masih tentang alam astral ,buat yang penasaran sama isi kehidupan alam astral . caranya sebagai berikut.
1.sediakan sebatang sapi lidi yang panjang(alat ini berguna sebagai
penanda agar tidak tersesat jika kita sudah memasuki alam astral).
2.carilah tempat yang sangat sepi(hutan,kuburan,telaga wingit.dll yang dianggap dikeramatkan/halaman belakang rumah juga bisa)
3.Persiapkan mental,dan kesehatan harus prima
4.Setelah menemukan tempat itu.duduklah bersila dan tancapkan sebatang sapu lidi tadi didepan kita
5.atur nafas biasa,baca doa perlindungan,setelah itu wiridkan DO’A
NURBUAT secara terus menerus jangan sampai putus,pada tahap ini usahakan
bacaan NURBUAT jangan sampai putus.
Biasanya, pada sampai bacaan nurbuat dapat 11 kali,pintu gerbang alam
ASTRAL akan mulai terbuka dengan ditandai langit semakin gelap, meski
saat itu bulan sedang purnama,bulan itu akan menghilang,bacalah terus
doa NURBUAT dengan mata terbuka,setelah itu suasana sekitar akan berubah
tidak seperti saat semula kita melakukan wirit,setelah suasana alam
berubah akan muncul ribuan kelelawar sebesar anak sapi yang terbang
menutupi langit,terus bacalah doa NURBUAT jangan sampai putus,tetap
tenang dan perhatikan dengan seksama,setelah itu akan muncul ratusan
serigala yang bermata merah menyala,dan ratusan binatang lain yang tidak
pernah kita temui didunia nyata,Pada saat itulah,tubuh kita sudah
berada memasuki alam astral.bukan hanya ruh kita raga kita juga sudah
memasuki alam astral,Dan batang lidi yang kecil tadi sudah berubah
menjadi tonggak yang sudah tinggi setinggi monas yang menyala
tinggi,terus baca NURBUAT jangan putus.
Setelah itu satu persatu alam astral setingkat demi setingkat akan
terbuka dengan sendirinya,mulai dari alam perkampungan DLL,segala bentuk
mahluk yang menyeramkan juga akan mulai menampakkan diri,mereka bisa
melihat kita namun mereka tidak akan bisa mendekati kita selama kita
tidak putus mewiridkan NURBUAT,setelah itu berdirilah dan berjalan2lah
sesuai keinginan hati untuk mengobati penasaran dengan terus membaca
nurbuat,Jika kita putus satu kali saja membaca nurbuat,maka sapu lidi
tadi akan sedikit demi sedikit akan mengecil,dan mahluk2 tadi akan
berani mendekati kita dan menyerang kita,Tetapi jika kita terus
mewiridkan NURBUAT tanpa putus mereka tidak akan berani mendekat apalagi
menyentuh,paling hanya melihat tertunduk pada kita,Pada saat itulah
kita akan benar2 bisa melihat dengan jelas bagaimana suasana alam astral
yang ada didunia lain selain dunia kita.
Silahkan terus berkeliling,asal masih bisa melihat puncak sapu lidi
yang sudah menjadi tonggak tinggi itu,karena sapu lidi itulah yang
sebagai patokan jika kita ingin kembali lagi kealam dunia nyata
kita,saya pesan jangan jauh2 berkeliling jangan sampai lupa diri.Metode
ini pernah saya gunakan untuk mencari tahu alam astral yang biasanya
berada disuatu gedung sekolah yang mana setiap tahun selalu mengalami
kesurupan pada siswanya,dengan mempelajari seluk beluk alam lain itu
kita bisa punya solusi bagaimana cara penanganannya dengan aman.
nb: cara untuk kembalinya yaitu kembali duduk bersila ketempat semula dimana
sapu lidi tadi menancap,setelah itu berhenti mengamalkan nurbuat..maka
akan kembali kealam nyata lagi..dan sapu lidi yang tadi berubah besar
dan tinggi berlahan akan mulai mengecil seperti sedia kala lagi…….
sumber : blog KWA
koleksi ilmu hikmah, kisahsufi,tasawuf,fengshui,maulid,desain grafis,batu akik,batu obsidian, paypal pay,za,pendanaan,RENTAL MOBIL proyek,investor,funder,kredit kpr,pinjaman multi guna ,pialang,wali amanat,SEWA MOBIL CIREBONtaxi online cirebondan lain-lain
koleksi ilmu-ilmu hikmah,kisah 2 tokoh sufi.teknologi tips n trik dll
Tampilkan postingan dengan label artikel mistik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel mistik. Tampilkan semua postingan
Senin, Februari 24, 2014
Minggu, Januari 26, 2014
SERRANGGA PEMBAWA HOKI
Di beberapa negara serangga diyakini bisa membawa keberuntungan. Keyakinan tersebut sudah ada sejak zaman prasejarah. Bahkan hingga kini mitos keberuntungan masih diyakini dan dianggap benar. Mitos keberuntungan tersebut ditularkan secara turun-temurun mitos. Maka tidak heran jika masih ada masyarakat yang menyimpan, memasang gambar, dan memelihara serangga pembawa keberuntungan. Berikut kami merangkum 5 serangga yang membawa keberuntungan:
1. Jangkrik
Serangga pembawa keberuntungan pertama yakni jangkrik. Mitos ini sudah berlangsung sejak seribu tahun silam, atau sejak zaman prasejarah. Sejak saat itu bunyi yang dikeluarkan jangkrik merupakan sinyal persahabatan. Di China dan negara asia lainnya, suara jangkrik menjadi penanda. Ketika bahaya akan datang, maka jangkrik akan berhenti mengeluarkan suara nyaringnya. Sedangkan di Eropa, membunuh jangkrik diyakini bisa mendatangkan kesialan. Dan hampir setiap suku Indian di Amerika mempercayai kalau jangkrik merupakan binatang pembawa keberuntungan. Dan mereka juga sangat mempercayai sangat tidak sopan jika kita menirukan suara jangkrik, apalagi jika dilakukan pada malam hari. Dan dalam sebuah budaya kuno di Timur Tengah dan sebagian Eropa, gambar jangkrik dianggap sebuah jimat yang bisa mengusir segala sesuatu yang berbau kejahatan, atau menangkal bala. Oleh karena itu tidak sedikit yang menyimpan gamar jangkrik di ruang tengan rumah mereka.
2. Kepik
Kepik atau binatang kecil memiliki bintik di punggungnya ini memiliki kisah panjang sehingga dianggap akan membawa keberuntungan. Mitos kalau binatang memiliki banyak warna sebagai pusat keberuntungan sudah ada sejak zaman Yunani Kuno. Saat itu kepik dipercaya sebagai pertanda keberuntungan dan kemakmuran. Bahkan jika kita memelihara kepik, semua masalah yang datang tiap hari akan dengan mudah dilewati. Tak hanya itu, jika gambar kepik digunakan dalam jimat, atau mempunyai kepik di taman sekitar rumah, masyarakat yunani kuno percaya kalau hari yang akan kita lewati sangat menyenangkan. Bahkan seseorang yang tidak mengusir kepik, akan menambah kesabarannya saat menghadapi orang-orang sekitar. Dan yang paling penting adalah bisa mengurangi beban Anda. Bagi siapa saja yang membunuh kepik, mitosnya adalah akan terkena kesialan sepanjang hari. Tapi jika kepik datang pada saat anda sakit, maka penyakitnya bisa disembuhkan. Kepercayaan lainnya, seandainya kepik hinggap di tangan seorang wanita yang baru saja menikah, maka jumlah titik di punggungnya, adalah jumlah anak yang akan dimiliki wanita itu. Dan setiap kepik memiliki jumlah titik di punggungnya berbeda-beda. Keberuntungan lainnya menurut mitos ini adalah jika kita bisa menghitung jumlah titik di punggung kepik sebelum terbang kembali, maka anda akan mendapat uang sebanyak titik di punggung kepik itu.
3. Capung
Serangga yang dianggap membawa keberuntungan berikutnya yakni capung. Sejak zaman dulu capung diidentikan sebagai hewan pembawa tanda cuaca. Misalnya saat capung yang terbang dalam jumlah sangat banyak, itu menandakan cuaca akan memasuki musim panas. Bahkan konon, jika capung terbang di atas pematang sawah dalam juga dengan jumlah sangat banyak, maka panen yang didapat akan sangat berlimpah. Jika capung tetap terbang di saat angin sedang kencang, kononnya akan membawa perubahan. Sedangkan saat terbang dekat dengan air. Capung-capung ini memperlihatkan kita sedang berada dalam alam bawah sadar. Bahkan capung juga dianggap sebagai hewan yang bisa memulihkan kebiasaan buruk, seperti menghentikan ngompol pada anak. Simbol lain yang dikaitkan dengan capung adalah kemakmuran, saat kita sedangkan menjalani bisnis, kekuatan dan keberanian, ketika datang saat dalam peperangan. Kedamaian, harmoni dan kemurnian, jika capung hinggap dengan tenang di tengah taman atau rumah kita
. 4. Scarabs
Serangga yang menurut mitos sebagai pembawa keberuntungan selanjutnya yakni scarabs. Serangga ini dipercaya pembawa keberuntungan oleh masyarat Mesir Kuno. Bahkan bentuk dari scarabs dijadikan simbol matahari terbit dan pelindung dari kejahatan. Masyarakat Mesir Kuno menganggap scarabs adalah hewan suci, karena menganggap lahir begitu saja dari kotoran kerbau atau sapi. Padahal sesungguhnya, scarabs memang memanfaatkan kotoran hewan untuk menyimpan telurnya hingga menetas. Namun bagi mereka, anggapan munculnya scarabs secara tiba-tiba tersebut merupakan simbol dari kelahiran kembali, regenerasi dan transformasi. Scarabs juga dihubungkan dengan dewa ra atau dewa matahari. Menurut mitologi mesir, dewa Ra memperbaharaui matahari setiap hari dengan menggulirkannya di langit pada siang hari, dan membawanya ke dunia lain sehingga bisa terbit keesokan harinya. Kejadian matahari tersebut dianggap sama dengan scarabs yang membawa bola kotoran, sehingga mereka bisa beregenerasi. Sehingga dalam kehidupan, dengan memiliki scarabs, atau memakai simbol serangga ini, keberuntungan akan datang berulang-ulang seperti proses regenerasi.
5. Kupu-kupu
Serangga terakhir pembawa keberuntungan yakni kupu-kupu. Mitos kupu-kupu sebagai pembawa keberuntungan diyakini orang-orang Jepang, sehingga mereka bukan hanya merawat, tapi juga sering kali mengawetkanya dan menyimpannya di dalam rumah. Mereka meyakini keindahan kupu-kupu bisa membuat kehidupannya seindah sayapnya. Begitu pun dengan bisnis yang dijalakan, mereka percaya, akan mendatangkan kesuksesan. Tidak hanya di Jepang, mitos mengenai kupu-kupu akan memberi sesuatu yang baik juga diyakini sebagian orang indonesia. Hanya di Indonesia, kupu-kupu pertanda kekeluargaan, seperti akan kedatangan tamu, atau kerabat yang sudah lama tidak bertemu. Namun sering kali dikaitkan jika kupu-kupu yang datang berwarna tidak baik, tamu yang akan datang juga membawa sial. Tapi jika kupu-kupu yang hinggap di rumah kita berwarna indah, maka tamu tersebut akan membawa berkah. Kepercayaan seperti itu juga teryata ada di sebagian negara Eropa. Kupu-kupu menjadi simbol akan datangnya kerabat, yang sudah lama tidak berjumpa. Hanya saja orang Eropa menjadikan lebar sayap dari kupu-kupu yang hinggap sebagai pertanda, tamu tersebut akan tinggal lama atau sebentar saja.
Sumber: http://www.unikdunia.com
1. Jangkrik
Serangga pembawa keberuntungan pertama yakni jangkrik. Mitos ini sudah berlangsung sejak seribu tahun silam, atau sejak zaman prasejarah. Sejak saat itu bunyi yang dikeluarkan jangkrik merupakan sinyal persahabatan. Di China dan negara asia lainnya, suara jangkrik menjadi penanda. Ketika bahaya akan datang, maka jangkrik akan berhenti mengeluarkan suara nyaringnya. Sedangkan di Eropa, membunuh jangkrik diyakini bisa mendatangkan kesialan. Dan hampir setiap suku Indian di Amerika mempercayai kalau jangkrik merupakan binatang pembawa keberuntungan. Dan mereka juga sangat mempercayai sangat tidak sopan jika kita menirukan suara jangkrik, apalagi jika dilakukan pada malam hari. Dan dalam sebuah budaya kuno di Timur Tengah dan sebagian Eropa, gambar jangkrik dianggap sebuah jimat yang bisa mengusir segala sesuatu yang berbau kejahatan, atau menangkal bala. Oleh karena itu tidak sedikit yang menyimpan gamar jangkrik di ruang tengan rumah mereka.
2. Kepik
Kepik atau binatang kecil memiliki bintik di punggungnya ini memiliki kisah panjang sehingga dianggap akan membawa keberuntungan. Mitos kalau binatang memiliki banyak warna sebagai pusat keberuntungan sudah ada sejak zaman Yunani Kuno. Saat itu kepik dipercaya sebagai pertanda keberuntungan dan kemakmuran. Bahkan jika kita memelihara kepik, semua masalah yang datang tiap hari akan dengan mudah dilewati. Tak hanya itu, jika gambar kepik digunakan dalam jimat, atau mempunyai kepik di taman sekitar rumah, masyarakat yunani kuno percaya kalau hari yang akan kita lewati sangat menyenangkan. Bahkan seseorang yang tidak mengusir kepik, akan menambah kesabarannya saat menghadapi orang-orang sekitar. Dan yang paling penting adalah bisa mengurangi beban Anda. Bagi siapa saja yang membunuh kepik, mitosnya adalah akan terkena kesialan sepanjang hari. Tapi jika kepik datang pada saat anda sakit, maka penyakitnya bisa disembuhkan. Kepercayaan lainnya, seandainya kepik hinggap di tangan seorang wanita yang baru saja menikah, maka jumlah titik di punggungnya, adalah jumlah anak yang akan dimiliki wanita itu. Dan setiap kepik memiliki jumlah titik di punggungnya berbeda-beda. Keberuntungan lainnya menurut mitos ini adalah jika kita bisa menghitung jumlah titik di punggung kepik sebelum terbang kembali, maka anda akan mendapat uang sebanyak titik di punggung kepik itu.
3. Capung
Serangga yang dianggap membawa keberuntungan berikutnya yakni capung. Sejak zaman dulu capung diidentikan sebagai hewan pembawa tanda cuaca. Misalnya saat capung yang terbang dalam jumlah sangat banyak, itu menandakan cuaca akan memasuki musim panas. Bahkan konon, jika capung terbang di atas pematang sawah dalam juga dengan jumlah sangat banyak, maka panen yang didapat akan sangat berlimpah. Jika capung tetap terbang di saat angin sedang kencang, kononnya akan membawa perubahan. Sedangkan saat terbang dekat dengan air. Capung-capung ini memperlihatkan kita sedang berada dalam alam bawah sadar. Bahkan capung juga dianggap sebagai hewan yang bisa memulihkan kebiasaan buruk, seperti menghentikan ngompol pada anak. Simbol lain yang dikaitkan dengan capung adalah kemakmuran, saat kita sedangkan menjalani bisnis, kekuatan dan keberanian, ketika datang saat dalam peperangan. Kedamaian, harmoni dan kemurnian, jika capung hinggap dengan tenang di tengah taman atau rumah kita
. 4. Scarabs
Serangga yang menurut mitos sebagai pembawa keberuntungan selanjutnya yakni scarabs. Serangga ini dipercaya pembawa keberuntungan oleh masyarat Mesir Kuno. Bahkan bentuk dari scarabs dijadikan simbol matahari terbit dan pelindung dari kejahatan. Masyarakat Mesir Kuno menganggap scarabs adalah hewan suci, karena menganggap lahir begitu saja dari kotoran kerbau atau sapi. Padahal sesungguhnya, scarabs memang memanfaatkan kotoran hewan untuk menyimpan telurnya hingga menetas. Namun bagi mereka, anggapan munculnya scarabs secara tiba-tiba tersebut merupakan simbol dari kelahiran kembali, regenerasi dan transformasi. Scarabs juga dihubungkan dengan dewa ra atau dewa matahari. Menurut mitologi mesir, dewa Ra memperbaharaui matahari setiap hari dengan menggulirkannya di langit pada siang hari, dan membawanya ke dunia lain sehingga bisa terbit keesokan harinya. Kejadian matahari tersebut dianggap sama dengan scarabs yang membawa bola kotoran, sehingga mereka bisa beregenerasi. Sehingga dalam kehidupan, dengan memiliki scarabs, atau memakai simbol serangga ini, keberuntungan akan datang berulang-ulang seperti proses regenerasi.
5. Kupu-kupu
Serangga terakhir pembawa keberuntungan yakni kupu-kupu. Mitos kupu-kupu sebagai pembawa keberuntungan diyakini orang-orang Jepang, sehingga mereka bukan hanya merawat, tapi juga sering kali mengawetkanya dan menyimpannya di dalam rumah. Mereka meyakini keindahan kupu-kupu bisa membuat kehidupannya seindah sayapnya. Begitu pun dengan bisnis yang dijalakan, mereka percaya, akan mendatangkan kesuksesan. Tidak hanya di Jepang, mitos mengenai kupu-kupu akan memberi sesuatu yang baik juga diyakini sebagian orang indonesia. Hanya di Indonesia, kupu-kupu pertanda kekeluargaan, seperti akan kedatangan tamu, atau kerabat yang sudah lama tidak bertemu. Namun sering kali dikaitkan jika kupu-kupu yang datang berwarna tidak baik, tamu yang akan datang juga membawa sial. Tapi jika kupu-kupu yang hinggap di rumah kita berwarna indah, maka tamu tersebut akan membawa berkah. Kepercayaan seperti itu juga teryata ada di sebagian negara Eropa. Kupu-kupu menjadi simbol akan datangnya kerabat, yang sudah lama tidak berjumpa. Hanya saja orang Eropa menjadikan lebar sayap dari kupu-kupu yang hinggap sebagai pertanda, tamu tersebut akan tinggal lama atau sebentar saja.
Sumber: http://www.unikdunia.com
HEWAN PEMBAWA KEBERUNTUNGAN
5 HEWAN YANG MEMBAWA MITOS KEBERUNTUNGAN
Sebagian orang dari berbagai lapisan masyarakat mempercayai kebenaran mitos hewan pembawa keberuntungan, rela mengeluarkan kocek besar untuk memilikinya, begitu juga dengan biaya untuk memeliharanya. Disayangi seperti merawat anak sendiri penuh dengan kelembutan, bahkan terkadang dilakukan secara berlebihan. Berikut saya rangkumkan hewan-hewan yang "dianggap" membawa keberuntungan bagi pemiliknya :
1. Tokek
Bagaimana caranya, ternyata mereka berupaya untuk menanyakan keberuntungannya saat si tokek yang sedang berbunyi. Misalnya kekayaan, naik jabatan, putus cinta, bahkan menikah dan perceraian. Ada kalanya hal ini hanya dianggap mitos namun sebagian lainnya justru mengharapkan keberuntungan dari sang tokek, berbagai upaya dicoba dalam pencapaian suatu keberhasilan. Karena katanya, tokek merupakan simbol hewan keberuntungan.
Ada ciri-ciri khusus pada tokek yang dipercayai memiliki keberuntungan. Adalah tokek memiliki bunyi berjumlah ganjil, tokek dengan ekor bercabang menghadap ke atas dan lain sebaganya. Tapi bukan tokek racun seperti lagu balasan keong racun.
Menurut kepercayaan suatu sekte, tokek merupakan hewan keturunan atau naga. Oleh sebab itu maka tokek dianggap sebagai hewan sakral, tokek dengan bobot lebih dari 3 ons dipercaya telah memiliki "penunggu", sehingga tokek ini akan tampak lebih besar dari berat sebenarnya. Maka tokek tersebut tampak besar namun memiliki bobot ringan, karena penunggunya pergi ketika tokek sedang ditimbang.
Tokek juga dianggap sebagai hewan tolak bala, yakni memiliki kekuatan gaib dan rumah yang dihuni oleh tokek tersebut akan dapat menolak bala, semakin besar ukurannya maka semakin besar pula kekuatan gaib yang dimiliki. Sehingga tidak jarang, bagi orang-orang yang mempercayai hal tersebut berani membayar mahal, sampai ke berbagai penjuru akan dicari dan dibayar sesuai dengan berat dan ukurannya.
