, washallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa-aalihi washahbihi ajma’iin birahmatika ya arhamar-rahimiin
PUKULAN PEREMUK BATU
Fungsi : Menghancurkan batu dengan pukulan tangan kosong
Caranya :
• Puasa 3 hari mulai Rabu Pon, berbuka dan sahur mutih (makan nasih dan air putih saja). Malamnya, lakukan sholat hajat khusus. seusai salam baca do’a ini 3000 kali
Laa haula walaa quwwata ilIa billaahil aliyil azhiim
• Setelah masa puasa, jika akan mencoba, bacalah 3 kali lanpa nafas dan pukulkan dengan membuang nafas keras. tiap selesai sholat fardhu, baca 7 kali
ILMU MERAGA SUKMA
Fungsi : Bepergian secara roh ke alam ghaib ataupun alam nyata
Caranya :
• Memiliki pagaran badan dan dapat konsentrasi dengan mudah
• Berpuasa mutih 7 hari. Dalam masa puasa, tiap selesai shalat fardhu. baca mantra ini 21 kali :
Bismillaahirramaanirrahiim. Shalallaahu alaihi wasallam. Allahumma kulhuaallah. Zat gumilang tanpa sangkan, liyep cut-prucut sukmaningsun metu saka raga gampang sarining gampang sak niatku, slamet saka kersane Allah. Laailallaillallah Muhammadarrasuulullah”
• Jika akan menggunakan. berbaring dengan tenang. mata terpejam dan baca mantra tersebut 3 kali. Ucapkan gema “Allah” pada batin anda sampai anda terasa melayang-layang.
• Bukalah mata dan berjalanlah secara astral menembus tembok
TAWAR RACUN
Fungsi : Kebal terhadap racun atau bisa apapun
Caranya :
• Puasa 1 hari, yaitu Kamis
• Setetah berbuka, jangan makan apa-apa lagi dan jangan tidur. Hafalkan mantra ini sampai pagi
Panas tabbat takat tukumuha
• Jika menghadapi bahaya racun, baca 3 kali tanpa nafas.
BUKA KUNCI
Fungsi : Membuka gembok, terali besi, kuncian jurus tenaga dalam dll.
Caranya:
• Puasa hajat 7 hari. Malam ketujuhnya. wiridkan ayat ini 333 kali :
Wallallaahu min-waraaa-ihim muhiithun-bal huwa qur’aanun majiidun fii Iauhin mahfuuzhin
• Bila akan digunakan, baca 3 kali sambil menahan nafas. lalu peganglah kunci/gembok tersebut.
MEMASANG SUSUK PENGASIH
Fungsi : Wajah awet muda dan mempesona (menarik)
Caranya :
• Sediakan emas seujung jarum sebanyak anda hendak gunakan. Taruh dalam wadah
• Bacakanlah ayat 4 surah Yusuf ini 4444 kali pada emas-emas itu
Idzqaalayuusufa li-abiihi yaa abati innii raaytu hada asyara kaukaban wasy-syamsa wal qamara ra-aytuhum Iii saajidiina
• Apabila suatu saat ada orang minta tolong, pasanglah susuk tersebut pada bibir/dagu/tengkuknya. Do’a pemasangannya sbb :
“Bismillahirrahmanirrahim, Berkah kubur berkah nabi Muhammad Sallallaahualaihi wassalam huk … huk huk”
lalu bacalah ayat di alas satu kali.
• Pantangannya makan terong dan pisang emas
MEMATRI KEKEBALAN
Fungsinya : Menahan tikaman, tembakan dan pukulan
Caranya :
• Berpuasalah pada hari kamis 1 hari dengan niat puasa hajat
• Waktu berbuka, teguklah air satu gelas, sekedar membatalkan, setelah itu jangan makan apa-apa sampai fajar shadiq, juga jangan tidur selama itu. Malam harinya lakukan sholat hajat khusus.
Saat fajar shodiq, makanlah ketan 7 suapan, tiap suapan, bacalah do’a ini 3 kali :
Bismillahirrohaminrrohiim, shalallahu’alaihi wasallam, yaa Allah Yaa Muhammad, Laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhim
• Ditambah membaca surah Al Qadr sekali
• Bila akan mencoba atau menggunakannya, bacalah do’a diatas 3x tanpa nafas.
UNTUK DAPAT MENGHILANG
Fungsinya : Musuh tidak dapat melihat kita / panglimunan
Caranya :
• Berpuasalah 1 hari pada hari kamis kliwon
• Seusai berbuka, jangan makan apa-apa lagi sampai pukul 24.00
• Pukul 24.00 lakukan sholat hajat khusus ditempat yang sepi & tidak diketahui seorang pun. Usai sholat wiridkan :
Ya lathiifu (Yang Maha Lembut) 16.641 kali.
Setiap membaca 129 kali, baca ayat ini 1 kali :
Laa tudrikuhul abshaaru wahuwa yudrikul abshara wahuwal lathiiful- khabir- (Al-Anam 103)
• Jika anda ingin menggunakanya, tahan nafas dan bacalah ayat diatas 1 kali dan mohon kepada Allah agar dapat menghilang, jika ingin menampakkan diri, mohonlah kepdaa Allah agar tampak.
MENAKLUKKAN GEROMBOLAN JIN JAHAT
Fungsinya : Membuat gerombolan jin yang mengeroyok kita bertekuk lutut.
Caranya :
• Bacalah ayat yang merupakan kunci kelemahan jin dibawah ini sebanyak-banyaknya pada saat anda dihadang geromblan jin :
Wa anaa zhananaa al –lan nu’ziyallahahu fil ardhi wa lan nu’jizahuu haraba
• Bacalah terus menerus sampai mereka menyerah kalah. Tapi hati-hatilah karena jin suka berkhianat.
