koleksi ilmu-ilmu hikmah,kisah 2 tokoh sufi.teknologi tips n trik dll

Senin, November 03, 2014

Raden Sumantri dan Arjuna

Salam sejahtera saya ucapkan,kepada pengunjung BLOG STROOM09. Kali ini saya akan memposting kembali sedikit cerita kisah raden  Sumantri.biar lbih jelas kita simak saja yuk ceritanya.

Diceritakan bahwa Raden Sumantri adalah anak seorang pertapa yang mematuhi nasehat orang tuanya untuk mengabdi kepada Prabu Harjuna Sasrabahu yang merupakan titisan Batara Wisnu. Cerita tersebut populer di tengah masyarakat dan sering dipentaskan dengan lakon Sumantri “ngenger”. Orang tua dari anak yang “ngenger” yakin bahwa wali yang memelihara putranya adalah perwujudan Ilahi yang akan membimbing putranya ke arah kemuliaan hidupnya.
Pada saat mengabdi kepada raja, Raden Sumantri diberi tugas untuk memerangi musuh-musuh kerajaan. Dengan kesaktiannya segala musuh dapat dimusnahkan dan kembali ke kerajaan dengan membawa kemenangan.
Manusia tidak bisa bebas sepenuhnya dari insting hewani. Bagaimana bisa bebas sepenuhnya ? Bebas dari sifat-sifat ini, ya berarti mati. Manusia tidak bisa bebas dari hewan di dalam diri, tetapi bisa menjaga kejinakannya. Oleh karena itu manusia harus sadar untuk mengendalikan hewan di dalam diri.
Dalam ketidaksadarannya, Raden Sumantri mempertanyakan, kenapa dia dan bukan Sang Prabu yang berperang sendiri. Namun, setelah Sang Prabu menunjukkan kesaktian yang sangat tinggi yang tidak ada bandingannya, dia pun sadar dan tunduk terhadap Sang Prabu.
Sang Prabu dengan penuh kasih mengingatkan, “Seorang ksatriya yang suka melakukan olah batin pun masih memiliki sifat-sifat hewani. Itu tidak dapat dihindari. Dan penjinakan bukanlah sesuatu yang dilakukan satu kali saja. Penjinakan adalah proses sepanjang usia, seumur hidup. Jangan kira sekali terjinakkan hewan di dalam diri menjadi jinak untuk selamanya. Tidak demikian. Hewan-hewan buas nafsu, keserakahan, kebencian, kemunafikan, dan lain sebagainya—termasuk pimpinan mereka, majikan mereka yaitu gugusan pikiran yang kita sebut ‘pikiran’— membutuhkan pengawasan ketat sepanjang hari, sepanjang malam… sepanjang tahun..sepanjang hidup. Kemudian Sang Prabu memintanya memindahkan “Taman Sriwedari” ke istana, sebuah pekerjaan yang belum pernah dilakukannya.
Adiknya Raden Sukrasana membantu dan terlaksanalah tugasnya dengan baik. Saat itu, Raden Sumantri malu diikuti oleh adiknya yang buruk rupa ke istana, dan dia menakut-nakutinya dengan senjata agar tidak mengikutinya. Dan, terlepaslah senjatanya membunuh sang adik tanpa sengaja. Dia telah melupakan nasehat Sang Prabu untuk mengendalikan sifat hewani dalam diri. Dia menyesal dan sejak saat itu berubah menjadi ksatriya yang bijaksana. Atas jasa-jasanya pada suatu saat dia diangkat menjadi patih Kerajaan Maespati dan diberi gelar Patih Suwondo.
Bagi Raden Sumantri melepaskan keterikatan berarti melepaskan rasa kepemilikan. Termasuk rasa kepemilikan terhadap nyawanya. Raden Sumantri tidak melarikan diri dari tanggung jawab. Tuhan adalah Pemilik Tunggal semuanya ini. Menganggap diri sebagai pelaku hanya menunjukkan egonya. Dan, Raden Sumantri bertarung sepenuh hati melawan Rahwana sampai hembusan napas yang terakhir. Raden Sumantri hanya melihat Dia, hanya ada Dia. Dia yang dicintainya dan Dia sedang mengulurkan tangan-Nya.
Kabeh mangso kanggonan sifat kewan, yen sifat kewan ana ing manungsa ora ditundukke bakal ndadekke uripe mung kanggonan hawa nepsu. Titenanne gampang : gampang nesu, serakah, srei, dengki....iku kabeh ngadohke urip marang kersane Gusti. Rahayu para kadang kinasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

stroom09@gmail.com

KLINIK CENAYANG STROOM09

KLINIK CENAYANG STROOM09
KLINIK CENAYANG STROOM09

pengunjung

RENTAL MOBIL CIREBON

RENTAL MOBIL CIREBON
RENTAL MOBIL CIREBON,TAXI ONLINE CIREBON,SEWA MOBIL CIREBON MINAT HP/WA :089537731979

Total Tayangan Halaman