Hewan ini sendiri kebanyakan aktif di saat senja dan malam hari, meski suara panggilannya kadang-kadang terdengar di siang hari. Tokek tinggal di lubang pepohonan di hutan atau di rekahan batuan atau gua, namun sebagian jenisnya juga beradaptasi dengan lingkungan manusia dan bersifat komensal. Tokek memburu aneka serangga dan invertebrata lain sebagai makanannya, walaupun juga tidak segan memangsa vertebrata lain yang lebih kecil ukurannya. Tokek betina biasanya mengeluarkan sepasang telur yang disimpan berlekatan di sudut lubang atau dinding. Tempat menyimpan telur ini biasa digunakan berulang kali oleh tokek yang sama.
2. Ikan Arwana
Alasan Ikan Arwana yang dalam bahasa latin bernama Sceleropage Formosus atau bahasa gaulnya Dragon Fish, bahasa kampungnya ikan payang, siluk, silok, kelasa, khayangan atau juga kalikasi ini dipelihara bukan hanya karena warna sisiknya yang cantik, subuhnya yang kekar dan warnanya. Tetapi konon, ikan yang berasal dari pedalaman Kalimantan ini punya kemampuan menolak bala dan di percayai sebagai ikan pembawa keberuntungan.
Bahkan bagi sebagian orang berduit, memelihara Arwana sudah menjadi gaya hidup, simbol keberhasilan, keperkasaan, dan kejayaan pemiliknya. Perpaduan berbagai hal itulah yang menjaga harga Arwana tetap tinggi. Ikan Arwana termasuk ikan yang tak mudah dirawat. Arwana tak bisa hidup di air yang kotor. Ia juga membutuhkan akuarium yang besar. Maklumlah, ukuran Arwana bisa menyamai lengan orang dewasa. Namun berbagai kesulitan pemeliharaan segera terbayar saat memandang ikan naga ini menari di akuarium.
Ikan Arwana sendiri merupakan ikan yang tergolong satwa langka Indonesia dengan habitat asli dari Kalimantan dan juga Papua. Ikan ini mempunyai bentuk tubuh yang khas, berkesan gagah dan sedikit angkuh, dilengkapi dengan sungut pada mulutnya dan sisik yang besar dengan susunannya yang harmonis, membuat keindahan dari ikan ini sangat menonjol. Ikan ini berenang dengan tenang sehingga jika diletakkan dalam akuarium akan membuatnya benar benar terlihat sebagai ikan yang anggun.
Ada beberapa jenis ikan arwana, seperti arwana Silver, Gold, Super Red dan sebagainya.
Namun yang mempunyai harga jual tertinggi ataupun paling diminati oleh penggemar ikan naga ini adalah jenis Super Red. Jenis ini dipercaya membawa keberuntungan (hokie) bagi pemiliknya dan pembawa kekayaan sekaligus dapat menaikkan status sosial sang pemilik terutama jika memiliki Arwana dengan spesifikasi khusus yang harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Pada awalnya ikan ini dikenal sangat sulit untuk berkembang biak di luar habitat aslinya, namun pada perkembangannya ikan ini dapat berkembang biak pada tambak ataupun kolam-kolam buatan dengan air yang telah diatur keasaman ataupun suhunya. Hal ini memungkinkan penangkaran dapat dilakukan jauh dari habitat asli ikan ini.
3. Ikan Koi
Siapa yang tidak tergoda dengan keindahan Ikan Koi. Ikan koi memang indah. Sisiknya yang berwarna - warni dan bentuk tubuhnya yang menggemaskan, membuat ikan ini banyak dicari orang. Meskipun ikan koi ini bibitnya awalnya berasal dari daratan Tiongkok lalu menyebar ke Jepang, namun kini banyak dibudidayakan di dalam negeri.
Ikan jenis koi semakin digemari. Selain bentuk dan warna, ikan ini diyakini bisa membawa keberuntungan. Satu pembudidaya koi bisa beromzet Rp 40 juta per bulan. Asal kataKoi (bahasa Tionghoa dan bahasa Jepang: 鯉, Romaji : koi) adalah jenis ikan karper Cyprinus carpio yang dipelihara untuk menghias rumah, berasal dari Tiongkok dan banyak tersebar di Jepang. Mereka berkerabat dekat dengan ikan mas, dan karena itu banyak orang menyebutnya ikan mas koi yang sebenarnya adalah misnomer.
Di samping itu, ternyata masih ada lagi kepercayaan lain tentang ikan ini, yakni seseorang yang memelihara koi akan mendapat keberuntungan (percaya apa tidak ya terserah anda ... !! Karena saya tidak bisa menjamin untuk itu, hehee). Ikan Hias jenis ini biasanya berharga cukup mahal dengan Nama Ikan Koi atau Jinmengyo.
Dari negara asalnya Jepang, Koi memiliki 174 jenis namun yang dikenal hanya beberapa saja.Koi merupakan ikan kolam, keindahannya hanya akan terlihat bila berada di kolam dan dilihat dari atas. Koi bukan ikan akuarium, jika dimasukan ke dalam akuarium tak akan menunjukkan keindahan dan keasyikan ketika memandanginya.
Dari sekian banyak jenis ikan koi, ada tiga yang sangat terkenal yang disebut gosanke, yaitu :
1. Kohaku, ikan koi yang punya corak warna merah di atas warna putih
2. Sanke, jenis ikan koi yang bercorak warna merah dan hitam di atas warna putih, tetapi corak hitam tidak terdapat di kepala
3. Showa adalah ikan koi hitam bercorak warna merah dan putih
Mengapa ikan koi unik? Ikan koi dapat menjadi teman seumur hidup,karena umurnya relative panjang. Di Jepang ada yang sampai berumur 200 tahun, warna-warninya beragam, indah, mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, mudah menerima makanan, lemah lembut dan jinak, serta raja ikan hias air tawar. Kata koi, menurut penulisan Jepang, memang bisa menimbulkan dua makna berbeda. Makna pertama adalah ikan, sedangkan makna kedua menjadi murni atau sempurna.
Dari kedua makna ini, koi bisa diartikan sebagai ikan yang mempunyai garis rapi dan teratur pada sisik di badannya. Artinya, koi merupakan ikan yang benar-benar sangat menguntungkan dan sangat ideal untuk seni.
10 KEUNIKAN KOI
- Bisa menjadi teman seumur hidup. ”Takdir “hidup koi sangat panjang. Di Jepang ada yang sampai berumur 200 tahun.
- Warna-warninya beragam. Koi mempunyai corak warna yang sangat beragam dan setiap pola warna koi sangat berbeda,.
- Koi tidak terlalu mahal. Pada umumnya. orang beranggapan bahwa koi sebagai ikan hias yang harganya mahal. Tapi jika kita mau memeliharanya mulai dari kecil ian ini tidak terlalu mahal.
- Koi mudah menyesuaikan diri. Koi juga dikenal sebagai ikan yang gampang menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Ikan ini bisa menempati hampir semua tempat.
- Koi mudah menerima makanan. Salah satu sebab mengapa koi mudah dipelihara adalah karena koi mudah menerima makanan apa saja. Tidak seperti halnya pada budidaya kodok. Kodok sulit dibudidayakan karena perilaku makanannya sangat khusus.
- Tidak pemilih terhadap perawatnya. Pada umumnya sebuah hobi hanya milik perorangan. Kalau seorang ayah mempunyai kegemaran memelihara burung, mungkin anggota keluarga yang lain tidak bisa ikut menikmati karena memang tidak tahu apa yang menarik dari burung tersebut. Tapi kalo memelihara koi, banyak orang yang bisa menikmati
- Koi lemah lembut dan jinak. Tidak ada pemimpin dalam kelompok koi, dan tidak ada seekor pejantan kasar yang mengganggu koi betina. Sebagai penghuni lama, koi tidak akan me-nyiksa koi pendatang baru. Koi sangat lemah lembut.
- Koi Ikan Samurai. Koi terkenal sebagai ikan pemberani dan tidak takut terhadap apa pun sampai mereka dibantai. Oleh karenanya, koi di Jepang disebut sebagai ikan samurai.
- Raja Ikan Hias Air Tawar. Koi merupakan ikan hias air tawar terbesar dan merupakan ikan bergengsi. Kepalanya besar dengan dihiasi sepasang kumis. Kumis inilah yang membedakannya dengan ikan mas koki, Carassius auratus.
- Koi Merupakan Karya Seni Jepang. Koi mempunyai sejarah panjang sebagai ikan peliharaan. Ikan ini diimpor ke Jepang dari tempat asalnya di Asia Tengah lewat Cina dan Korea.
4. Ikan Louhan
Ikan Louhan (Flowerhorn) bagi sebagian orang merupakan ikan pembawa Hoki. Bagi siapa saja yang memelihara dan memilikinya diyakini akan mendatangkan keberuntugan. Anggapan sebagai Ikan Hoki merupakan keyakinan yang tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat tertentu. Namun demikian secara hitung-hitungan bisnispun sebenarnya ikan Louhan adalah suatu komoditas bisnis yang teramat sangat mejanjikan. Maka dari itu perlu diketahui bagaimana membudidayakan ikan louhan secara baik dan benar.
Ikan Louhan yang dicirikan dengan benjolan di kepala, sering diistilahkan jenong atau nonong, warna warni di tubuhnya serta adanya huruf cina atau huruf arab di di bagian tubuhnya. Disebut juga flower horn karena warna tubuhnya yang warna-warni bagai bunga, dan benjolan di kepala bagai sebuah tanduk.
Asal Mula Louhan
Progam pengembangbiakan telah dimulai sejak tahun 1993. Orang Malaysia terutama banyak yang mengagumi ikan dengan kepala menonjol, yang dikenal sebagai Karoi atau “kapal perang”, ditemukan di bagian barat negara mereka. Dahi sedikit menonjol dan ekor panjang ikan ini berharga untuk para peminat masyarakat Taiwan sebagai tanda pembawa keberuntungan dalam geomansi. Pada tahun 1994, iblis merah Cichlid (genus Amphilophus) yang diimpor dari Amerika Tengah ke Malaysia dan hasil hibrida parrot cichlid yang diimpor dari Taiwan ke Malaysia dan dibesarkan ikan ini secara bersamaan, menandai kelahiran ikan lou han tersebut.
Pada tahun 1995, perkawinan persilangan diadakan lebih lanjut dengan Human Face Red God of Fortune, yang menghasilkan jenis baru yang disebut Five-Colors God of Fortune. Karena warnanya yang indah, ikan ini menjadi cepat populer. Penyempurnaaan secara selektif terus berlanjut hingga tahun 1998, ketika Seven-Colors Blue Fiery Mouth (yang juga disebut sebagai Greenish Gold Tiger) yang diimpor dari Amerika Tengah, dan hasil perkawinan silangnya dengan Jin Gang Blood Parrot dari Taiwan. Pembelesteran ini akhirnya menghasilkan generasi pertama hibrida flowerhorn Hua Luo Han, yang kemudian diikuti dengan perkenalan flowerhorn berikutnya.
5. Kucing
Maneki neko adalah figur kucing "selamat datang" yang dipercaya membawa keberuntungan & kesejahteraan. Maneki neko berasal dari Jepang, merupakan patung kucing yang dipercaya membawa keberuntungan bagi pemiliknya.
Patung ini menggambarkan kucing lokal dari jepang (Japanese Bobtail) dengan salah satu kaki depan terangkat, seolah olah melambai-lambai. Maneki neko biasanya dipajang di Toko, Restoran dan tempat usaha lain.
Figur kucing ini telah diproduksi menjadi berbagai alat & bentuk seperti gantungan kunci, celengan, pengharum ruangan, dll. Berbagai bahan juga dipergunakan. Dari yang paling purah seperti plastik, kayu dan kertas hingga yang mahal seperti jade atau giok. Berbagai bentuk, warna dan ornamen tambahan dipercaya mempunyai fungsi tertentu.
Yang dimaksud kucing di sini mungkin lebih dikhususkan pada sebuah benda/patung berbentuk kucing yang di Jepang disebut "Maneki Neko". Wujud barang ini rasanya sudah tak asing lagi di toko, restoran, wartel dan sebagainya. Sosok seekor kucing yang duduk tegak dengan satu kaki depannya terangkat bak mengajak orang mendekat.
Hampir semua Maneki Neko mengenakan kalung berwarna merah dengan bel kecil menggantung di bagian depannya. Sebenarnya aksesoris ini cukup umum dikenakan pada kucing-kucing peliharaan keluarga bangsawan di zaman Edo. Selain itu, kalung merah dengan bel kecil ini juga sering menghiasi Jizo, patung-patung batu yang umumnya ditempatkan di sekitar kuil dan pemakaman, dan merupakan pelindung anak-anak sakit.
Sebagian orang dari berbagai lapisan masyarakat mempercayai kebenaran mitos hewan pembawa keberuntungan, rela mengeluarkan kocek besar untuk memilikinya, begitu juga dengan biaya untuk memeliharanya. Disayangi seperti merawat anak sendiri penuh dengan kelembutan, bahkan terkadang dilakukan secara berlebihan. Berikut saya rangkumkan hewan-hewan yang "dianggap" membawa keberuntungan bagi pemiliknya :
1. Tokek
Bagaimana caranya, ternyata mereka berupaya untuk menanyakan keberuntungannya saat si tokek yang sedang berbunyi. Misalnya kekayaan, naik jabatan, putus cinta, bahkan menikah dan perceraian. Ada kalanya hal ini hanya dianggap mitos namun sebagian lainnya justru mengharapkan keberuntungan dari sang tokek, berbagai upaya dicoba dalam pencapaian suatu keberhasilan. Karena katanya, tokek merupakan simbol hewan keberuntungan.
Ada ciri-ciri khusus pada tokek yang dipercayai memiliki keberuntungan. Adalah tokek memiliki bunyi berjumlah ganjil, tokek dengan ekor bercabang menghadap ke atas dan lain sebaganya. Tapi bukan tokek racun seperti lagu balasan keong racun.
Menurut kepercayaan suatu sekte, tokek merupakan hewan keturunan atau naga. Oleh sebab itu maka tokek dianggap sebagai hewan sakral, tokek dengan bobot lebih dari 3 ons dipercaya telah memiliki "penunggu", sehingga tokek ini akan tampak lebih besar dari berat sebenarnya. Maka tokek tersebut tampak besar namun memiliki bobot ringan, karena penunggunya pergi ketika tokek sedang ditimbang.
Tokek juga dianggap sebagai hewan tolak bala, yakni memiliki kekuatan gaib dan rumah yang dihuni oleh tokek tersebut akan dapat menolak bala, semakin besar ukurannya maka semakin besar pula kekuatan gaib yang dimiliki. Sehingga tidak jarang, bagi orang-orang yang mempercayai hal tersebut berani membayar mahal, sampai ke berbagai penjuru akan dicari dan dibayar sesuai dengan berat dan ukurannya.
Hewan ini sendiri kebanyakan aktif di saat senja dan malam hari, meski suara panggilannya kadang-kadang terdengar di siang hari. Tokek tinggal di lubang pepohonan di hutan atau di rekahan batuan atau gua, namun sebagian jenisnya juga beradaptasi dengan lingkungan manusia dan bersifat komensal. Tokek memburu aneka serangga dan invertebrata lain sebagai makanannya, walaupun juga tidak segan memangsa vertebrata lain yang lebih kecil ukurannya. Tokek betina biasanya mengeluarkan sepasang telur yang disimpan berlekatan di sudut lubang atau dinding. Tempat menyimpan telur ini biasa digunakan berulang kali oleh tokek yang sama.
2. Ikan Arwana
Alasan Ikan Arwana yang dalam bahasa latin bernama Sceleropage Formosus atau bahasa gaulnya Dragon Fish, bahasa kampungnya ikan payang, siluk, silok, kelasa, khayangan atau juga kalikasi ini dipelihara bukan hanya karena warna sisiknya yang cantik, subuhnya yang kekar dan warnanya. Tetapi konon, ikan yang berasal dari pedalaman Kalimantan ini punya kemampuan menolak bala dan di percayai sebagai ikan pembawa keberuntungan.
Bahkan bagi sebagian orang berduit, memelihara Arwana sudah menjadi gaya hidup, simbol keberhasilan, keperkasaan, dan kejayaan pemiliknya. Perpaduan berbagai hal itulah yang menjaga harga Arwana tetap tinggi. Ikan Arwana termasuk ikan yang tak mudah dirawat. Arwana tak bisa hidup di air yang kotor. Ia juga membutuhkan akuarium yang besar. Maklumlah, ukuran Arwana bisa menyamai lengan orang dewasa. Namun berbagai kesulitan pemeliharaan segera terbayar saat memandang ikan naga ini menari di akuarium.
Ikan Arwana sendiri merupakan ikan yang tergolong satwa langka Indonesia dengan habitat asli dari Kalimantan dan juga Papua. Ikan ini mempunyai bentuk tubuh yang khas, berkesan gagah dan sedikit angkuh, dilengkapi dengan sungut pada mulutnya dan sisik yang besar dengan susunannya yang harmonis, membuat keindahan dari ikan ini sangat menonjol. Ikan ini berenang dengan tenang sehingga jika diletakkan dalam akuarium akan membuatnya benar benar terlihat sebagai ikan yang anggun.
Ada beberapa jenis ikan arwana, seperti arwana Silver, Gold, Super Red dan sebagainya.
Namun yang mempunyai harga jual tertinggi ataupun paling diminati oleh penggemar ikan naga ini adalah jenis Super Red. Jenis ini dipercaya membawa keberuntungan (hokie) bagi pemiliknya dan pembawa kekayaan sekaligus dapat menaikkan status sosial sang pemilik terutama jika memiliki Arwana dengan spesifikasi khusus yang harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Pada awalnya ikan ini dikenal sangat sulit untuk berkembang biak di luar habitat aslinya, namun pada perkembangannya ikan ini dapat berkembang biak pada tambak ataupun kolam-kolam buatan dengan air yang telah diatur keasaman ataupun suhunya. Hal ini memungkinkan penangkaran dapat dilakukan jauh dari habitat asli ikan ini.
3. Ikan Koi
Siapa yang tidak tergoda dengan keindahan Ikan Koi. Ikan koi memang indah. Sisiknya yang berwarna - warni dan bentuk tubuhnya yang menggemaskan, membuat ikan ini banyak dicari orang. Meskipun ikan koi ini bibitnya awalnya berasal dari daratan Tiongkok lalu menyebar ke Jepang, namun kini banyak dibudidayakan di dalam negeri.
Ikan jenis koi semakin digemari. Selain bentuk dan warna, ikan ini diyakini bisa membawa keberuntungan. Satu pembudidaya koi bisa beromzet Rp 40 juta per bulan. Asal kataKoi (bahasa Tionghoa dan bahasa Jepang: 鯉, Romaji : koi) adalah jenis ikan karper Cyprinus carpio yang dipelihara untuk menghias rumah, berasal dari Tiongkok dan banyak tersebar di Jepang. Mereka berkerabat dekat dengan ikan mas, dan karena itu banyak orang menyebutnya ikan mas koi yang sebenarnya adalah misnomer.
Di samping itu, ternyata masih ada lagi kepercayaan lain tentang ikan ini, yakni seseorang yang memelihara koi akan mendapat keberuntungan (percaya apa tidak ya terserah anda ... !! Karena saya tidak bisa menjamin untuk itu, hehee). Ikan Hias jenis ini biasanya berharga cukup mahal dengan Nama Ikan Koi atau Jinmengyo.
Dari negara asalnya Jepang, Koi memiliki 174 jenis namun yang dikenal hanya beberapa saja.Koi merupakan ikan kolam, keindahannya hanya akan terlihat bila berada di kolam dan dilihat dari atas. Koi bukan ikan akuarium, jika dimasukan ke dalam akuarium tak akan menunjukkan keindahan dan keasyikan ketika memandanginya.
Dari sekian banyak jenis ikan koi, ada tiga yang sangat terkenal yang disebut gosanke, yaitu :
1. Kohaku, ikan koi yang punya corak warna merah di atas warna putih
2. Sanke, jenis ikan koi yang bercorak warna merah dan hitam di atas warna putih, tetapi corak hitam tidak terdapat di kepala
3. Showa adalah ikan koi hitam bercorak warna merah dan putih
Mengapa ikan koi unik? Ikan koi dapat menjadi teman seumur hidup,karena umurnya relative panjang. Di Jepang ada yang sampai berumur 200 tahun, warna-warninya beragam, indah, mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, mudah menerima makanan, lemah lembut dan jinak, serta raja ikan hias air tawar. Kata koi, menurut penulisan Jepang, memang bisa menimbulkan dua makna berbeda. Makna pertama adalah ikan, sedangkan makna kedua menjadi murni atau sempurna.