MENAYUH PUSAKA
Fungsinya : Berdialog dengan penunggu pusaka kuno (khodam).
Caranya :
• Seusai sholat isya’ , lakukan sholat hajat khusus.
• Usai salam, wiridkan : (Yaa Wahhab)
• Berdo’a kepada Allah agar anda diberikan kemampuan berdialog dengan khodam pusaka tersebut dalam tidur anda. Lalu berangkatlah tidur dengan posisi berbaring seperti jenazah dan taruh benda pusaka di sebelah kepala anda yang menghadap ke barat.
• Insya Allah anda akan ditemui oleh khodam tersebut dan diajak berdialog.
ISMU GUNTINGAN
Fungsinya : memotong anggota tubuh lawan dari jauh dengan isyarat.
Caranya :
• Anda harus puasa wisuh, maksudnya setiap kali makan, anda tidak boleh membasuh tangan, baik sebelum maupun sesudahnya. Jadi harus memakai tangan apa adanya. Hal tersebut anda kerjakan selama 5 bulan penuh.
• Dalam masa laku tersebut, setiap sebelum dan sesudah makan, bacalah do’a ini 3 kali sambil amegeng (menahan nafas)
“tut jati lub jati mangsa Allahu mangsa Rasulullahu, tapyar, tapyar , tapyar “
Jika akan menggunakan, anda cukup amegeng, membaca do’a tersebut 1 kali dan mengisyaratkan dari jauh dengan tangan anda bahwa anda memotong anggota tubuhnya (misalnya tangannya) sambil membuang nafas.
PUKULAN PEMINGSAN
Fungsi : Musuh langsung jatuh pingsan. tidak sadarkan diri
Caranya :
• Bacalah 1 kali mantra ini dan tiupkan pada tangan kanan :
“Bismillaahirrohhmanirrahim allahu Akbar, Nur arah Nur wantah rubuh lumpuh keuban palune Gusti Allah. Ojo pisan-pisan tangi yen durung tak gugah nganggo tanganku kiwo. Laailahaillallaah Muhammadarrasulullah “
• Lalu pukulkan. Jika pingsan. sadarkan ia dengan memukulkan tangan kiri anda.
MENGISI KEKUATAN PADA BATU MULIA
Fungsi : Dapat mengisikan power ghaib & kekebalan pacta akik, zamrud dsb.
Caranya :
• Bacalah shalawat dan kunci kesaktian asmak ini 440 kali, setiap sekali bacaan, tiupkan pada batu mullia tersebut
Allahumma shalli ala sayyidinaa Muhammadin wa aalihii washahbihii wasallim
Badanku rasa sejati sejatine rasa manjing ana ing tengah-tengahe kabatullah
• Lalu berikan pada orang yang hendak anda tolong
• Jika akan digunakan kekuatannya (dalam bahaya), pemakai batu tersebut harus menekan pusarnya dan membaca mantra tersebut diatas tanpa nafas 1 kali.
KEBAL CAMBUKAN
Fungsi : Tidak merasa sakit meskipun dicambuk berkali-kali (atraksi)
Caranya :
• Sebaiknya anda melakukan puasa 1 hari, yaitu hari Kamis.
• Setelah berbuka, jangan makan apa-apa lagi dan jangan lidur
• Setelah sholat subuh, baca do’a ini sampai terbit matahari
Bismillahirrahmaanirrahim, Qaala rasuulullahi qul man jarab
• Jika akan digunakan, tahan nafas dan baca 3 kali
SHOLAT HAJAT KHUSUS
Laksanakan sholat hajat 2 rakaat pada pukul 24.00
Rakaat 1, setelah Al fatihah, baca Al Ikhlas 10 kali
Rakaat 2, setelah Al fatihah, baca Al Ikhlas 20 kali
Sesudah salam langsung berdiri kembalidan melaksanakan sholat hajat lagi 2 rakaat.
Rakaat 3, setelah Al fatihah, baca Al Ikhlas 30 kali
Rakaat 4, setelah Al fatihah, baca Al Ikhlas 40 kali
Setelah salam, bacalah do’a ini 1 kali
(sebutkan hajatnya) …..
Allahummashalli’alaa sayyidina Muhammadinil aalifil ma’luufi ujbur lii haajati …
TAWASSUL
Yang dimaksud tawassul disini adalah menjadikan lantaran para waliyullah alim ulama’ (kyai) dsb, dalam rangka memohon sesuatu keberhasilan hajat kepada Allah SWT, dengan hadiah bacaan Al Fatihah.
Caranya :
(misalnya Syehk Abdul Qadir Jailani) …..
Catatan : Seseudah sholat hajat khusus, bertawassul kepada :
Rasullullah SAW
Syeikh Abdul Qadir Al Jailani
Malaikat Muqarrabin
Seluruh kyai/Alim Ulama’
Seluruh ambiyak wa mursalin
Terkhusus, para pemberi ijazah amalan-amalan yang anda kerjakan
AMALAN UNTUK MENGASAH ILMU
Illa hadroti hadiyil mustofa Muhammad saw alfatiha…
Tsuma ila ruuhi nabi khidir AS alfatiha….
Tsuma ila ruuhi syech abdul kodir jaelani al fatiha..
Tsuma ila abaina wa ummahatina wa’ajwazina,wajudina,wajjaddatina,wa ustadzina,wa mu’aimina,walijami’il muslimina wal muslimat,wal ahyaa iminhum wal amwat alfatiha…
Yaa qowiyyu yaa matiin 13x
Ba’san wa ashadu tangkilaa 13x
Tawakkalu yaa haddamu hadihil asmaa’i 13x
Yaa khobir 15x.
Langganan:
Postingan (Atom)










.jpg)