Dari kedua makna ini, koi bisa diartikan sebagai ikan yang mempunyai garis rapi dan teratur pada sisik di badannya. Artinya, koi merupakan ikan yang benar-benar sangat menguntungkan dan sangat ideal untuk seni.
10 KEUNIKAN KOI
- Bisa menjadi teman seumur hidup. ”Takdir “hidup koi sangat panjang. Di Jepang ada yang sampai berumur 200 tahun.
- Warna-warninya beragam. Koi mempunyai corak warna yang sangat beragam dan setiap pola warna koi sangat berbeda,.
- Koi tidak terlalu mahal. Pada umumnya. orang beranggapan bahwa koi sebagai ikan hias yang harganya mahal. Tapi jika kita mau memeliharanya mulai dari kecil ian ini tidak terlalu mahal.
- Koi mudah menyesuaikan diri. Koi juga dikenal sebagai ikan yang gampang menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Ikan ini bisa menempati hampir semua tempat.
- Koi mudah menerima makanan. Salah satu sebab mengapa koi mudah dipelihara adalah karena koi mudah menerima makanan apa saja. Tidak seperti halnya pada budidaya kodok. Kodok sulit dibudidayakan karena perilaku makanannya sangat khusus.
- Tidak pemilih terhadap perawatnya. Pada umumnya sebuah hobi hanya milik perorangan. Kalau seorang ayah mempunyai kegemaran memelihara burung, mungkin anggota keluarga yang lain tidak bisa ikut menikmati karena memang tidak tahu apa yang menarik dari burung tersebut. Tapi kalo memelihara koi, banyak orang yang bisa menikmati
- Koi lemah lembut dan jinak. Tidak ada pemimpin dalam kelompok koi, dan tidak ada seekor pejantan kasar yang mengganggu koi betina. Sebagai penghuni lama, koi tidak akan me-nyiksa koi pendatang baru. Koi sangat lemah lembut.
- Koi Ikan Samurai. Koi terkenal sebagai ikan pemberani dan tidak takut terhadap apa pun sampai mereka dibantai. Oleh karenanya, koi di Jepang disebut sebagai ikan samurai.
- Raja Ikan Hias Air Tawar. Koi merupakan ikan hias air tawar terbesar dan merupakan ikan bergengsi. Kepalanya besar dengan dihiasi sepasang kumis. Kumis inilah yang membedakannya dengan ikan mas koki, Carassius auratus.
- Koi Merupakan Karya Seni Jepang. Koi mempunyai sejarah panjang sebagai ikan peliharaan. Ikan ini diimpor ke Jepang dari tempat asalnya di Asia Tengah lewat Cina dan Korea.
4. Ikan Louhan
Ikan Louhan (Flowerhorn) bagi sebagian orang merupakan ikan pembawa Hoki. Bagi siapa saja yang memelihara dan memilikinya diyakini akan mendatangkan keberuntugan. Anggapan sebagai Ikan Hoki merupakan keyakinan yang tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat tertentu. Namun demikian secara hitung-hitungan bisnispun sebenarnya ikan Louhan adalah suatu komoditas bisnis yang teramat sangat mejanjikan. Maka dari itu perlu diketahui bagaimana membudidayakan ikan louhan secara baik dan benar.
Ikan Louhan yang dicirikan dengan benjolan di kepala, sering diistilahkan jenong atau nonong, warna warni di tubuhnya serta adanya huruf cina atau huruf arab di di bagian tubuhnya. Disebut juga flower horn karena warna tubuhnya yang warna-warni bagai bunga, dan benjolan di kepala bagai sebuah tanduk.
Asal Mula Louhan
Progam pengembangbiakan telah dimulai sejak tahun 1993. Orang Malaysia terutama banyak yang mengagumi ikan dengan kepala menonjol, yang dikenal sebagai Karoi atau “kapal perang”, ditemukan di bagian barat negara mereka. Dahi sedikit menonjol dan ekor panjang ikan ini berharga untuk para peminat masyarakat Taiwan sebagai tanda pembawa keberuntungan dalam geomansi. Pada tahun 1994, iblis merah Cichlid (genus Amphilophus) yang diimpor dari Amerika Tengah ke Malaysia dan hasil hibrida parrot cichlid yang diimpor dari Taiwan ke Malaysia dan dibesarkan ikan ini secara bersamaan, menandai kelahiran ikan lou han tersebut.
Pada tahun 1995, perkawinan persilangan diadakan lebih lanjut dengan Human Face Red God of Fortune, yang menghasilkan jenis baru yang disebut Five-Colors God of Fortune. Karena warnanya yang indah, ikan ini menjadi cepat populer. Penyempurnaaan secara selektif terus berlanjut hingga tahun 1998, ketika Seven-Colors Blue Fiery Mouth (yang juga disebut sebagai Greenish Gold Tiger) yang diimpor dari Amerika Tengah, dan hasil perkawinan silangnya dengan Jin Gang Blood Parrot dari Taiwan. Pembelesteran ini akhirnya menghasilkan generasi pertama hibrida flowerhorn Hua Luo Han, yang kemudian diikuti dengan perkenalan flowerhorn berikutnya.
5. Kucing
Maneki neko adalah figur kucing "selamat datang" yang dipercaya membawa keberuntungan & kesejahteraan. Maneki neko berasal dari Jepang, merupakan patung kucing yang dipercaya membawa keberuntungan bagi pemiliknya.
Patung ini menggambarkan kucing lokal dari jepang (Japanese Bobtail) dengan salah satu kaki depan terangkat, seolah olah melambai-lambai. Maneki neko biasanya dipajang di Toko, Restoran dan tempat usaha lain.
Figur kucing ini telah diproduksi menjadi berbagai alat & bentuk seperti gantungan kunci, celengan, pengharum ruangan, dll. Berbagai bahan juga dipergunakan. Dari yang paling purah seperti plastik, kayu dan kertas hingga yang mahal seperti jade atau giok. Berbagai bentuk, warna dan ornamen tambahan dipercaya mempunyai fungsi tertentu.
Yang dimaksud kucing di sini mungkin lebih dikhususkan pada sebuah benda/patung berbentuk kucing yang di Jepang disebut "Maneki Neko". Wujud barang ini rasanya sudah tak asing lagi di toko, restoran, wartel dan sebagainya. Sosok seekor kucing yang duduk tegak dengan satu kaki depannya terangkat bak mengajak orang mendekat.
Hampir semua Maneki Neko mengenakan kalung berwarna merah dengan bel kecil menggantung di bagian depannya. Sebenarnya aksesoris ini cukup umum dikenakan pada kucing-kucing peliharaan keluarga bangsawan di zaman Edo. Selain itu, kalung merah dengan bel kecil ini juga sering menghiasi Jizo, patung-patung batu yang umumnya ditempatkan di sekitar kuil dan pemakaman, dan merupakan pelindung anak-anak sakit.
REFENRENSI:https://www.facebook.com/Mitos.dan.fakta
Selasa, Januari 07, 2014
amateg aji/niat ingsun
Salam sejahtera kepada pengunjung BLOG STROOM09 semoga para pembaca artikel ini dapat memahami dan menerapkan dalam kehidupan bermasyarakat. kali ini saya akan meposting sedikit tentang sedulur papat,kelima pancer. Sebelum bayi lahir akan di dahului oleh keluarnya air ketuban atau air kawah,setelah bayi lahir keluar dari rahim ibu akan segera di susul plasenta/ari-ari.Dan darah-daging sebagai saudara kembarnya
urutannya
1. Air ketuban (air kawah) sebagai kakak dalam istilah saudara bathin
2. bayi/diri sendiri
adik dalam istilah saudara bathin
3.Ari-ari/tali plasenta
4. darah
5.daging
sebagai pelengkap roh sebagai pancer
dalam pandangan jawa doa merupakan niat atau kebulatan tekad yang harus melibatkan unsur jiwa dan raga maka untuk mengawali pekerjaan saudara bathin kita di sebut di butuhkan sikap amateg aji/niat ingsun
biar lebih jelas ini doanya
kakang kawah adi ari-ari, kadhangku kang lahir nunggal sedino lan kadhangku kang lahir nunggal sewengi, sedulurku papat kiblat, kelimo pancer…ewang-ewangono aku..saperlu ono gawe ….
urutannya
1. Air ketuban (air kawah) sebagai kakak dalam istilah saudara bathin
2. bayi/diri sendiri
adik dalam istilah saudara bathin
3.Ari-ari/tali plasenta
4. darah
5.daging
sebagai pelengkap roh sebagai pancer
dalam pandangan jawa doa merupakan niat atau kebulatan tekad yang harus melibatkan unsur jiwa dan raga maka untuk mengawali pekerjaan saudara bathin kita di sebut di butuhkan sikap amateg aji/niat ingsun
biar lebih jelas ini doanya
kakang kawah adi ari-ari, kadhangku kang lahir nunggal sedino lan kadhangku kang lahir nunggal sewengi, sedulurku papat kiblat, kelimo pancer…ewang-ewangono aku..saperlu ono gawe ….
Sabtu, Desember 07, 2013
BELAJAR ILMU RAGA SUKMA
hallo gan, kali ini saya akan mempostingbelajar ilmu raga sukma.menurut penuturan seorang teman ngraga sukma yang asli kita nggak punya keinginan,tapi keinginan alloh.. caranya juga cukup sederhana . kita zikir ALLAH..ALLAH dan konsentrasi .klo buat latihan.lakukan zikir tersebut dengan mataterpejam.dan merasakan keluarnya sukma perlahan-lahan usahakan perut dalam keadan kosong untuk mempermudah keluarnya sukma.selamat mencoba.
bacaannya sebagai berikut:
BISMILAHIRROHMANIRROHIIM
SHOLALLAHU ALAIHI WASSALAM
ALLAHUMMA QULHU ALLAH
ZAT GUMILANG TANPA SANGKAN
LIYEP CUT PRUCUT
SUKMA NINGSUN METU SOKO ROGO
GAMPANG SARINING GAMPANG SAK NIATKU
SLAMET SOKO KERSANING ALLAH
LAA ILAHA ILALLAH MUHAMMADARROSULULLOH
BACA MANTRA DI ATAS 3X
LALU UCAPKAN BERULANG-ULANG ASMA ALLAH:
ALLAHHHHH.....(.BERGEMA DI DALAM HATI)
REFERENSI: DARI BERBAGAI SUMBER
bacaannya sebagai berikut:
BISMILAHIRROHMANIRROHIIM
SHOLALLAHU ALAIHI WASSALAM
ALLAHUMMA QULHU ALLAH
ZAT GUMILANG TANPA SANGKAN
LIYEP CUT PRUCUT
SUKMA NINGSUN METU SOKO ROGO
GAMPANG SARINING GAMPANG SAK NIATKU
SLAMET SOKO KERSANING ALLAH
LAA ILAHA ILALLAH MUHAMMADARROSULULLOH
BACA MANTRA DI ATAS 3X
LALU UCAPKAN BERULANG-ULANG ASMA ALLAH:
ALLAHHHHH.....(.BERGEMA DI DALAM HATI)
REFERENSI: DARI BERBAGAI SUMBER
Jumat, Oktober 25, 2013
3 kalimat kunci
ok, gan kali ini saya akan memposting 3 kalimat kunci. sebelumnya alangkah baiknya kalau kita menyimak beberapa pertanyaan ini dan jawabannya.
1. katakan surah Al qur'an yang berpengaruh pada kejadian langit dan bumi?...
jawabannya: surah al fatihah. sangat berpengaruh pada kejadian langit dan bumi. sebab segala zat dan partikel terciptanya langit dan bumi ada maqomnya inti induknya dalam alfatehah
dan kunci induk maqom surah al fatihah wa illah SARI ATI 7x
2.katakan surah al qur'an yang sangat berpengaruh pada kejadian manusia?..
jawabannya :. surat yasin akan sangat berpengaruh pada batang tubuh manusia sebab karakter surah yasin itu hampir sama dengan khasiat mustika merah delima
Dan kunci induk maqom surah yasin waillah DALI ATI 7x
3.katakan surah Alqur'an yang sangat berpengaruh pada alam gaib semesta bumi?..
jawabannya:..ayat qursyi ia sangat berpengaruh kepada alam gaib sebab memang induk kunci induk ayat tersebut di ciptakan di alam gaib ketuhanan yaitu alam zaitul baida/
berikut 3 kalimat kunci induk maqomnya ayat qursyi PATI ATI 7x
dan jika di gabung SARI ATI, DALI ATI, PATI ATI 7x
jika 3 kalimat diatas di lafalkan akan berkhasiat menyerap segala khasiat dari ayat tersebut ke tubuh si pengamal
Senin, Oktober 07, 2013
tips buat pencari ilmu gaib
![]() |
| Add caption |
Bagi yang merasa sering gagal dalam belajar ilmu ghaib hal itu bisa jadi disebabkan karena belum mengerti inti ajaran dari suatu amalan ilmu ghaib. Jangan berpikiran seperti anak TK yang manja, merasa bila sudah ikut perguruan ini-itu lalu akan langsung bisa. Guru hanyalah seorang pembimbing. Faktor keberhasilan kembali kepada kesungguhan diri masing-masing. Bagi yang telah senior cukup dengan memahami serat Syech Siti Jenar ini saja sudah cukup menjadi petunjuk menuju jalan keberhasilan.
Sajati jatining ngelmu,
Lungguhe cipta pribadi,
Pustining pangestinira,
Gineleng dadya sawiji,
Wijanging ngelmu dyatmika,
Neng kahanan eneng-ening.
Artinya kurang lebih adalah : Hakekat ilmu yang sejati, Terletak pada cipta pribadi, Maksud dan tujuannya, Disatukan adanya, Lahirnya ilmu pamungkas, Dalam keadaan sunyi, jernih.
Khasanah dunia ghaib hanya bisa ditembus dengan kondisi MEDITATIF. Artinya kondisi yang tenang, hening, suwung yang meliputi RAGA, PIKIRAN dan JIWA. Untuk mencapai kondisi tersebut perlu sarana latihan (riyadhoh). Misalnya dengan cegah makan (puasa), cegah tidur (melek), tekun membaca Dzikir Doa-mantra, tekun dalam olah nafas prana dan tekun Meditasi. Semua itu tentunya ada baiknya dibimbing oleh seorang Guru, atau berijazah.
Ketenangan RAGA bisa dicapai dengan sarana riyadhoh cegah makan, cegah bebaban (mengendalikan nafsu seksual), cegah berbuat jahat (nafsu angkara murka) semua itu terangkum dalam amalan yang disebut PUASA.
Ketenangan PIKIRAN bisa dicapai dengan sarana riyadhoh intopeksi diri, mengikuti kajian ilmu, mendatangi tempat-tempat bernilai spiritual, melakukan meditasi di sawah nan hijau, pantai dan gunung.
Ketenangan JIWA bisa dicapai dengan sarana riyadhoh membaca wirid Doa-Mantra, sembahyang, takafur, bermeditasi, melakukan Tarian Jiwa dan latihan berlalu jujur.
Semua itu dirangkum menjadi satu kesatuan ritual (lelaku), maka akan menumbuhkan keadaan tenang dan pasrah yang akan menuntun kedalam keheningan.
Tidak ada gunanya anda mampu berpuasa berhari-hari, rajin membaca wirid doa-mantra siang-malam bila semua itu tidak bisa menciptakan kondisi yang hening atau suwung. Semua amalan hanya sia-sia, tidak akan tembus alam ruhani, alam keghaiban. Kondisi hening tidak bisa disugestikan dengan sekedar kata hening..hening..hening. Tetapi kondisi hening adalah produk nyata dari ketenangan (kepasrahan) Raga, Pikiran dan Jiwa. Tidak bisa direkayasa, apalagi dengan menggunakan opium, candu, narkotika seperti dalam ritual ilmu hitam, semua itu bentuk ke-fana-an semu!
Senin, September 30, 2013
sebuah bacaan pendingin sifat panas dan memasukkan sifat besi
xxxxxxxx bismillah
nabi qursani pelapisini
batang kalengku (ingat bukan batang kalungku)
nabi adam ri tubuh ku
nabi muhammad ri bulungku
ALLAH ta'ala ri nyawa ku
kun fayakun
(ini kalimat memasuk kan sipat besi)
nabi qursani pelapisini
batang kalengku (ingat bukan batang kalungku)
nabi adam ri tubuh ku
nabi muhammad ri bulungku
ALLAH ta'ala ri nyawa ku
kun fayakun
(ini kalimat memasuk kan sipat besi)
kkal
xxxxxxxx bismillah
akkung panggakungakking samula jadinya
ALLAH ta'ala patong kana
berkat nabi ARMOI
kun fayakun
(nah di bawah inilah di sambung kalimat pendingin panas yang di berikan oleh nabi armoi/nabi api tersebut,dengan kalimat kunci pemberiannya lah baru mukjizat nabi armoi ini akan bergerak sesuai perintah si pengamal untuk mendinginkan sipat panas pada benda dan makhluk hidup)
(ini kalimat anti boom)
XXX=ALLAH humma
seorang sahabat pernah menggunakan kalimat ini untuk meredakan anak yg demam tinggi.tapi ada kata kuncinya. sementara ini saya belum dapat infonya lagi.
untuk sementara ini saya mencari -cari info ada rahasia apa di balik kalimat anti bom. itu.
ALLAHU AKBAR
xxxxxxxx bismillah
akkung panggakungakking samula jadinya
ALLAH ta'ala patong kana
berkat nabi ARMOI
kun fayakun
kalimat yg di atas tadi pernah di gunakan sahabat saya untuk meredakan anak yg lgi demam tinggi.
Jumat, Juli 05, 2013
kisah pemilik ilmu harimau
Perjalanan dengan kereta api Jakarta-Blitar kali ini sungguh sangat melelahkan. Bukan hanya penumpang yang berdesak-desakkan seperti ikan tertumpuk dalam kaleng, namun juga mulai Bekasi hingga Tulungagung hujan enggan berhenti. Praktis, suasana dalam gerbong kereta api makin pengap, campur aduk antara bau keringat orang, bau pesing dari toilet yang tidak tertutup serta barang bawaan penumpang yang menyengat hidung.
Karena lelahnya, begitu tiba di rumah kakek, aku langsung ngorok hingga bangun sudah bersamaan dengan mentari bertahta indah di ufuk timur.
“Mimpi apa kamu tadi malam, Ko?” sapa kakek. Begitu aku membuka mata, kakek sudah berada di samping ranjang berderitku.
“Tidak mimpi apapun. Saya tidur sangat nyenyak, Kek. Mungkin karena lelah setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang,” sahutku. “Apa Kakek ingin aku mimpi ketemu Nenek di alamnya sana dan Nenek titip salam buat Kakek?” sambungku dengan nada bercanda.
“Wong orang sudah meninggal kok kirim salam! Nenekmu sudah tenang di alam barzah sana, Ko. Semasa hidupnya dulu dia orang yang tekun ibadahnya, terpuji budi pekertinya serta ibu dan nenek yang baik bagi anak dan cucunya,“ ujar Kakek sambil menepuk-nepuk pundakku.
Aku terdiam mendengar penuturannya. Memang begitulah Nenek yang ak kenal. Itu sebabnya kami semua merasa begitu kehilangan setelah beliau wafat beberapa tahun lalu.
”Jadi anak yang baik. Biar banyak manfaat yang kamu dapat selama menerima amanahNya sebagai khalifah di muka bumi ini,” nasehat Kakek ketika melihat aku terdiam menyimak ucapannya tadi.
Kakek memang selalu begitu. Siapa saja yang dijumpai, tidak terbatas anggota keluarga saja, Kakek selalu wanti-wanti agar tidak neko-neko hidup di alam mayapada ini, supaya jika kembali ke haribaan Allah bisa khusnul khatimah, akhir yang baik.
Hampir tiap tahun, aku selalu menyempatkan diri menyambangi Kakek. Dia hidup sendirian, sementara anak-anaknya yang sudah memiliki rumah sendiri-sendiri. Saat disarankan untuk ikut di rumah salah seorang anaknya agar di hari tuanya lebih terawat, Kakek tidak mau. Aku masih mampu mengurus diri sendiri. Aku tidak ingin merepotkan mereka, selalu demikian Kakek beralasan tentang ketidaksiapannya nebeng di keluarga salah satu keturunannya tadi.
“Kapan kuliahmu kelar, Ko?” tanya Kakek suatu pagi sehabis sarapan dengan lauk daun singkong rebus, sambal terasi kegemaran Kakek. Semua Kakek sendiri yang masak. Sejak bujang Kakek memang tukang masak yang baik. Masakan olahannya tidak pernah ada orang mengatakan tidak enak. Disukai siapa saja. Tak heran jika rahasia masak Kakek jadi tumpuan menimba ilmu kuliner dari para tetangganya.
“Sebenarnya sudah selesai, Kek. Tinggal menunggu wisuda saja.“
“Oh…Terus, rencanamu ke mana setelah bangku perguruan tinggi kelak kamu tinggalkan?”
“Kerja, Kek.“
“Kerja apa?”
“Apa saja mau, asal halal dan bisa untuk menopang hidup. Keinginan saya tidak terlalu muluk-muluk, Kek.”
“Bagus. Tapi ingat,jangan menyalahgunakan wewenang, menyimpangkan kekuasaan demi keuntungan pribadi. Jaman ini memang langka orang yang idealis demikian. Lebih baik muncul sebagai manusia langka ketimbang menjadi orang jelek tingkah lakunya secara berjama’ah, Ko.“
“Akan saya upayakan, Kek.“
“Nah, harus gitu!”
Sederet senyum kebanggaan mencuat dari wajah tua Kakek. Menurut Ibu, usia Kakek hampir 90 tahun. Walau demikian, fisiknya masih bagus, daya ingatnya tajam, tak pernah mengeluh sakit, kecuali lelah biasa.
Banyak falsafah hidup kudapat dari Kakek. Dia yang bukan tipe pemarah, apalagi berkeluh-kesah. Kakek senantiasa nrimo ing pandum yakni menerima apa adanya tanpa berkeluh-kesah. Soal ibadah, Kakek bisa menjadi contoh karena beliau sangat tekun ibadah. Kamus malas seperti jauh dari hidup Kakek.
Meski hanya seorang petani, namun Kakek bukan petani minim wawasan dan pengetahuan. Kakek tergolong petani teladan, sehingga lima orang anak-anaknya mencicipi bangku pendidikan tinggi dan lulus menjadi sarjana. Mereka juga menjadi pekerja yang tak jauh beda uletnya dengan orangtuanya. Tepat kiranya jika Kakek disebut sebagai wong ndeso yang tidak ndesani alias orang dari desa yang cara hidup dan pergaulannya luas.
Pengamatan Kakek tentang kondisi jaman yang makin rusak ini lumayan jeli, tajam dan tepat sasaran. Menurut Kakek, semakin bertambah jauh penghuni bumi ini meninggalkan ajaran agama, semakin besar malapetaka yang akan datang, susul-menyusul seperti deretan bencana yang beberapa tahun terakhir terjadi.
“Orang yang mengaku sebagai pemeluk agama memang makin hari bertambah banyak, tapi mereka itu ibarat buih. Menggelembung dan kelihatan besar di permukaan, di bawah buih-buih tersebut kosong tak ada apa-apanya. Orang beragama yang hanya ingin dipuji, ingin disebut fanatik. Buktinya orang bermoral tercela malah muncul di mana-mana,“ kritik Kakek.
Di masa Kakek muda dulu, tekhnologi memang tidak secanggih sekarang. Namanya orang jahat akan selalu ada, bersamaan dengan terciptanya bumi, langit beserta isinya ini. Untuk mengantisipasi tindak kejahatan, di samping benteng agama kuat, orang harus menguasai tekhnologi juga, agar tidak dimakan orang lain.
“Dulu orang durjana, orang yang bermaksud tidak baik kepada kita hanya bisa diimbangi dengan doa dan ilmu kanuragan. Orang tidak mempunyai kesaktian akan jadi bulan-bulanan orang sekitarnya,“ ujar Kakek panjang lebar. Tapi aku senang mendengarnya karena apa yang diucapkannya penuh petuah.
Apa yang dikatakan Kakek paling akhir ini menjadikan aku teringat akan peristiwa yang sungguh tak kuduga sebelumnya. Dua tahun lalu, suatu malam dengan sinar rembulan merajai alam, Kakek mengajakku ke bagian belakang tempat tinggalnya. Aku sendiri tak tahu apa kehendak Kakek kali ini. Dua hari sebelumnya Kakek membuat anyaman bambu menyerupai kurungan ayam, dengan lebar lebih empat meter serta tinggi lima meter.
Kakek memintaku untuk membuka kurungan tersebut, sementara dia duduk bersila di dalamnya. Entah apa yang dilakukannya, sesaat setelah merapalkan doa, Kakek tidak ada lagi di dalam sangkar bambu ini. Ke mana dia? Tiba-tiba.. masya Allah! Jantungku terasa nyaris rontok manakala di dalam sangkar berdiri dengan garangnya seekor macan putih. Saking besarnya, tubuhnya hampir memenuhi setiap jengkal lokasi sangkar.
“Tak usah takut, Ko. Aku kakekmu si Sumarto Joyo. Aku hanya ingin memperlihatkan kepadamu bahwa dengan wujud harimau putih inilah, dulu Kakek bisa membikin bertekuk-lutut orang-orang yang ingin mencelakai Kakek,” kata Kakek. Suaranya terdengar menggema, seakan guntur yang menyambar di tengah hujan badai.
Aku mencoba menenangkan diri sambil perlahan kembali mendekat ke kandang itu.
“Sedetik lagi akan kamu lihat wujud asli Kakek sesungguhnya,“ kata harimau itu setelah aku mendekat.
Benar juga. Perwujudan harimau tadi telah lenyap, ganti Kakek yang sedang pringas-pringis minta dibukakan sangkar buatannya. Secara iseng kutanyakan apakah ilmu semacam ini tidak merepotkan pemilknya tatkala hendak meninggal.
“Ada mantra dan amalan penawarnya. Lagi pula ilmu demikian sudah tidak dipraktekkan lagi setelah kakek menikah,” jawab kakek.
Sampai saat ini saya masih mengingat hal itu. Diam-diam aku ingin belajar tapi Kakek belum mengijinkan. Saya yakin suatu waktu Kakek pasti akan mau mengajarkannya pada saya.
sumber: majalah misteri edisi 532
Minggu, Juni 09, 2013
Sepasang Buaya Jelmaan Bidadari
Desa Sugihwaras merupakan perkampungan penduduk yang paling dekat dengan lereng Gunung Kelud. Warga desa ini memiliki warisan kebudayaan tersendiri yakni mempersembahkan sesaji di kaki anak gunung. Persembahan sesaji ini sebagai simbol rasa terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Sejak dahulu, setiap tahun, warga di sini selalu mempersembahkan sesaji di tepi kawah. Tapi, setelah dari kawah muncul anak gunung, persembahannya sesaji dipindah ke kaki anak gunung. Tujuan kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, supaya warga desa terhindar dari malapetaka, makmur, dan tetap hidup rukun,” ungkap Sinto, salah seorang sesepuh desa yang ditemui Misteri.
Sementara itu, menurut keterangan juru kunci Gunung Kelud, Mbah Ronggo, “Syarat utama, larung sesaji ke kawah itu harus ada cok bakal dan jenang sengkala. Itu wajib!”
Apa yang terjadi jika syarat ini dilanggar? Seperti yang berlaku pada 2007 silam. Kala itu larung sesaji kurang lengkap. Alhasil, ritual sesaji yang dilakukan itu nyaris saja membawa bencana. Terlebih lagi ritual dilakukan di bulan Ruwah menurut kalender Jawa. Padahal, menurut perhitungan Mbah Ronggo, bulan Ruwah kurang baik untuk larung sesaji. Lebih bagus lagi, kalau dilaksanakan di bulan Suro. Tapi, ketika itu Mbah Ronggo hanya diam saja. Karena ia memang tidak diajak musyawarah oleh pihak panitia. Maka supaya lebih sempurna lagi, Mbah Ronggo terus melaksanakan selamatan lagi di tepi kawah, tujuannya untuk melengkapi supaya lebih sempurna.
Untuk meredam amuk Gunung Kelud ketika itu, tak kurang dari 25 paranormal yang berada di sekitarnya menggelar ritual di sekitar danau kawah untuk meminta agar bencana letusan gunung api tidak terjadi.
Sebagai salah satu gunung berapi yang masih aktif di Jawa, Gunung Kelud memang masih menyimpan misteri. Seperti Merapi yang bertengger di ujung utara Yogyakarta, Kelud di Jawa Timur juga sering kurda. Kalau sedang mengamuk, juga amat ganas.
Gunung Kelud berada sekitar 35 kilometer dari Kediri. Kalau ditempuh dari Blitar, jaraknya lebih kurang 24 kilometer. Di puncak Kelud, terdapat danau kawah, volumenya mencapai jutaan meter kubik. Punggung Kelud, merupakan daerah pertanian yang subur. Berupa perkebunan dan jadi lahan produksi tanaman pangan bagi penduduk di sekitarnya.
Meski sehari-hari tampak tenang dan damai, setiap saat wilayah itu mungkin sekali tiba-tiba bisa menjadi wilayah yang mengerikan. Yakni ketika Kelud mengamuk. Uniknya, Kelud biasa meletus pada malam hari.
Yang tak kalah unik, sebelum meletus, Kelud selalu memberi tanda dengan suara gemuruh lebih dulu. Kemudian melontarkan berbagai material yang panasnya bisa mencapai 300 hingga 500 derajat Celcius. Daya rusaknya juga amat dahsyat seperti mengamuknya ‘wedhus gembel’ Merapi. Meluluhlantakkan daerah sekitarnya dan bisa merenggut banyak korban jiwa.
Sejak tahun 1000 Kelud telah meletus sebanyak 23 kali. Interval letusannya rata-rata berlangsung setiap 15 tahun sekali. Paling pendek 3 tahun, berlangsung pada tahun 1848, kemudian disusul pada 1851. Tapi Kelud pernah bersikap manis selama sekitar 37 tahun. Selama itu, ‘sakit batuk’ pun belum pernah. Apalagi sampai ‘muntah berat’. Hal ini berlangsung pada 1864 hingga 1901.
Entah apa yang membuat Kelud selama 37 tahun tak pernah sakit-sakitan. Barangkali para ‘penunggunya’ merasa enjoy karena warga sekitarnya rutin mengirim ‘makanan kesehatan’ berupa berbagai jenis sesaji, seperti yang kerap dilakukan oleh warga desa Sugihwaras tersebut.
Menurut catatan, sudah sebanyak 3 kali Kelud sempat ngamuk berat. Yakni pada tahun 1919, 1951 dan 1966. Uniknya, kalau direka-reka, angka tahun meletusnya itu amat menarik, yakni selalu mengiringi peristiwa besar yang terjadi di Tanah Jawa (Baca juga: Indonesia-Pen). Misalkan saja, letusan 1951, seolah menandai Pemberontakan Madiun. Kemudian ledakan pada 1966, terjadi setahun setelah terjadinya G30S/ PKI. Pada tiga ledakan itu, material yang dimuntahkan meluncur ke bawah melalui Kali Badak, Kali Ngobo, Kali Putih, Kali Semut dan Kali Ngoto.
Nama Gunung Kelud berasal dari Jarwodhosok, yakni dari kata “ke” (kebak) dan “lud” (ludira). Hal ini berarti bila murka, bisa merenggut banyak kurban jiwa tak berdosa. Menurut kepercayaan penduduk sekitar, kawah gunung ini dijaga sepasang buaya putih, yang konon merupakan jelmaan bidadari.
Legenda menceritakan, zaman dahulu kala ada dua bidadari sedang mandi di telaga tersebut. Karena terlena, dua bidadari ini melakukan perbuatan seperti yang biasa terjadi pada manusia modern, yakni berbuat intim dengan sesama jenis. Jadi, kedua bidadari itu tergolong penganut lesbian.
Perbuatan tersebut rupanya diketahui oleh dewa. Karena kesal, sang dewa pun mengutuk kedua bidadari tersebut, “Kelakuan kalian mirip buaya.”
Karena dewa memang penguasa jagad, kata-katanya yang ampuh itu membuat dua bidadari tersebut seketika berubah menjadi dua ekor buaya. Konon, hingga kini mereka menjadi penunggu danau Gunung Kelud.
Letusan Kelud pada 1586 menelan korban hingga 10 ribu orang meninggal. Pada letusan 19 Mei 1919 memakan korban 5.110 jiwa. Sedang letusan 26 April 1966 menelan korban jiwa 212 meninggal, 74 hilang dan 89 luka-luka.
Menurut sesepuh desa di sekitar gunung ini, para korban itu sedang dikersakke dua bidadari penunggu kawah. Bila laki-laki diperlakukan sebagai suami dan yang perempuan diangkat sebagai saudara.
Warga menengarai, bila Kelud akan meletus biasanya ada dua sorot sinar terang masuk ke kawah. Atau banyak burung gagak berterbangan di pedesaan.
Ketika Misteri berkunjung ke gunung ini beberapa waktu lalu, Misteri bertemu dengan seorang pria tua yang tengah duduk bersila dengan komat-kamit membaca doa. Tempatnya bersila masih di tepi anak gunung, sepi, karena memang tidak termasuk tempat tujuan wisatawan.
Pria ini mengaku berasal dari Yogyakarta, dan tidak mau menyebutkan namanya. Katanya dia sering ke tepi anak gunung ketika masih berwujud kawah dengan tujuan ngalap berkah. Disamping itu, dia juga mengaku sudah melihat tanda-tanda akan terjadi bencana besar di Jawa Timur. Mungkinkah itu berkait dengan letusan Gunung Kelud? Ditanyakan hal ini, pria berwajah bersih itu hanya tersenyum penuh makna.
Bagi yang percaya, memang banyak cara untuk ngalap berkah di gunung ini. Setiap tahunan sekali, Bupati Blitar juga rutin ke sana. Hal ini termasuk tradisi yang dilakukan sejak dulu, sepertinya rasanya kurang enak kalau setiap tahun tidak ke Gunung Kelud.
SUMUR MAS DI BANYUMAS
Banyumas merupakan surga wisata alam dan budaya di Jawa Tengah bagian Barat. Beragam pesona tersebar di sejumlah wilayah, terutama di tiga kecamatan yakni Baturaden, Wangon, dan Banyumas.
Di antara tiga kecamatan tersebut, Baturaden dikenal sebagai salah satu tujuan wisata di Kabupaten Banyumas yang memang kaya keindahan panorama hutan di kaki Gunung Slamet.
Di Baturaden terdapat 2 obyek wisata, yakni lokawisata dan wanawisata. Sedangkan di Kecamatan Banyumas terdapat berbagai wisata religi dan budaya berupa Pesarean Dawuhan, Sumur atau Sendang Mas, Museum Wayang, Masjid Nur Sulaiman, dan Klenteng Boen Tek Bio.
Pesarean Dawuhan merupakan kompleks pemakaman para mantan bupati Banyumas, salah satunya bupati pertama yakni Raden Joko Kahiman.
Dalem Kadipaten
Dalem Kadipaten Banyumas (Pendopo Si Panji) diperkirakan mulai dibangun paska Perjanjian Giyanti tahun 1755, yaitu pada saat Bupati Banyumas, Raden Tumenggung Yudanegara III diangkat menjadi Patih Sultan Yogyakarta bergelar Danureja I.
Dalem Kadipaten Banyumas memiliki ciri perpaduan antara Barat (Belanda) dan Timur (Jawa). Dari keseluruhan bangunan ini, bagian-bagian yang bercirikan budaya Jawa dapat dijumpai pada falsafah Jawa yang tertuang pada wujud fisik bangunan.Ajaran sinkretis yang mempengaruhi falsafah Jawa berimbas pada bangunan fisik mulai dari alun-alun, 4 pintu di keempat arah mata angin, bangunan pendopo, serta penataan ruang di Dalem Kadipaten, seperti adanya ruang-ruang yang ditengarai sebagai longkangan, dalem ageng, griya ageng, boga sasana, senthong kiwa, senthong tengen, bale peni, bale warni, pringgitan, dan tamansari. Adapun gaya khas Barat dapat dijumpai pada wujud fisik bangunan lantai, ornamen dan ragam desain interiornya.
Dalem Kadipaten ini berada di sebelah Selatan alun-alun Banyumas. Di sebelah Barat alun-alun terdapat Masjid Nur Sulaiman yang dibangun tahun 1755 dengan Kyai Nur Daiman sebagai arsitek sekaligus Penghulu pertama. Masjid tertua di Banyumas ini dibangun setelah pembangunan Pendopo Si Panji. Masjid ini juga merupakan salah satu cagar budaya.
Di dalam kompleks Kadipaten terdapat Museum Wayang. Musium ini mengoleksi berbagai jenis wayang yang ada di Indonesia, khususnya Jawa. Musium ini merupakan salah satu tujuan wisata budaya.
Sekitar 300 meter di belakang Pendopo terdapat Kelenteng Boen Tek Bio yang merupakan kelenteng tertua di Kabupaten Banyumas. Keberadaan kelenteng ini turut melengkapi pesona wisata religi di wilayah ini
Adapun Sumur Mas yang menjadi objek jelajah Misteri kali ini terletak di bagian belakang Dalem Kadipaten, Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas atau sekira 20 kilometer dari Purwokerto, pusat pemerintahan Kabupaten Banyumas. Dari nama Sumur Mas inilah asal-usul nama daerah Banyumas (air emas, bhs.Jawa).
Sumur Mas
Sejauh ini tidak diketahui secara pasti kapan dan bagaimana Sumur Mas itu dibuat. Tidak ada bukti otentik yang menyebutkannya. Berdasarkan tutur masyarakat, sumur itu dipercaya sudah ada sebelum berdirinya Kabupaten Banyumas. Uniknya, sumur ini hanya berdiameter beberapa sentimeter saja. Diameternya tak sebanding dengan diameter sumur pada umumnya.
“Sumur itu dibuat oleh orang-orang yang pertama kali menempati Banyumas. Mereka membabat hutan untuk dijadikan hunian. Mereka juga membuat sumur untuk keperluan sehari-hari,” kata Darsun (78 tahun), juru kunci Sumur Mas.
“Sejak itulah tempat ini ramai dihuni orang. Mungkin pada masa itu air Sumur Mas hanya untuk keperluan biasa. Tidak ada yang mengeramatkan,” lanjutnya.
“Mengapa disebut sumur mas?Apakah ada emas di dalamnya” Tanya Misteri.
“Dulu memang ada cerita warna air sumur itu terlihat memancar seperti cahaya emas. Warnanya bersinar kekuningan, “ Jawab Darsun.
Menurut Darsun, istilah mas atau emas itu tidak diketahui pasti asal mulanya. Apakah karena airnya bersinar keemasan atau ada emas di dalam sumur itu. Bisa juga dulunya sumur itu merupakan sumur satu-satunya yang dimanfaatkan penduduk yang paling awal menempati Banyumas. Atau mungkin mereka yang memanfaatkan air sumur itu memperoleh kegemilangan hidup, karir dan jabatan tinggi dan lain-lain, yang kemudian disimbolkan dengan istilah emas (keemasan).
Lebih jauh dikatakan, diameter sumur yang hanya beberapa sentimeter ini menimbulkan pertanyaan bagaimana orang-orang di zaman dulu memanfaatkan air sumur ini.
“Saya sering ditanya para peziarah seputar kecilnya diameter sumur ini. Jujur saja, saya tidak tahu jawabannya. Ada yang mengatakan sumur ini tadinya berukuran biasa. Lalu mengecil seperti ukuran yang sekarang ini,” kilahnya.
“Untuk mengambil airnya saja sulit. Tetapi justru banyak orang yang menginginkan airnya,” katanya lagi.
Raih Jabatan dan Karir
Air Sumur Mas diyakini dapat memberikan berkah bagi para peziarah. Mereka datang dari penjuru tanah air, khususnya Jawa. Biasanya mereka datang pada hari Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon.
Peziarah datang dengan berbagai hajatnya masing-masing. Ada yang berharap dapat jodoh, kesehatan, usahanya maju, cepat naik pangkat dan jabatan, dan lain-lain.
Menurut Darsun, hajat yang paling menonjol dari peziarah yang mengambil air Sumur Mas adalah berharap mendapatkan berkah berupa kenaikan karir, kedudukan atau jabatan. Umumnya mereka bekerja di pemerintahan, perusahaan dalam negeri atau swasta.
Dia memberi contoh, pegawai negeri yang ingin pangkat golongannya naik, karyawan perusahaan yang ingin jabatannya naik dan orang-orang yang ingin menjadi wakil rakyat (DPR dan DPRD) datang mengambil air Sumur Mas. Ada pula artis yang ingin terkenal datang meminum airnya.
“Umumnya mereka memang hanya mengambil airnya saja, lalu pulang. Tetapi ada juga yang digunakan untuk mandi di sini,” katanya.
“Tidak sedikit diantara mereka yang tirakat di dekat Sumur Mas sambil membawa ubo rampe,” lanjutnya.
Selanjutnya dikatakan, mereka yang berhasil memeroleh keinginan biasanya datang lagi dan menceritakan keberhasilannya itu.
“Apakah diantara mereka ada figur terkenal atau tokoh publik?” Tanya Misteri.
“Ya, ada. Tetapi mohon namanya jangan ditulis,“Jawab Darsun seraya tersenyum.
Menurutnya, mereka yang datang ada yang ingin menjadi lurah, camat, kepala desa, anggota legislatif atau ikut pilkada menjadi bupati atau gubernur. Ada juga yang mengaku utusan dari tokoh yang ingin menjadi orang nomor satu di negeri ini.
Orang-orang yang datang mengambil air tidak selalu tokoh yang bersangkutan. Tetapi mengaku utusan dari tokoh A atau B. Mereka minta diambilkan airnya. Sedangkan tokoh yang bersangkutan tidak datang.
Ketika Misteri mendesak Darsun untuk memberitahu siapa-siapa saja sosok populer negeri ini yang pernah mengambil air Sumur Mas, dia mengelak halus sambil mengajak Misteri membuka-buka catatan buku tamu yang tersimpan rapi.
“Buku tamu ini dibuat atas usulan mahasiswa yang sedang melakukan studi di tempat ini,” ujarnya sambil menyerahkan beberapa buku tulis berukuran besar (buku kas pembukuan).
Misteri pun membuka lembar demi lembar catatan buku tamu itu. Catatan dalam beberapa kolom itu meliputi nomor urut, nama, alamat, tanggal kedatangan, jam kedatangan dan keperluannya/tujuannya.
Beberapa nama yang tercatat diberi tanda atau sekadar diberi kode tertentu. Rupanya, pria yang memiliki 7 anak dan 20 cucu ini cukup cerdik juga. Nama-nama yang diberi tanda itu biasanya punya hajat atau keinginan khusus.
“Orang ini ingin menjadi wakil rakyat dan dia sudah terpilih 2 kali,” katanya sambil menunjuk salah satu nama diantara ribuan nama yang ada.
Lebih jauh dikatakan, orang-orang terkenal (publik figur) yang datang, baik itu politisi, artis, dan lain-lain, biasanya tidak mau menulis buku tamu. Tetapi Darsun cukup mengenali beberapa sosok tokoh publik tersebut karena sering melihatnya di televisi.
Darsun menyebutkan beberapa nama. Diantaranya Mayangsari, artis cantik yang namanya sempat menjadi headline berbagai media.
Kanjeng Eyang Panji Cokrobuwono
Darsun mengisahkan, sejak muda dirinya sudah mengetahui mengenai karomah air Sumur Mas. Meski begitu, dia tidak mengetahui secara persis apa yang menyebabkan sumur itu menjadi pilihan bagi orang-orang yang mengingkan karir dan jabatan.
“Saya baru percaya setelah mengalami peristiwa aneh,” kenangnya.
Suatu malam Darsun tidur di teras belakang Dalem Kadipaten di dekat Sumur Mas. Antara sadar dan tidak, dirinya merasa ada yang mengguncang tubuhnya. Darsun pun bangun dan duduk sambil bersandar di tembok. Masih dalam keadaan mengantuk, dia melihat seberkas asap putih keluar dari dalam sumur. Sesaat kemudian, asap itu berubah wujudnya menjadi manusia.
Darsun menatap ke arah sosok pria berjubah putih dengan sorban dikepalanya yang berdiri persis dihadapannya. Pria bersorban itu memberikan bunga Wijayakusuma. sambil mengeluarkan kata-kata bernada nasehat kepada Darsun. Beberapa saat kemudian pria itu pun menghilang.
“Saya sempat heran dengan peristiwa yang saya alami. Saya seperti terkesima melihat penampilan sosok yang gagah itu. Apalagi kata-kata yang diucapkan sangat bijak persis seorang ulama atau kyai. Dia memerkenalkan dirinya bernama Kanjeng Eyang Panji Cokrobuwono,” kenang Darsun.
Setelah kesadarannya pulih, dia tersentak kaget. Secara refleksi matanya melihat telapak tangannya. Tetapi bunga Wijayakusuma yang diberikan tidak ada. Padahal posisi tangannya masih tegak seperti sedang memegang sesuatu.
Ketika Misteri menanyakan apa saja yang dikatakan sosok gaib Eyang Panji, Darsun menggelengkan kepala sambil mengatakan tidak ingat lagi perkataannya.
Sebagaimana diketahui, dalam bahasa Jawa, Wijayakusuma bermakna kemenangan atau lambang kemenangan dan kejayaan. Bunga ini memiliki mitos yang panjang. Bagi raja-raja Mataram yang baru dinobatkan, tidak akan sah diakui sebagai raja, baik dunia nyata ataupun gaib, sebelum berhasil memetik dan mendapatkan bunga Wijayakusuma untuk dijadikan Pusaka Keraton. Diyakini pula, siapapun yang bisa memiliki bunga wijayakusuma, kelak akan menurunkan raja-raja yang besar dan lama berkuasa di Tanah Jawa. Karena itu Wijayakusuma menjadi kembang raja-raja Jawa.
Panglima Besar Jenderal Soedirman (sebelum masuk militer) memberi nama koperasi yang didirikannya Persatuan Koperasi Indonesia Wijayakusuma. Bunga Wijayakusuma juga menjadi salah satu lambang dari wilayah Banyumasan dan sekitarnya.
BOX
WANGSIT GAIB SANG BUPATI
Benarkah air Sumur Mas dapat mendongkrak karir dan jabatan?
Jawaban terhadap pertanyaan ini memang tidak mudah. Hal itu lebih disebabkan tipikal orang-orang yang pernah datang mengambil air Sumur Mas dikategorikan intelektual, bersikap modern dan cenderung tidak percaya hal-hal mistik.
Dalam kenyataannya, orang-orang tersebut datang meski secara diam-diam. Terkadang malah ada yang datang malam hari agar tidak dikenali orang.
Sebenarnya wajar saja jika mereka tidak ingin kedatangannya dikenali orang. Mereka itu orang-orang yang dalam kehidupan sosialnya bersikap rasional. Tentu harga dirinya akan runtuh jika dikemudian hari diketahui karir dan jabatannya naik hanya karena mengambil air Sumur Mas.
Darsun mengungkapkan dirinya sering mendapat telpon dari pejabat yang pernah datang. Selain uluk salam, mereka juga berterima kasih. Meski ucapan itu sekadar basa basi belaka. Ada pula yang datang dan bersilaturahmi sambil mengatakan hajatnya berhasil.
“Apakah Bapak menerima sesuatu (hadiah) dari orang-orang yang berhasil hajatnya itu?” Tanya Misteri.
“Sekadarnya saja. Saya itu tidak mengharapkan apapun dari mereka. Tugas saya hanya merawat dan melestarikan warisan leluhur,” Jawabnya dengan ringan.
Ketika Misteri menanyakan apa saja hadiah yang diterimanya jika ada peziarah yang berhasil, dia sedikit bercerita bahwa ada politisi yang berhasil terpilih menjadi wakil rakyat, setelah mengambil air Sumur Mas. Setelah berhasil dalam pemilu lalu, politisi itu datang lagi dan mengucapkan terima kasih. Sebelum politisi itu pamit pulang, sempat merogoh dompetnya lalu mengeluarkan selembar uang 50.000 rupiah.Tentu saja Misteri tertegun mendengar ceritanya.
Darsun memang hidup dalam kesederhanaan. Padahal mereka yang datang adalah orang-orang yang memiliki ambisi-ambisi besar dalam hidupnya.
Tetapi sebuah keunikan yang belum lama terjadi adalah pro kontra seputar pembuatan sumur baru. Sebagaimana Misteri saksikan sendiri, di dalam ruang Dalem Kadipaten terdapat sebuah sumur baru yang dibangun atas perintah Bupati Banyumas saat ini, Mardjoko. Konon beliau mendapat wangsit gaib dalam bentuk mimpi agar membangun sebuah sumur di dalam salah satu ruang Pendopo Kecamatan tersebut.
Wangsit gaib tersebut oleh Bupati Mardjoko direalisasikan pembangunannya. Tentu saja sikap ini mendapat reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat, mengingat didekatnya ada sumur peninggalan leluhur yang dikeramatkan dan dijaga kelestariannya. Tidak diketahui secara pasti alasan persisnya Sang Bupati membuat sumur baru itu.
Sebagaimana tampak dalam gambar, letak sumur itu terasa janggal berada di dalam ruangan yang biasanya untuk rapat tersebut. Apalagi berjarak hanya sekira 10 meter dari Sumur Mas. Tentu saja air dalam sumur baru tersebut berada dalam reservoir yang sama dengan sumur mas.
Meski tidak diketahui pasti manfaat sumur baru itu, namun keinginan Sang Bupati membuat sumur yang didasarkan atas sebuah wangsit gaib malah menimbulkan spekulasi Sang Bupati ini pernah memanfaatkan kekeramatan air Sumur Mas sebelum beliau menjabat bupati.
Boleh jadi, setelah keinginannya menjadi bupati tercapai, lalu beliau mendapat wangsit gaib agar membangun sumur baru.
Sikap Sang Bupati ini semakin mengukuhkan mitos air Sumur Mas yang selama ini diyakini dapat memenuhi keinginan peziarah memeroleh jabatan prestisius.
Dengan kata lain, jika karir dan jabatan Anda ingin meningkat. Silahkan datang membuktikannya sendiri.
SUMBER:majalah misteri
Senin, Juni 03, 2013
pemilik aji pancasona,makamnya di gantung
Semasa hidupnya, orang yang dimakamkan ditempat ini dikenal sebagai
tokoh sufi. Pasalnya, tokoh ini menguasai ilmu langka yang bernama Aji
Pancasona. Yakni sebuah ilmu yang dapat hidup kembali ketika mati.
Dengan catatan, asal menyentuh tanah. Karena itu, agar tidak hidup
kembali, saat meninggal, kemudian makamnya digantung.
Di jalan Melati, Blitar, Jawa Timur, ada sebuah makam tua yang lebih dikenal dengan nama makam Gantung. Predikat yang melekat pada makam tua ini, sangat singkron dengan kondisi makam tersebut.
Pasalnya, makam ini memang dalam posisi tidak menyentuh tanah. Karena itu, masyarakat Blitar menyebutnya dengan nama, Makam Gantung. Keunikannya, tak sedikit para penjiarah yang datang ke makam Bung Karno, menyempatkan diri berjiarah ke makam gantung.
Selain mendoakan tokoh sakti yang makamnya tidak menyentuh tanah ini, mereka sengaja ingin menyaksikan keunikan dari makam itu. Apalagi, jarak makam Bung Karno dengan makam gantung, hanya terpaut sekitar satu kilometer.
Eyang Joyodigo, inilah nama tokoh sakti yang makamnya dibuat ditidak menyentuh tanah. Menurut penuturan juru kunci makam gantung, Biran, 74 tahun, semasa hidupnya, Eyang Joyodigo dikenal sebagai satu-satunya tokoh pada zamannya yang memiliki ilmu Aji Pancasona.
Yakni, ajian yang ketika mati dapat hidup kembali asal jasadnya menyentuh tanah. Karena itu, ketika tokoh ini meninggal diusia senja, kemudian makamnya dibuat tidak menyentuh tanah. Jasadnya dimasukan kedalam peti besi, kemdian disangga dengan empat penyangga yang juga terbuat dari besi.
Karena makamnya tidak menyentuh tanah, walau jasadnya disangga dalam peti besi, masyarakat setempat menyebutnya dengan nama makam gantung. Sedangkan dibawah serta di kiri-kanannya, dimakamkan para keluarga Eyang Joyodigo.
Masih menurut penuturan juru kunci, dalam epos Ramayana, saat itu hanya satu yang memiliki Aji Pancasona. Yakni saudara kembar Sugriwo yang bernama Subali. Keduanya, berasal dari bangs kera.
Namun, karena rayuan Rahwana, kemudian ilmu Aji Pancasona jatuh ke tangah raja dari Ngalengka in. Lalu bagaimana Aji Pancasona bisa dikuasai oleh Eyang Joyodigo?
Menurutnya lagi, semasa hidup, tokoh ini dikenal suka laku tirakat. Berbagai macam ilmu telah dikuasai. Termasuk Aji Pancasona. Bahkan gurunya, tak hanya dari bangsa manusia saja. Tapi ada juga yang berasal dari bangsa lelembut.
Tak heran, jika Eyang Joyodigo bisa menguasai ilmu Aji Pancasona yang pemilik aslinya, tinggal cerita.
“Beliau semasa hidupnya, berguru sosok gaib pemilik pertama Aji Pancasona,” terang juru kunci yang juga mantan tentara PETA.
Lalu siapa sebenarnya Eyang Joyodigo? Sebagaimana yang dituturkan Boiran kepada Misteri, tokoh ini dulunya sahabat dekat Pangeran Diponegoro. Tak hanya sahabat juga, karena Joyodigo juga trah darah biru dari Mataram.
Dan pada tahun 1825, timbul perselisihan antara Belanda dengan Pangeran Diponegoro. Penyebabnya, pihak keraton bagi Diponegoro, terlalu merendahkan martabatnya. Keraton Yogyakarta, seakan-akan berdiri hanya karena kemurahan hati Belanda.
Tak hanya itu, yang membuat darah Diponegoro mendidih. Saat itu, kekuasaan raja-raja ditanah Jawa terus dipersempit. Ada lagi, kekuasaan raja disamakan dengan kedudukan pengawai tinggi pemerintahan Kolonial. Bahkan, pemerintah kolonial terlalu jauh mencampuri urusan keraton dengan cara ikut campur dalam hal pergantian raja.
Lebih menyakitkan lagi bagi Diponegoro, pihak Belanda memungut pajak jalan, ternak, rumah serta hasil bumi kepada rakyat jelata. Karena itu, ketika kompeni membuat tanda tapal batas untuk jalan yang melewati tanah leluhurnya, tanda tapal batas itu langsung dicabut.
Dengan begitu, api peperangan telah tersulut. Selama dalam masa peperangan yang berlangsung lima tahun (1825-1830), salah satu pengikut pangeran Diponegoro yang setia yakni, Joyodigo. Bersama Diponegoro, Joyodigo terus melakukan perlawanan kepada Belanda.
Tak hanya sekali, tokoh sakti ini tertangkap dan dieksekusi mati oleh Belanda. Namun, karena mempunyai Aji Pancasona, begitu jasadnya dibuang oleh Belanda, Joyodigo hidup lagi tanpa sepengetahuan kompeni.
Hingga pada akhirnya, di tahun 1830, Pangeran Diponegoro ditangkap karena siasat licik pihak kompeni. Namun walau Pangeran Diponegoro telah diasingkan ke Makasar setelah tertangkap, bukan berarti darah pejuang Joyodigo padam.
Walau saat pecah perang Pangeran Diponegoro, usianya masih menginjak sekitar 30-an. Ia terus melakukan perang gerilya bersama pengikut Pangeran Diponegoro yang lain. Namun, karena saat itu wilayah Yogyakarta terlalu banyak penjagaan oleh kompeni, Joyodigo memilih perang gerilya menuju arah timur.
Singkat kata, dalam perjalanannya ke arah timur, setiap pos Belanda yang lengah, pasti diserang. Hingga pada akhirnya, sampailah Joyodigyo di wilayah Blitar. Di kota ini, tanpa sepengetahuan pihak penguasa Blitar saat itu, Joyodigo terus melakukan perlawanan terhadap Belanda.
Merasa wilayahnya aman dari pemerasan kompeni, kemudian Adipati Blitar saat itu, mengirim pasukan telik sandi (intel) untuk mencari tahu siapa sebenarnya yang telah membuat takut kompeni di wilayah Blitar.
Hingga pada akhirnya, telik sandi yang dikirim oleh sang Adipati, menemukan Joyodigo di sebuah hutan yang masuk Blitar Selatan. Atas perintah Adipati Blitar, telik sandi mengundang Joyodigo untuk datang ke pendopo.
Namun permintaan utusan Adipati Blitar ini ditolak dengan halus. Alasannya, Joyodigo saat itu, masih sibuk melatih laskar untuk mengusir kompeni.
Karena tolakan halus dari Joyodigo ini, kemudian telik sandi langsung pulang dan melapor kepada Adipati. Dua tahun kemudian, Adipati Blitar kembali mengirim utusan. Saat itu, patih di kadipaten Blitar mangkat dan harus segera dicarikan pengganti.
Maksud Adipati mengirim utusan yang kedua, agar Joyodigo bersedia menjadi pati di kadipaten Blitar. Dan karena banyak pihak kompeni yang meninggalkan Blitar lantara serangan gerilya pasukan Joyodigo, tokoh ini bersedia menerima tawaran Adipati Blitar.
Sebagai seorang keturunan darah biru dan pernah tinggal di keraton, ketika diangkat menjadi patih di kadipaten Blitar, Joyodigo sudah tak asing lagi dengan pemerintahan. Patih Joyodigo mampu mengambil kebijakan yang sangat cakap.
Hal inilah yang membuat salut sang Adipati Blitar. Karena kecakapan ini, kemudian sang Adipati memberinya tanah perdikan yang sekarang berada di Jalan Melati kota Blitar. Di tanah perdikan ini, Joyodigo kemudian membangun sebuah rumah besar untuk keluarganya dan diberinya nama, Pesanggerahan Joyodigo.
Rumah yang didirikan oleh Joyodigo in, hingga kini masih berdiri kokoh. Sebagai manusia biasa, walau mempunyai Aji Pancasona, Joyodigo akhirnya wafat pada tahun 1905 diusia seratus tahun lebih.
Karena khawatir akan hidup lagi begitu menyentuh bumi, kemudian oleh para kerabat, makamnya diusahakan agar tidak menyentuh tanah. Jasad Joyodigo dimasukkan kedalam peti besi, dan peti itu kemudian disangga dengan empat tiang yang juga terbuat dari besi seperti yang tampak sekarang ini.
“Di usia yang sudah lebih seratus tahun, kan kasihan kalua Eyang terus menerus hidup lagi setelah meninggal. Karena itu, makamnya dibuat menggantung agar tidak menyentuh tanah. Kalau asal-usulnya ya…seperti yang saya katakan tadi.
Eyang Joyodigo merupakan keturunan darah biru dari Mataram dan pernah menjadi patih di kadipaten Blitar sini. Kalau saudara beliau, mantan bupati Rembang yang juga suami dari RA. Kartini,” terang juru kunci yang telah menjaga makam Eyang Joyodigo lebih dari 20 tahun.
Sebagai makam seorang tokoh sakti pada jamannya, kini makam Eyang Joyodigo pada hari-hari tertentu banyak didatangi oleh para peziarah. Terutama yang datang dari kalangan spiritualis. Beda dengan para peziarah biasa, kaum spiritualis ini datang ke makam Eyang Joyodigo dengan maksud tertentu.
Yakni ingin berguru kepada Eyang Joyodigo dengan cara gaib. Tujuannya, agar mendapat titisan ilmu Aji Pancasona. Menurut juru kunci, hingga kini, tak seorangpun spiritualis yang berhasil mendapatkan titisan ilmu Aji Pancasona dari Eyang Joyodigo.
Jangankan diberi titisan ilmu Aji Pancasona, diberi ilmu yang kesaktiannya dibawah Aji Pancasona saja tidak. Bahkan tak jarang, para spiritualis yang sedang menjalani laku di makam Eyang Joyodigo, justru diusir dengan suara tanpa rupa.
“Apa dikira mudah belajar ilmu Pancasona. Karena salah satu syaratnya yaitu harus bertapa ngalong. Menggantung di pohon dengan kepala dibawah selama empat puluh hari empat puluh malam tanpa makan dan minum. Yang datang ke sini itu khan Cuma spiritualis masa kini. Mereka bukannya mendapat ilmu, tapi justru diusir,” papar juru kunci dengan tertawa.
Bagi masyarakat Blitar, selain makam sang proklamator, makam Eyang Joyodigo juga dikeramatkan. Sebagai makam yang dikeramatkan, menurut Boiran, makam Eyang Joyodigo dijaga dua sosok gaib berujud dua binatang besar.
Yakni seekor ular sebesar batang pohon kelapa, serta seekor harimau loreng sebesar anak sapi. Menurutnya lagi, tak hanya dirinya saja yang pernah melihat kemunculan dua sosok gaib berujud binatang ini. Karena tak sedikit para penjiarah, khususnya kaum spiritualis, yang melihat kemunculan dua sosok gaib berujud ular dan harimau itu.
Masih menurut Boiran, sebenarnya dua sosok gaib penjaga makam ini, dulunya merupakan pengawal pribadi Eyang Joyodigo semasa hidup yang berasal dari bangsa lelembut berujud binatang.
Karena kesetiaannya kepada majikan, hingga Eyang Joyodigo wafat, kedua sosok gaib itu masih setia menunggui makam majikannya.
Di jalan Melati, Blitar, Jawa Timur, ada sebuah makam tua yang lebih dikenal dengan nama makam Gantung. Predikat yang melekat pada makam tua ini, sangat singkron dengan kondisi makam tersebut.
Pasalnya, makam ini memang dalam posisi tidak menyentuh tanah. Karena itu, masyarakat Blitar menyebutnya dengan nama, Makam Gantung. Keunikannya, tak sedikit para penjiarah yang datang ke makam Bung Karno, menyempatkan diri berjiarah ke makam gantung.
Selain mendoakan tokoh sakti yang makamnya tidak menyentuh tanah ini, mereka sengaja ingin menyaksikan keunikan dari makam itu. Apalagi, jarak makam Bung Karno dengan makam gantung, hanya terpaut sekitar satu kilometer.
Eyang Joyodigo, inilah nama tokoh sakti yang makamnya dibuat ditidak menyentuh tanah. Menurut penuturan juru kunci makam gantung, Biran, 74 tahun, semasa hidupnya, Eyang Joyodigo dikenal sebagai satu-satunya tokoh pada zamannya yang memiliki ilmu Aji Pancasona.
Yakni, ajian yang ketika mati dapat hidup kembali asal jasadnya menyentuh tanah. Karena itu, ketika tokoh ini meninggal diusia senja, kemudian makamnya dibuat tidak menyentuh tanah. Jasadnya dimasukan kedalam peti besi, kemdian disangga dengan empat penyangga yang juga terbuat dari besi.
Karena makamnya tidak menyentuh tanah, walau jasadnya disangga dalam peti besi, masyarakat setempat menyebutnya dengan nama makam gantung. Sedangkan dibawah serta di kiri-kanannya, dimakamkan para keluarga Eyang Joyodigo.
Masih menurut penuturan juru kunci, dalam epos Ramayana, saat itu hanya satu yang memiliki Aji Pancasona. Yakni saudara kembar Sugriwo yang bernama Subali. Keduanya, berasal dari bangs kera.
Namun, karena rayuan Rahwana, kemudian ilmu Aji Pancasona jatuh ke tangah raja dari Ngalengka in. Lalu bagaimana Aji Pancasona bisa dikuasai oleh Eyang Joyodigo?
Menurutnya lagi, semasa hidup, tokoh ini dikenal suka laku tirakat. Berbagai macam ilmu telah dikuasai. Termasuk Aji Pancasona. Bahkan gurunya, tak hanya dari bangsa manusia saja. Tapi ada juga yang berasal dari bangsa lelembut.
Tak heran, jika Eyang Joyodigo bisa menguasai ilmu Aji Pancasona yang pemilik aslinya, tinggal cerita.
“Beliau semasa hidupnya, berguru sosok gaib pemilik pertama Aji Pancasona,” terang juru kunci yang juga mantan tentara PETA.
Lalu siapa sebenarnya Eyang Joyodigo? Sebagaimana yang dituturkan Boiran kepada Misteri, tokoh ini dulunya sahabat dekat Pangeran Diponegoro. Tak hanya sahabat juga, karena Joyodigo juga trah darah biru dari Mataram.
Dan pada tahun 1825, timbul perselisihan antara Belanda dengan Pangeran Diponegoro. Penyebabnya, pihak keraton bagi Diponegoro, terlalu merendahkan martabatnya. Keraton Yogyakarta, seakan-akan berdiri hanya karena kemurahan hati Belanda.
Tak hanya itu, yang membuat darah Diponegoro mendidih. Saat itu, kekuasaan raja-raja ditanah Jawa terus dipersempit. Ada lagi, kekuasaan raja disamakan dengan kedudukan pengawai tinggi pemerintahan Kolonial. Bahkan, pemerintah kolonial terlalu jauh mencampuri urusan keraton dengan cara ikut campur dalam hal pergantian raja.
Lebih menyakitkan lagi bagi Diponegoro, pihak Belanda memungut pajak jalan, ternak, rumah serta hasil bumi kepada rakyat jelata. Karena itu, ketika kompeni membuat tanda tapal batas untuk jalan yang melewati tanah leluhurnya, tanda tapal batas itu langsung dicabut.
Dengan begitu, api peperangan telah tersulut. Selama dalam masa peperangan yang berlangsung lima tahun (1825-1830), salah satu pengikut pangeran Diponegoro yang setia yakni, Joyodigo. Bersama Diponegoro, Joyodigo terus melakukan perlawanan kepada Belanda.
Tak hanya sekali, tokoh sakti ini tertangkap dan dieksekusi mati oleh Belanda. Namun, karena mempunyai Aji Pancasona, begitu jasadnya dibuang oleh Belanda, Joyodigo hidup lagi tanpa sepengetahuan kompeni.
Hingga pada akhirnya, di tahun 1830, Pangeran Diponegoro ditangkap karena siasat licik pihak kompeni. Namun walau Pangeran Diponegoro telah diasingkan ke Makasar setelah tertangkap, bukan berarti darah pejuang Joyodigo padam.
Walau saat pecah perang Pangeran Diponegoro, usianya masih menginjak sekitar 30-an. Ia terus melakukan perang gerilya bersama pengikut Pangeran Diponegoro yang lain. Namun, karena saat itu wilayah Yogyakarta terlalu banyak penjagaan oleh kompeni, Joyodigo memilih perang gerilya menuju arah timur.
Singkat kata, dalam perjalanannya ke arah timur, setiap pos Belanda yang lengah, pasti diserang. Hingga pada akhirnya, sampailah Joyodigyo di wilayah Blitar. Di kota ini, tanpa sepengetahuan pihak penguasa Blitar saat itu, Joyodigo terus melakukan perlawanan terhadap Belanda.
Merasa wilayahnya aman dari pemerasan kompeni, kemudian Adipati Blitar saat itu, mengirim pasukan telik sandi (intel) untuk mencari tahu siapa sebenarnya yang telah membuat takut kompeni di wilayah Blitar.
Hingga pada akhirnya, telik sandi yang dikirim oleh sang Adipati, menemukan Joyodigo di sebuah hutan yang masuk Blitar Selatan. Atas perintah Adipati Blitar, telik sandi mengundang Joyodigo untuk datang ke pendopo.
Namun permintaan utusan Adipati Blitar ini ditolak dengan halus. Alasannya, Joyodigo saat itu, masih sibuk melatih laskar untuk mengusir kompeni.
Karena tolakan halus dari Joyodigo ini, kemudian telik sandi langsung pulang dan melapor kepada Adipati. Dua tahun kemudian, Adipati Blitar kembali mengirim utusan. Saat itu, patih di kadipaten Blitar mangkat dan harus segera dicarikan pengganti.
Maksud Adipati mengirim utusan yang kedua, agar Joyodigo bersedia menjadi pati di kadipaten Blitar. Dan karena banyak pihak kompeni yang meninggalkan Blitar lantara serangan gerilya pasukan Joyodigo, tokoh ini bersedia menerima tawaran Adipati Blitar.
Sebagai seorang keturunan darah biru dan pernah tinggal di keraton, ketika diangkat menjadi patih di kadipaten Blitar, Joyodigo sudah tak asing lagi dengan pemerintahan. Patih Joyodigo mampu mengambil kebijakan yang sangat cakap.
Hal inilah yang membuat salut sang Adipati Blitar. Karena kecakapan ini, kemudian sang Adipati memberinya tanah perdikan yang sekarang berada di Jalan Melati kota Blitar. Di tanah perdikan ini, Joyodigo kemudian membangun sebuah rumah besar untuk keluarganya dan diberinya nama, Pesanggerahan Joyodigo.
Rumah yang didirikan oleh Joyodigo in, hingga kini masih berdiri kokoh. Sebagai manusia biasa, walau mempunyai Aji Pancasona, Joyodigo akhirnya wafat pada tahun 1905 diusia seratus tahun lebih.
Karena khawatir akan hidup lagi begitu menyentuh bumi, kemudian oleh para kerabat, makamnya diusahakan agar tidak menyentuh tanah. Jasad Joyodigo dimasukkan kedalam peti besi, dan peti itu kemudian disangga dengan empat tiang yang juga terbuat dari besi seperti yang tampak sekarang ini.
“Di usia yang sudah lebih seratus tahun, kan kasihan kalua Eyang terus menerus hidup lagi setelah meninggal. Karena itu, makamnya dibuat menggantung agar tidak menyentuh tanah. Kalau asal-usulnya ya…seperti yang saya katakan tadi.
Eyang Joyodigo merupakan keturunan darah biru dari Mataram dan pernah menjadi patih di kadipaten Blitar sini. Kalau saudara beliau, mantan bupati Rembang yang juga suami dari RA. Kartini,” terang juru kunci yang telah menjaga makam Eyang Joyodigo lebih dari 20 tahun.
Sebagai makam seorang tokoh sakti pada jamannya, kini makam Eyang Joyodigo pada hari-hari tertentu banyak didatangi oleh para peziarah. Terutama yang datang dari kalangan spiritualis. Beda dengan para peziarah biasa, kaum spiritualis ini datang ke makam Eyang Joyodigo dengan maksud tertentu.
Yakni ingin berguru kepada Eyang Joyodigo dengan cara gaib. Tujuannya, agar mendapat titisan ilmu Aji Pancasona. Menurut juru kunci, hingga kini, tak seorangpun spiritualis yang berhasil mendapatkan titisan ilmu Aji Pancasona dari Eyang Joyodigo.
Jangankan diberi titisan ilmu Aji Pancasona, diberi ilmu yang kesaktiannya dibawah Aji Pancasona saja tidak. Bahkan tak jarang, para spiritualis yang sedang menjalani laku di makam Eyang Joyodigo, justru diusir dengan suara tanpa rupa.
“Apa dikira mudah belajar ilmu Pancasona. Karena salah satu syaratnya yaitu harus bertapa ngalong. Menggantung di pohon dengan kepala dibawah selama empat puluh hari empat puluh malam tanpa makan dan minum. Yang datang ke sini itu khan Cuma spiritualis masa kini. Mereka bukannya mendapat ilmu, tapi justru diusir,” papar juru kunci dengan tertawa.
Bagi masyarakat Blitar, selain makam sang proklamator, makam Eyang Joyodigo juga dikeramatkan. Sebagai makam yang dikeramatkan, menurut Boiran, makam Eyang Joyodigo dijaga dua sosok gaib berujud dua binatang besar.
Yakni seekor ular sebesar batang pohon kelapa, serta seekor harimau loreng sebesar anak sapi. Menurutnya lagi, tak hanya dirinya saja yang pernah melihat kemunculan dua sosok gaib berujud binatang ini. Karena tak sedikit para penjiarah, khususnya kaum spiritualis, yang melihat kemunculan dua sosok gaib berujud ular dan harimau itu.
Masih menurut Boiran, sebenarnya dua sosok gaib penjaga makam ini, dulunya merupakan pengawal pribadi Eyang Joyodigo semasa hidup yang berasal dari bangsa lelembut berujud binatang.
Karena kesetiaannya kepada majikan, hingga Eyang Joyodigo wafat, kedua sosok gaib itu masih setia menunggui makam majikannya.
desa sukomoro
Syahdan, dahulu kala ada sebuah kerjaan yang berdiri megah di wilayah
Palembang sekarang ini. Kerajaan yang tidak disebutkan namanya ini
suatu ketika diserang oleh karajaan dari pulau Jawa. Akibat penyerangan
yang hebat dan sangat mendadak tersebut, maka kerjaan yang megah itu pun
hancur, rata dengan tanah.
Dikisahkan pula, bahwa di saat-saat akhir sebelum kerejaaan ini jatuh ke tangan para penyerang, sang Raja yang berkuasa dengan arig meminta kepada ke tiga anaknya agar segera pergi meninggalkan istana. Ketiga anak sang Raja itu masing-masing adalah: Pangeran Ngondang, Pangeran Ngonang, dan yang bungsu seorang dara yang cantik jelita bernama Ngunti Komala Sari.
Kepada ketiga darah dagingnya, raja meminta agar sebelum kerjaannya jatuh ke tangan prajurit musuh, mereka harus bergegas pergi dengan membawa harta secukupnya untuk bekal di perjalanan nanti.
“Ingatlah anak-anakku! Janganlah kalian berhenti sebelum kapal yang kalian kemudikan berhenti dengan sendirinya. Bila kapal itu telah berhenti sendiri, maka di situlah tempat kalian memulai kehidupan baru!” Kita-kita, begitulah pesan terakhir sang Raja kepada ketiga anaknya.
Setelah menerima pesan terakhir, dan dengan membawa bekal harta secukupnya, berangkatlah ketiga anak Raja itu meninggalkan istana yang telah rata dengan tanah. Meraka pun harus menempuh perjalanan yang sangat panjang, hingga akhirnya berhentilah kapal yang meraka layarkan di sebuah daerah di Sungai Rawas, karena kapal mereka tersangkut di sebuah batu cadas.
Daerah tempat berhentinya kapal tersebut kini dikenal sebagai Desa Sukomoro. Sedangkan batu cadas tempat kapal mereka tersangkut kini masih tetap ada.
Setelah kapal mereka kandas di deareh tersebut, maka mereka bertiga pun memulai kehidupan baru dengan memiliki bidang pekerjaan masing-masing. Ngondang, saudara tua selalu betapa atau bersemedi diatas batu pinggir sungai. Sedangkan Ngonang suka berburu rusa, sementara adik mereka, Ngunti, suka menenun kain songket.
Berdasarkan cerita dari nenek moyang Desa Sukomoro yang dituturkan secara turun temurun, Ngunti Komala Sari tidak hanya cantik jelita. Sang putri ini juga memiliki rambut yang sangat indah, yang panjangnya sampai ke tumit kakinya, dan hitam mengkilap warnanya.
Hari demi hari ketiga bersaudara itu sibuk menjalankan aktifitasnya masing-masing. Sementara, sebuah peristiwa terjadi pada diri Pangeran Ngoang. Pada suatu ketika, di saat sedang asyik berburu di tengah hutan di pinggir sungai Batang Hari, Jambi, Pengeran Ngonang melihat ada putrid raja yang sedang mandi.
Alangkah cantik putrid raja itu. Karenanya, timbulah hasrat Pangeran Ngonang untuk meminang putri tersebut sebagai istrinya. Namun apa hendak di kata. Pangeran Ngonang harus menyadari status dirinya. Dia tidak ada ubahnya seperti rakyat biasa yang tak punya apa-apa, karena dia kini adalah pangeran yang tengah hidup terbuang di tempat persembunyian.
Namun, hasrat Pangeran Ngonang tak dapat diredam lagi. Dengan tekad yang bulat dia berjanji akan tetap berusaha meminang putrid Raja tersebut, dan kelak akan dia jadikan sebagai istrinya.
Untuk mewujudkan hasratnya ini, satu-satunya jalan adalah dengan meminta keajaiban dari Yang Maha Kuasa. Maka karena itu, mulai Pangeran Ngonang bertapa, seraya memohon pada Sang Maha Pencipta agar bisa memberinya jalan yang terbaik untuk meminang putri dambaan hatinya.
Setelah genap 40 hari bertapa tanpa makan dan minum, di hari terakhir datanglah seorang kakek. Sang kakek kemudian memberinya selembar kain songket yang berwarna hitam. Si kakek menyuruh Pangeran Ngonang untuk menyerahkan songket itu kepada putrid dambaan hatinya, sebagai mahar perkawinan mereka.
“Disaat tangan sang putri menyentuh kain songket ini, maka dia akan jatuh cinta setengah mati kepadamu, Pengeran. Karena itu kau harus berusaha untuk bisa menemuinya!” Begitulah pesan yang disampaikan si kakek kepada Pangeran Ngonang.
Namun, sebelum melaksanakan pesan itu ada syarat yang harus dilakukan oleh Pangeran Ngonang. Ya, sebelum dia menyerahkan kain keramat tersebut kepada putri dambaan hatinya, sang pangeran harus menjemurnya terlebih dahulu selama satu minggu. Kain keramat tersebut tidak boleh diangkat dari jemuran sebelum sampai 7 hari, walau apapun yang terjadi.
Pangeran Ngonang sangat senang karena tapanya membawa hasil. Dengan senang hati dijemurlah kain songket tersebut di depan pondoknya. Setelah menjemur kain keramat tersebut, dia pun kembali menjalankan pekerjaannya, yakni pergi berburu ke hutan.
Sayangnya, sebelum pergi berburu Pangeran Ngonang lupa meninggalkan pesan kepada kakak dan adiknya. Maka, celakalah dia. Di saat hari keenam hujan turun dengan lebatnya, dan secara spontan Ngunti Komala Sari mengangkat kain yang masih di atas jemuran tersebut.
Aneh, karena tindakannya ini, secara gaib Ngunti Komala Sari jatuh cinta kepada kakaknya, Pangeran Ngonang. Begitu pula sebaliknya yang terjadi pada Pangeran Ngonang. Dia melihat Ngunti adiknya laksana putri yang diidam-idamkannya selama ini.
Lambat laun Pangeran Ngondang, kakak tertua mereka, sadar akan ketidakberesan yang terjadi pada kedua adiknya. Betapa geramnya hati Pangeran Ngondang melihat kedua adiknya itu jatuh cinta. Baginya, tidak ada cara lain untuk memisahkan mereka berdua, kecuali harus dibunuh salah satu di antara mereka.
Maka, rencana pembunuhan itu disusunlah. Di suatu siang, Pangeran Ngondang mengajak adiknya, Pangeran Ngonang, untuk menjala ikan di Sungai Rawas. Ketika tengah asyik menjala, secara diam-diam Pangeran Ngondang menusuk bahu adiknya, Pangeran Ngonang, dengan sebilah keris. Namun ajaib, keris tersebut malah patah menjadi dua bagian.
Melihat kakeknya berniat membunuhnya, dengan heran Pangeran Ngonang pun bertanya, “Mengapa kakak ingin membunuhku? Apa salahku?”
Dengan suara gemetar Pangeran Ngondang menceritakan kejadian yang dilihatnya selama ini, “Kamu telah jatuh cinta kepada adik kamu sendiri. Kamu tidak boleh melakukannya. Karena itulah aku ingin membunuhmu!”
Mendengar itu, Pangeran Ngonang sadar bahwa kejadian selama ini adalah akibat kesalahananya, sehingga membuat adiknya lupa pada dirinya sendiri. Ini semua karena pengaruh dari gaib yang ada pada kain songket hitam pemberian si kakek misterius. Dia pun berkata kepada kakaknya, “Jika Kakak ingin membunuhku maka tusuklah di siku tangan kiriku dengan kerisku sendiri. Aku pasti mati, Kak!”
Untuk menghidari aib yang lebih besar dan memalukan, Pangeran Ngondang memang terpaksa membunuh adiknya, dengan cara seperti yang diberitahukan Pangeran Ngonang.
Rupanya, di saat pembunuhan itu berlangsung, Ngunti Komala Sari, adik mereka, ingin mencuci beras ke sungai. Di saat melihat kekasihnya mati, Ngunti lalu melompat ingin menolong kekasihnya. Tetapi kepalanya membentur batu dan akhirnya mati. Ya, kedua kakek beradik itu bersama dalam tragedi cinta terlarang….
Untuk mengenang kejadian tersebut, oleh penduduk Desa Sukomoro, bukit tempat berlangsung peristiwa ini dinamai Bukit Ngonang, dan sampai sekarang kuburan kedua kakak beradik itu masih ada diatas bukit tersebut. Bahkan, keris yang digunakan untuk membunuh Pangeran Ngonang masih ada dan disimpan oleh salah seorang warga yang mendapatkan keris tersebut melalui mimpi.
Sampai sekarang, masih banyak pecahan keramik, guci, serta alat-alat dapur yang tebuat dari tanah liat berserakan di sekitar makam Pangeran Ngonang dan Ngunti Komalasari. Berdasarkan cerita dari nenek moyang Desa Sukomoro, pecahan keramik tersebut adalah harta mereka disaat pelarian mereka dari istana kerajaan.
Mengenai kekramatan Bukit Ngonang disebutkan, pernah ada seorang warga yang memcoba menyepi di atas kuburan kakak beradik tersebut dan minta nomor buntut. Celakanya, orang ini malah lari terbirit-birit karena merasa dikejar oleh ular yang besar sekali.
Ada juga cerita tentang salah seorang warga yang ingin memancing di sungai Rawas. Dia tertidur dan didalam tidurnya dia bermimpi dikasih ilmu pengobatan alternatif oleh seorang kakek. Sampai sekarang warga ini selalu dipanggil untuk mengobati orang-orang yang memerlukan pertolongannya.
Seiring perjalanan sang waktu, Bukit Ngonang tak lagi seindah dulu. Kawasan hutannya yang dulu masih asri, karena penduduk tak mau menanam padi di atas bukit sebab mereka masih menghargai tempat ini, sekarang telah berubah menjadi ladang tempat menanam padi bagi warga Desa Sukomoro. Dan yang lebih menyedihkan lagi, tempat ini sekarang menjadai ajang muda mudi berpacaran. Kenyataan ini membuat pudarnya kramat Bukit Ngonang.
Lewat tulisan ini, Misteri mengajak, mari kita sama-sama menjaga tempat bersejarah peningalan masa lalu, namun bukan untuk memuja apalagi sampai meminta kepada selain Allah SWT. Bukankah bangsa yang baik itu adalah bangsa yang menghargai peningalan masa lalu atau sejarahnya?
Semoga kita selalu mendapat Rahmat dari Allah SWT. Amiiin…!
Dikisahkan pula, bahwa di saat-saat akhir sebelum kerejaaan ini jatuh ke tangan para penyerang, sang Raja yang berkuasa dengan arig meminta kepada ke tiga anaknya agar segera pergi meninggalkan istana. Ketiga anak sang Raja itu masing-masing adalah: Pangeran Ngondang, Pangeran Ngonang, dan yang bungsu seorang dara yang cantik jelita bernama Ngunti Komala Sari.
Kepada ketiga darah dagingnya, raja meminta agar sebelum kerjaannya jatuh ke tangan prajurit musuh, mereka harus bergegas pergi dengan membawa harta secukupnya untuk bekal di perjalanan nanti.
“Ingatlah anak-anakku! Janganlah kalian berhenti sebelum kapal yang kalian kemudikan berhenti dengan sendirinya. Bila kapal itu telah berhenti sendiri, maka di situlah tempat kalian memulai kehidupan baru!” Kita-kita, begitulah pesan terakhir sang Raja kepada ketiga anaknya.
Setelah menerima pesan terakhir, dan dengan membawa bekal harta secukupnya, berangkatlah ketiga anak Raja itu meninggalkan istana yang telah rata dengan tanah. Meraka pun harus menempuh perjalanan yang sangat panjang, hingga akhirnya berhentilah kapal yang meraka layarkan di sebuah daerah di Sungai Rawas, karena kapal mereka tersangkut di sebuah batu cadas.
Daerah tempat berhentinya kapal tersebut kini dikenal sebagai Desa Sukomoro. Sedangkan batu cadas tempat kapal mereka tersangkut kini masih tetap ada.
Setelah kapal mereka kandas di deareh tersebut, maka mereka bertiga pun memulai kehidupan baru dengan memiliki bidang pekerjaan masing-masing. Ngondang, saudara tua selalu betapa atau bersemedi diatas batu pinggir sungai. Sedangkan Ngonang suka berburu rusa, sementara adik mereka, Ngunti, suka menenun kain songket.
Berdasarkan cerita dari nenek moyang Desa Sukomoro yang dituturkan secara turun temurun, Ngunti Komala Sari tidak hanya cantik jelita. Sang putri ini juga memiliki rambut yang sangat indah, yang panjangnya sampai ke tumit kakinya, dan hitam mengkilap warnanya.
Hari demi hari ketiga bersaudara itu sibuk menjalankan aktifitasnya masing-masing. Sementara, sebuah peristiwa terjadi pada diri Pangeran Ngoang. Pada suatu ketika, di saat sedang asyik berburu di tengah hutan di pinggir sungai Batang Hari, Jambi, Pengeran Ngonang melihat ada putrid raja yang sedang mandi.
Alangkah cantik putrid raja itu. Karenanya, timbulah hasrat Pangeran Ngonang untuk meminang putri tersebut sebagai istrinya. Namun apa hendak di kata. Pangeran Ngonang harus menyadari status dirinya. Dia tidak ada ubahnya seperti rakyat biasa yang tak punya apa-apa, karena dia kini adalah pangeran yang tengah hidup terbuang di tempat persembunyian.
Namun, hasrat Pangeran Ngonang tak dapat diredam lagi. Dengan tekad yang bulat dia berjanji akan tetap berusaha meminang putrid Raja tersebut, dan kelak akan dia jadikan sebagai istrinya.
Untuk mewujudkan hasratnya ini, satu-satunya jalan adalah dengan meminta keajaiban dari Yang Maha Kuasa. Maka karena itu, mulai Pangeran Ngonang bertapa, seraya memohon pada Sang Maha Pencipta agar bisa memberinya jalan yang terbaik untuk meminang putri dambaan hatinya.
Setelah genap 40 hari bertapa tanpa makan dan minum, di hari terakhir datanglah seorang kakek. Sang kakek kemudian memberinya selembar kain songket yang berwarna hitam. Si kakek menyuruh Pangeran Ngonang untuk menyerahkan songket itu kepada putrid dambaan hatinya, sebagai mahar perkawinan mereka.
“Disaat tangan sang putri menyentuh kain songket ini, maka dia akan jatuh cinta setengah mati kepadamu, Pengeran. Karena itu kau harus berusaha untuk bisa menemuinya!” Begitulah pesan yang disampaikan si kakek kepada Pangeran Ngonang.
Namun, sebelum melaksanakan pesan itu ada syarat yang harus dilakukan oleh Pangeran Ngonang. Ya, sebelum dia menyerahkan kain keramat tersebut kepada putri dambaan hatinya, sang pangeran harus menjemurnya terlebih dahulu selama satu minggu. Kain keramat tersebut tidak boleh diangkat dari jemuran sebelum sampai 7 hari, walau apapun yang terjadi.
Pangeran Ngonang sangat senang karena tapanya membawa hasil. Dengan senang hati dijemurlah kain songket tersebut di depan pondoknya. Setelah menjemur kain keramat tersebut, dia pun kembali menjalankan pekerjaannya, yakni pergi berburu ke hutan.
Sayangnya, sebelum pergi berburu Pangeran Ngonang lupa meninggalkan pesan kepada kakak dan adiknya. Maka, celakalah dia. Di saat hari keenam hujan turun dengan lebatnya, dan secara spontan Ngunti Komala Sari mengangkat kain yang masih di atas jemuran tersebut.
Aneh, karena tindakannya ini, secara gaib Ngunti Komala Sari jatuh cinta kepada kakaknya, Pangeran Ngonang. Begitu pula sebaliknya yang terjadi pada Pangeran Ngonang. Dia melihat Ngunti adiknya laksana putri yang diidam-idamkannya selama ini.
Lambat laun Pangeran Ngondang, kakak tertua mereka, sadar akan ketidakberesan yang terjadi pada kedua adiknya. Betapa geramnya hati Pangeran Ngondang melihat kedua adiknya itu jatuh cinta. Baginya, tidak ada cara lain untuk memisahkan mereka berdua, kecuali harus dibunuh salah satu di antara mereka.
Maka, rencana pembunuhan itu disusunlah. Di suatu siang, Pangeran Ngondang mengajak adiknya, Pangeran Ngonang, untuk menjala ikan di Sungai Rawas. Ketika tengah asyik menjala, secara diam-diam Pangeran Ngondang menusuk bahu adiknya, Pangeran Ngonang, dengan sebilah keris. Namun ajaib, keris tersebut malah patah menjadi dua bagian.
Melihat kakeknya berniat membunuhnya, dengan heran Pangeran Ngonang pun bertanya, “Mengapa kakak ingin membunuhku? Apa salahku?”
Dengan suara gemetar Pangeran Ngondang menceritakan kejadian yang dilihatnya selama ini, “Kamu telah jatuh cinta kepada adik kamu sendiri. Kamu tidak boleh melakukannya. Karena itulah aku ingin membunuhmu!”
Mendengar itu, Pangeran Ngonang sadar bahwa kejadian selama ini adalah akibat kesalahananya, sehingga membuat adiknya lupa pada dirinya sendiri. Ini semua karena pengaruh dari gaib yang ada pada kain songket hitam pemberian si kakek misterius. Dia pun berkata kepada kakaknya, “Jika Kakak ingin membunuhku maka tusuklah di siku tangan kiriku dengan kerisku sendiri. Aku pasti mati, Kak!”
Untuk menghidari aib yang lebih besar dan memalukan, Pangeran Ngondang memang terpaksa membunuh adiknya, dengan cara seperti yang diberitahukan Pangeran Ngonang.
Rupanya, di saat pembunuhan itu berlangsung, Ngunti Komala Sari, adik mereka, ingin mencuci beras ke sungai. Di saat melihat kekasihnya mati, Ngunti lalu melompat ingin menolong kekasihnya. Tetapi kepalanya membentur batu dan akhirnya mati. Ya, kedua kakek beradik itu bersama dalam tragedi cinta terlarang….
Untuk mengenang kejadian tersebut, oleh penduduk Desa Sukomoro, bukit tempat berlangsung peristiwa ini dinamai Bukit Ngonang, dan sampai sekarang kuburan kedua kakak beradik itu masih ada diatas bukit tersebut. Bahkan, keris yang digunakan untuk membunuh Pangeran Ngonang masih ada dan disimpan oleh salah seorang warga yang mendapatkan keris tersebut melalui mimpi.
Sampai sekarang, masih banyak pecahan keramik, guci, serta alat-alat dapur yang tebuat dari tanah liat berserakan di sekitar makam Pangeran Ngonang dan Ngunti Komalasari. Berdasarkan cerita dari nenek moyang Desa Sukomoro, pecahan keramik tersebut adalah harta mereka disaat pelarian mereka dari istana kerajaan.
Mengenai kekramatan Bukit Ngonang disebutkan, pernah ada seorang warga yang memcoba menyepi di atas kuburan kakak beradik tersebut dan minta nomor buntut. Celakanya, orang ini malah lari terbirit-birit karena merasa dikejar oleh ular yang besar sekali.
Ada juga cerita tentang salah seorang warga yang ingin memancing di sungai Rawas. Dia tertidur dan didalam tidurnya dia bermimpi dikasih ilmu pengobatan alternatif oleh seorang kakek. Sampai sekarang warga ini selalu dipanggil untuk mengobati orang-orang yang memerlukan pertolongannya.
Seiring perjalanan sang waktu, Bukit Ngonang tak lagi seindah dulu. Kawasan hutannya yang dulu masih asri, karena penduduk tak mau menanam padi di atas bukit sebab mereka masih menghargai tempat ini, sekarang telah berubah menjadi ladang tempat menanam padi bagi warga Desa Sukomoro. Dan yang lebih menyedihkan lagi, tempat ini sekarang menjadai ajang muda mudi berpacaran. Kenyataan ini membuat pudarnya kramat Bukit Ngonang.
Lewat tulisan ini, Misteri mengajak, mari kita sama-sama menjaga tempat bersejarah peningalan masa lalu, namun bukan untuk memuja apalagi sampai meminta kepada selain Allah SWT. Bukankah bangsa yang baik itu adalah bangsa yang menghargai peningalan masa lalu atau sejarahnya?
Semoga kita selalu mendapat Rahmat dari Allah SWT. Amiiin…!
Sabtu, Mei 18, 2013
khodam pendamping
Banyak orang yang menanyakan kepada saya tentang siapa KHODAM PENDAMPING mereka…saya akan jelaskan pengertian KHODAM PENDAMPING…..
Khodam (Pembantu dari Dimensi Gaib)
Kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh orang yang melakukan olah batin seperti puasa, bertapa, semedi, membaca mantra atau wirid amalan tertentu sebetulnya adalah dari Khodam. Disadari ataupun tidak, setiap olah batin yang dilakukan manusia selalu menimbulkan energi-energi yang memiliki kesadaran/kecerdasan sendiri. Inilah peran dari khodam. Mereka diciptakan Tuhan sebagai perantara yang membawa kekuatan supranatural bagi orang-orang yang dikehendaki.
Sebagian orang beranggapan bahwa memiliki khodam (atau ilmu spiritual yang ada khodamnya) adalah sebuah kesyirikan atau dosa besar. Bagi kami, pendapat ini adalah pendapat yang “membabi buta” karena pengertian khodam sangat luas. Sedangkan khodam sendiri terdiri dari berbagai jenis yang tidak bisa disamakan. Berikut ini pembahasan panjang mengenai khodam. Selamat membaca….
Istilah “khodam” berasal dari bahasa arab yang berarti pembantu, penjaga atau pengawal yang selalu mengikuti. Dalam bahasa arab pembantu rumah tangga, sopir, tukang kebun dan satpam juga bisa disebut sebagai khodam. Namun dalam konteks ilmu spiritual, istilah “khodam” digunakan khusus untuk menyebut makhluk gaib yang mengikuti pemilik ilmu spiritual atau yang mendiami suatu benda pusaka. Dalam konsep spiritual jawa, khodam disebut sebagai “prewangan” yang artinya adalah orang yang membantu.
Khodam dalam konsep mistik islam dan jawa diyakini sebagai “jiwa” suatu ilmu. Khodam memberi energi pada pemilik ilmu sehingga bisa melakukan hal-hal diluar kewajaran. Tentu saja ada khodam yang minta imbalan ada pula yang “gratis” karena khodam ini datang karena kehendak Allah, bukan “dipaksakan” oleh manusia. Yang dimaksud “dipaksakan” adalah khodam ini datang karena seseorang melakukan ritual pemanggilan yang ditujukan untuk meminta tolong kepada khodam dari golongan jin.
Mengenai siapakah sebernarnya khodam, para spiritualist berpendapat berbeda-beda. Kelompok pertama mengatakan khodam adalah jenis makhluk tertentu yang khusus diciptakan Tuhan sebagai “pembawa” kekuatan bagi para pemilik ilmu dan benda pusaka. Kelompok ini tidak punya dalil yang kuat untuk mendukung pendapatnya, jadi pendapat ini boleh kita abaikan.
Kelompok kedua berpendapat bahwa khodam hanyalah sebutan atau julukan bagi Jin, Qorin dan Malaikat yang membantu manusia. Seperti istilah “setan” yang sebetulnya bukanlah jenis mahluk, melainkan hanya julukan bagi jin atau manusia yang suka berbuat kejahatan. Dalam kitab Al-Quran pun diterangkan bahwa Tuhan hanya menciptakan hambanya yang berakal dalam tiga bentuk saja, yaitu: Malaikat, Manusia dan Jin. Ustadz Firman sendiri lebih meyakini pendapat kedua ini.
Mengapa Khodam membantu manusia?
Karena khodam terdiri dari tiga jenis makhluk yaitu Jin, Qorin dan Malaikat, maka alasan mereka bersedia membantu manusia juga berbeda-beda. OK. agar Anda lebih paham, kami jelaskan satu per satu dibawah ini:
1. Khodam Jin
Pelu Anda ketahui bahwa kehidupan sosial jin sama seperti manusia. Mereka terdiri dari bermacam-macam ras dan kelompok yang sangat kompleks. Setiap jin punya sifat dan kebutuhan yang berbeda-beda seperti pada manusia. Begitu pula dalam dalam membantu manusia, mereka punya alasan yang
berbeda-beda. Namun secara garis besar, ada 5 alasan mengapa jin mau membantu manusia.
#Ingin menyesatkan manusia. Kelompok jin ini adalah tentara ilbis yang ditugaskan untuk membantu para tukang sihir dan penganut ilmu hitam. Orang yang ingin memiliki khodam jenis ini harus melakukan perbuatan atau ritual yang melanggar aturan Tuhan. Misalnya untuk medapatkan ilmu sihir mereka harus menyediakan sesaji, makan darah, membunuh, melakukan dosa besar dan sebagainya. Jin jenis ini sangat senang jika manusia yang didampinginya jauh dari agama.
Bukan hanya penganut ilmu hitam saja yang dibantu oleh jin tentara iblis ini. Para penganut thariqoh (orang yang menapaki jalan spiritual menuju Tuhan) dan orang soleh yang kurang waspada pun disesatkan oleh jin golongan ini. Awalnya jin mengaku sebagai guru spiritual yang sudah meninggal atau malaikat yang akan membimbingnya dan membantu segala usahanya. Seketika seorang ahli thariqoh pun memiliki banyak “kesaktian”. Namun perlahan-lahan jin cerdas ini memperdaya ahli thariqoh hingga dia melanggar aturan agama.
#Ingin mendapat keuntungan dari manusia. Khodam Jin jenis ini selalu meminta imbalan dalam bentuk sesaji, persembahan, korban, bahkan ada yang mengadakan perjanjian, jika sudah sampai waktu yang ditentukan pemilik ilmu bersedia menjadi budak/pengikut di alam jin. Orang yang menjadi budak jin, meniggalkan jasadnya, kemudian jiwanya dibawa ke alam jin. Sehingga dia tampak mati bagi orang awam, padahal dia sebetulnya belum mati. Nanti ketika sudah sampai batas usianya, malaikat maut baru menjemputnya untuk dihadapkan kepada Tuhan. Oleh karena itu jangan pernah berniat untuk mendapatkan pesugihan atau “harta gaib” yang datang tiba-tiba dengan bantuan jin.
Keadaan ini sesuai dengan Al-Quran surah Al-Jin ayat 6, yang terjemahnya: Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.
#Karena mencintai manusia. Kadang kami menemui ada jin yang mengikuti manusia dengan alasan cinta. Cinta yang kami maksud adalah seperti cinta pria kepada wanita. Umumnya jin yang seperti ini selalu berusaha membantu manusia yang dicintainya, sekaligus mengganggu. Bentuk bantuannya bisa berupa kemampuan mengobati, perlindungan dari kejahatan, kemampuan mengetahui rahasia orang dan sebagainya. Sedangkan gangguannya biasanya berupa: merasa diikuti seseorang, sulit mencintai, hubungan cinta selalu gagal, kesurupan/kerasukan dan sering mimpi bersetubuh. Bahkan kadang ada jin yang datang dalam wujud manusia untuk menyetubuhi manusia dalam keadaan sadar.
#Persahabatan. Bagi sebagian orang yang memiliki ilmu spiritual tertentu, bersahabat dengan jin bukanlah hal mustahil. Idealnya hubungan persahabatan adalah saling membantu dan berbagi. Namun kenyataannya hubungan persahabatan dengan jin bisa menguntungkan atau merugikan Anda, bahkan kadang juga menyesatkan Anda. hal ini sama jika kita bersahabat dengan sesama manusia. Jika sahabat kita adalah orang baik, maka kita pun terbawa menjadi baik. Tapi jika kita berteman dengan penjahat, maka kita pun bisa dirugikan atau malah bergabung menjadi penjahat. Semua itu tergantung sifat dan kepribadian Anda
#Karena mengagumi kepribadian manusia. Orang-orang saleh yang selalu berbuat kebajikan menjadikan kelompok Jin Muslim kagum. Kaum jin ini mengikuti orang saleh untuk meniru kebaikannya, mendengarkan ceramah yang disampaikannya, dan menjadi makmum ketika orang saleh tersebut melakukan ibadah. Disadari ataupun tidak, kelompok jin ini menjadikan orang saleh sebagai guru spiritualnya. Mereka juga berusaha untuk membantu, melindungi dan berdoa untuk guru spiritualnya itu. tidak ada keburukan yang disebabkan oleh jin-jin ini.
2. Khodam Sejenis Qorin
Sejak seorang manusia lahir, maka tercipatalah pula satu Qorin yang mengikutinya sampai kahir hayat. Namun yang kami bahas disini bukanlah Qorin yang mengikuti manusia lahir itu, melainkan Khodam Qorin yang didapat karena olah spiritual tertentu. Jumlahnya pun tak hanya satu, seorang manusia yang memiliki ilmu spiritual bisa saja diikuti puluhan, ratusan atau ribuan Qorin.
Qorin sebetulnya adalah golongan jin. Qorin lahir dari ayah dan ibu jin biasa, namun dengan kekuasaan Allah dia melahirkan Qorin yang memiliki sifat khusus. Sifat khusus yang dimaksud adalah tidak memiliki jenis kelamin (tapi bukan banci), sifat pasif dan tidak memiliki nafsu seksual. Qorin tidak bisa mempengaruhi pikiran manusia dan tidak bisa menampakan diri karena meterinya lebih halus dibanding jin biasa. Qorin hanya bisa dilihat dengan mata batin. Penampilannya pun dalam bentuk yang indah dan sopan. Umumnya Qorin tampil dalam bentuk laki-laki berpakaian serba putih dengan wajah yang tampan.
Khodam dari jenis Qorin mengikuti pemilik ilmu spiritual aliran putih dan tentunya Qorin datang atas kehendak Tuhan. Yang kami maksud Ilmu Spiritual Aliran Putih adalah aliran yang meyakini bahwa semua kekuatan spiritual sejatinya bersumber dari Tuhan. Penganut aliran putih tidak meminta kecuali hanya kepada Tuhan. Khodam jenis ini tidak meminta imbalan dalam bentuk apapun. Kalangan spiritualist yakin, ikutnya Qorin sebagai khodam manusia bisa diusahakan dengan olah spiritual seperti puasa, meditasi, membaca doa atau mantra. Sedangkan di MSC, ikutnya Qorin bisa dipersingkat dengan metaresonansi. Murid MSC yang belajar Ilmu Khodam juga bisa mendapat “pembantu” dari jenis Qorin.
Sebagian spiritualist yang waskita ada yang menyebut Jin Qorin sebagai “Jin Batin” karena memang sifatnya yang lebih halus dari Jin pada umumnya. Jin biasa lebih mudah untuk dilihat, meskipun tinggkat kepekaan indra ke-enam orang yang melihat masih dasar. Namun untuk bisa melihat Jin Qorin dibutuhkan kepekaan indra keenam yang lebih tinggi, dikarenakan dia berada di dimensi yang lebih halus.
Dalam keyakinan mistik jawa-islam, ada juga konsep untuk menghadirkan kekuatan khodam wali, khodam nabi dan sebagainya. Nah sebetulnya yang dimaksud khodam wali atau nabi, bukanlah roh dari wali dan nabi itu hadir dan membantu Anda. Ketika kita menghadirkan khodam wali atau nabi, yang hadir adalah salah satu atau beberapa Qorin yang pernah menjadi khodam (baca: mengikuti) wali atau nabi tersebut.
3. Khodam Malaikat
Adanya khodam dari kalangan Malaikat tertuang dalam ayat berikut: Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, dimuka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Quran surat Ar-Ra’d ayat 11).
Mengenai Khodam dari golongan Malaikat, kami tidak bisa menerangkannya lebih jauh, karena mata manusia (sekalipun memiliki mata batin) akan sangat sulit mengamati malaikat. Hanya orang-orang khusus yang dikehendaki Tuhan-lah yang memahami seperti apa sebetulnya wujud perlindungan malaikat itu. Meskipun mata tidak bisa melihat, tapi kami yakin bahwa perlindungan malaikat selalu ada menyertai orang yang selalu berusaha untuk kebaikan. khodam malaikat inilah yang menjadi pelindung pemilik Ilmu Maha Spiritual.
Benarkah ada Malaikat yang bisa dijadikan Khodam?
Menurut para spiritualist, memang ada orang yang benar-benar dikawal oleh malaikat pelindung kemanapun dia pergi. Namun orang seperti ini sangat langka dan itu pun terjadi bukan karena dia belajar ilmu spiritual tertentu, melainkan itulah karomah dari Allah yang diberikan sebagai hadiah kesolehan dan keihlasannya. Orang yang dikawal malaikat bisa jadi tidak menyadari karena dia tidak pernah memohon kehadiran malaikat itu. Tentu konsep karromah ini berbeda dengan konsep olah spiritual yang mana kita melakukan olah spiritual memang dengan tujuan mendatangkan kekuatan spiritual.
Sebetulnya -dengan pengamatan mata batin yang teliti- kami hanya bisa mengamati bahwa hanya wujud Energi dari Malaikat saja yang mengikuti pemilik Ilmu Spiritual Tingkat Tinggi. Malaikat secara pribadi tidak bersanding dengan manusia biasa. Mengingat malaikat adalah mahluk suci, sedangkan manusia biasa seperti kita umumnya masih sering berbuat dosa kecil, bahkan kadang karena kelalaian, dosa besar pun kita lakukan.
Jadi jika dikatakan Anda telah memiliki khodam malaikat, belum tentu berarti secara harfiah Anda diikuti oleh malaikat langsung, yang mengikuti Anda hanyalah energi dari malaikat. Namun tidak tertutup kemungkinan jika ada orang yang diikuti Malaikat secara pribadi, karena kedatangan Malaikat sebagai pembantu manusia adalah kehendak Tuhan.
Dosakah jika saya punya khodam ?
Seperti Anda ketahui, khodam terdiri dari 3 jenis yang memiliki sifat berbeda. Proses datangnya khodam pun berbeda-beda. Jadi dosa atau tidak jika Anda memilki khodam sangat tergantung proses datangnya khodam itu sendiri. Jika khodam tersebut dari golongan malaikat dan qorin, maka tidak ada alasan untuk memvonis Anda dosa. Karena sesungguhnya kehadiran malaikat dan qorin atas kehendak Tuhan.
Jika jin mengikuti Anda karena jin tersebut cinta atau mengagumi, maka Anda pun tidak bisa dianggap berdosa, karena kedatangan jin tersebut bukan atas keinginan Anda.
Namun jika khodam jin membantu karena Anda mengerjakan sihir, belajar ilmu hitam atau mengadakan perjanjian dengan jin, maka itu sudah pasti dosa.
Memiliki khodam, selama ditempuh dengan cara yang benar, bukanlah suatu kemusyrikan, dan bukan berarti kita meyakini bahwa Tuhan tidak mampu menolong manusia secara langsung. Sudah menjadi aturan Tuhan, bahwa Tuhan memenuhi kebutuhan makhluknya – termasuk dalam memberi pertolongan – selalu melibatkan makhluk ciptaanya.
Sebagai contoh kita semua yakin malaikat Raqib dan Atib yang bertugas mencatat setiap amal baik-buruk manusia. Mereka diyakini berada di bahu kanan dan kiri setiap manusia*. Dengan adanya malaikat ini, bukan berarti kita meyakini Allah kurang kekuasaannya atau Tuhan repot mengurus manusia, sehingga menciptakan malaikat sebagai pembantu untuk meringankan tugas Tuhan. Adanya malaikat dengan tugas-tugas tertentu adalah hukum Allah dan manusia hanya bisa menerima kenyataan itu.
Jumat, Mei 17, 2013
artikel lmu raga sukma
Ini ilmu para leluhur Jawa yang sangat luar biasa. Dengan ilmu ini, diri kita bisa lepas bebas kemana yang kita inginkan. Kita bisa berjalan-jalan ke Mekkah untuk melaksanakan naik haji, kita bisa juga berjalan-jalan ke India untuk menyapa para yogi, atau berjalan-jalan ke Tibet untuk bertemu Dalai Lama.
Para leluhur orang Jawa sadar benar bahwa manusia memiliki potensi tersembunyi yang bila dioptimalkan akan mendatangkan manfaat bagi hidupnya. Mereka sadar, manusia sudah memiliki kelengkapan software untuk hidup dalam berbagai dimensi baik fisik maupun metafisik. Para leluhur dulu tidak hanya membaca “kitab garing” yang berbentuk kitab-kitab kuno yang ditulis di kertas atau yang dipahat di batu-batuan atau di daun-daun lontar.
Salah satu bukti kehebatan para leluhur ini adalah tersebarnya Candi-candi. Candi adalah bangunan dari batu kali yang dibuat dengan ketepatan ukuran geometri yang tiada banding jaman itu. Masing-masing batu disusun dengan presisi yang tinggi sehingga tidak ada yang penceng sambungannya. Selain kehebatan fisik, pada candi kita bisa belajar filsafat hidup yang dahsyat hasil olah rasa/olah batin yang gentur mencari ilmu sangkan paraning dumadi demi kesempurnaan hidup.
Tanpa ilmu matematika, ilmu fisika, ilmu arsitektur dan ilmu sastra, ilmu sejarah, ilmu kebatinan, mustahil mereka mampu membuat bangunan yang begitu tinggi nilai historisnya itu. Borobudur, Prambanan, Boko, Cetho, Panataran, Dieng, Gedong Songo dan masih banyak lagi candi yang tersebar di seantero nusantara. Mereka adalah bukti fisik yang tidak bisa dibantah.
Selain itu, banyaknya kitab-kitab kuno membuktikan bahwa tradisi berilmu pengetahuan juga tumbuh subur di Jawa. Serat Purwakanda, Serat Pulo Kencana, Serat Panji Asmara Bangun, Serat Nagri Ngurawan, Serat Tawang Gantungan, Serat Niti Praja, Serat Waskithaning Nala, Serat Paniti Sastra, Serat Pamrayoga Utama, Serat Nirata Praketa, Serat Kridhamaya, Serat Niti Sruti, Serat Arjuna Wiwaha, Serat Tripama, dan masih banyak lagi serat lain adalah bukti yang cetho welo-welo.
Dari sekian banyak bab di dalam khasanah ilmu kebatinan, ada satu ilmu yang sangat menarik dan menjadi bukti keunggulan olah rasa/batin dan olah spiritual tingkat tinggi para leluhur Jawa. Ilmu ini disebut dengan NGRAGA SUKMA. Entah siapa pencipta ilmu ini. Yang jelas, ilmu ini sudah umum dimiliki oleh para waskita dan winasis untuk berbagai kemanfaatan dalam mengarungi perjalanan hidup mencapai kesempurnaan yang penuh misteri ini.
NGRAGA SUKMA adalah ilmu yang mampu mengeluarkan sukma dari tubuh. Dengan NGRAGA SUKMA, seseorang yang sedang duduk di sebuah rumah di Jakarta, akan mampu menampakkan diri di sebuah tempat yang jauh sekalipun seperti Washington DC Amerika Serikat. Belakangan di era Modern, orang Barat menyebut fenomena ini dengan OUT OF BODY EXPERIENCE (OBE) atau pengalaman keluar tubuh fisik. Di Barat, fenomena OBE ini bahkan dijadikan latihan terbuka dan banyak orang yang akhirnya mampu sampai ke tahap OBE ini.
Seorang teman dekat saya sudah sangat terbiasa untuk mempraktikkan ilmu Ngraga Sukma ini hingga dia bisa berjalan-jalan ke tempat yang lain. Suatu hari, dia duduk di dekat saya sambil merem leyeh-leyeh dan saat terbangun dia pun mengatakan telah berkunjung ke Cina. Dia mampu menceriterakan seara detail apa yang baru saja dialaminya, termasuk bertemu dengan orang-orang dan kemudian kembali ke tempat kami semula. Inilah Ngraga Sukma.
Bagaimana ilmu Ngraga Sukma ini dijelaskan secara ilmiah? Mari kita bedah satu persatu wacana JIWA MANUSIA.
1. JIWA AMARAH
Dalam ilmu kebatinan Jawa, kita mengenal adanya nafas/nafs/ambekan. Nafas ini merupakan bagian inti dari Jiwa dan nafas terkait dengan batin kita. Semua mahluk hidup perlu respirasi atau bernafas yaitu menghiup oksigen dan diekspor ke paru-paru/insang. Oksigen dibutuhkan oleh setiap sel tubuh yang ingin hidup. Tanpa oksigen, sel tubuh akan lemas dan mati. Oksigen dibutuhkan untuk proses pembakaran, sehingga sel di dalam tubuh mendapat energi baru.
Pengendali jalannya nafas adalah JIWA AMARAH/NAFS AL AMARAH. (bukan marah dalam arti nesu, mangkel, atau marah..ini hanya nama). Jiwa Amarah bertugas untuk mengoperasikan jalannya nafas manusia mulai bangun tidur hingga tidur lagi. Bila jiwa ini berhenti maka manusia akan mengalami kematian. Selama belum putus meskipun nafasnya sudaha berhenti maka manusia masih tetap hidup. Nah, ada satu lagi yang perlu kita ketahui saat membicarakan JIWA AMARAH ini adalaha yang kita kenal dengan PRANA/PREMANA yang berkaitan dengan DAYA HIDUP. PRANA ibarat ARUS LISTRIK sementara JIWA AMARAH ibarat kawat.
2. JIWA LAWWAMAH
Berada di dalam tubuh manusia yang lebih dalam dan halus dari JIWA AMARAH dan jiwa lawwamah ini berada di alam eterik. Jiwa lawwamah bisa keluar masuk tubuh baik saat sadar maupun saat tertidur tanpa ada hambatan apapun. Saat kita tidur, kita bermimpi bertemu dengan seseorang maka jiwa lawwamah kitalah yang tertemu dengan orang tersebut. Namun bila kita tiba-tiba terjaga, maka dengan cepat pula jiwa masuk lagi ke tubuh.
Kita sering bermimpi mengembara ke sebuah tempat yang belum pernah kita datangi sebelumnya, ini berarti jiwa kita berjalan-jalan mengembara ke tempat yang asing. Ya, jiwa kita tidak terikat ruang dimanapun dan kapanpun. Itu sebabnya, bila kita bermimpi bertemu dengan para Nabi, itu berarti kita memng sungguh-sungguh bertemu dengan para nabi pula. Bagaimana dengan waktu? Nah, jiwa kita tetap terikat waktu saat mimpi tersebut.
Sistem kerjanya jiwa Lawwamah adalah ibarat tape recorder yang merekam kejadian di depan kita secar otomatis dan digerakkan oleh alam bawah sadar (subconscious mind). Yang perlu diperhatikan adalah pada Jiwa inilah daerah operasi niat jahat manusia. Watak Iblis pada diri manusia juga tumbuh subur pada jiwa ini.
Bila kita berlatih untuk berkomunikasi dengan ruh orang meninggal dan saat itu kita bertemu dengan wujud fisik orang meninggal tersebut, maka kita sebenarnya sedang bertemu dengan jiwa Lawwamah-nya. Jiwa ini masih terikat dengan keberadaan fisik bumi kita. Bagaikan embun, jiwa ini melayang-layang di dekat permukaan tanah. Oleh karena itu bila orang meninggal, maka jiwa ini harus disempurnakan.
DALAM PROSESI KEMATIAN YANG SEMPURNA, SEMUA JIWA HARUS BISA MENEMBUS ALAM BARZAKH/ALAM KELANGGENGAN. ADANYA JIWA YANG MASIH MEMILIKI KEMELEKATAN DENGAN BUMI KARENA SUATU PERKARA, MAKA JIWA MANUSIA MASIH BERPUTAR-PUTAR DI BUMI. ORANG-ORANG MENYEBUTNYA HANTU, PADAHAL ITU ADALAH JIWA ORANG YANG MENINGGAL YANG BELUM SEMPURNA.
Nah, ilmu Ngraga Sukma bekerja di tingkat JIWA LAWWAMAH ini. Bagaimana membangkitkan kemampuan Ngraga Sukma hingga jiwa lawwamah mampu keluar dari tubuh? Caranya adalah latihan. Ada tiga tahap latihan:
LATIHAN PERTAMA : PERCOBAAN
Belajarlah untuk mengalami tidur dengan merencanakan mimpi apa yang sekiranya Anda pandang menarik. Banyak cara, salah satunya merekam banyak kejadian sebelum tidur dan mengucapkan NIAT UNTUK BERTEMU SI A, ATAU NIAT BERKELANA KE SEBUAH TEMPAT…
Latihan berulang-ulang hingga benar-benar mampu mengarahkan mimpi. Jiwa Lawwamah yang sudah terlatih bisa diajak kemanapun yang diinginkan. Rapalnya baca sebagai berikut:
MELAYANG AKU
JIWAKU YANG BERADA DI TANGANMU, GUSTI
MENGEMBARA MENEMBUS RUANGMU
AKU INGIN KE ….. (sebutkan tempat yang ingin dituju)
BERTEMU DENGAN ………. (sebutkan nama orang yang ingin ditemui)
ATAS IJINMU!!!
LATIHAN KEDUA: PENGUJIAN
Ujilah apa yang Anda alami. Bertanyalah via telpon terhadap mimpi apa yang sudah Anda alami kepada si A. Bila sudah terlatih, apa yang ada dalam mimpi akan persis sama dengan kenyataan.
LATIHAN KETIGA: PEMBUKTIAN
Ujilah berkali kali apa yang Anda alami. Bila sudah terlatih, Anda bisa menggunakan ketrampilan untuk melakukan Ngraga Sukma ini tidak hanya saat bermimpi namun saat Anda terjaga sesuai dengan kehendak hati. Tentu saja harus dibimbing dengan kebijaksanaan. Sebab kemampuan ini meskipun hasil latihan namun pasti merupakan kesempatan yang diberikan Tuhan Yang Satu.
3. JIWA MULHAMAH
Jiwa yang berada lebih dalam dan halus dari JIWA LAWWAMAH. Jiwa Mulhammah adalah alat sensor metafisik yang sangat bagus untuk menerima petunjuk-petunjuk dari Tuhan. Jiwa Mulhamah ada di alam astral, suatu lapisan alam yang lebih halus dari pada alam eterik. Pada saat tertidur, jiwa Lawwamah dan Mulhamah ini bisa keluar secara otomatis tersamaan dan akibatnya mimpi pun jadi campur aduk dan kacau. Sebab masing-masing ditangkap dengan pikiran sadar dalam bentuk kesan yang berbeda. Saat tertidur, mimpi yang kita alami kadang tiak nyambung dan berbeda tema/topik. Ini akibat bercampur aduknya dua jiwa.
BILA JIWA LAWWAMAH CENDERUNG KEPADA MASA KINI, MAKA JIWA MULHAMAH LEBIH CENDERUNG UNTUK MENGENANG MASA LALU.
Ini dikarenakan Jiwa Mulhamah merupaka gudang ingatan kita seluruh kejadian tanpa dibatasi waktu. Jiwa ini juga merupakan tempat yang subur bagi jiwa yang haus nilai-nilai spiritualitas. Pikiran sadar merupakan operasi jiwa ini dan jiwa ini adalah tempat pertimbangan baik buruk benar salah. Dalam hubungannya dengan dunia fisik, jiwa ini erat kaitannya dengan “Qalbu” dan erat kaitannya dengan pengendalian emosi.
DALAM PROSESI KEMATIAN YANG SEMPURNA, SEMUA JIWA HARUS BISA MENEMBUS ALAM BARZAKH/ALAM KELANGGENGAN. JIWA MULHAMAH YANG ADA DI ALAM ASTRAL PUN HARUS DISEMPURNAKAN KARENA JIKA BELUM DISEMPURNAKAN, MAKA DORONGAN UNTUK HADIR KEMBALI KE BUMI MASIH TINGGI.
4. JIWA MUTHMAINAH
Tenang seperti teratai adalah sifat JIWA MUTHMAINAH. Keberadaannya murni di alam mental, alam transisi antara dunia astral dan spiritual. Jiwa ini sudah terbebaskan dari ruang dan waktu. Mampu menembus langit manapun hingga bertemu dengan kebenaran tertinggi yang mampu dicapai oleh manusia. Jiwa ini mampu berkelana baik ke masa lalu dan ke masa depan. Bila menembus ke masa depan, maka orang bisa melihat apa yang akan terjadi di masa depan. Kemampuan ini disebut juga dengan CLAIRVOYANCE yaitu melihat obyek di luar jangkauan mata fisik dan juga mampu CLAIRAUDENCE yaitu mendengar suara di luar jangkauan telinga.
Kemampuan ini ada yang memang bakat sejak lahir dan ada pula yang optimal karena dilatih. Waktu bagi jiwa Muthmainah adalah kesatuan masa lalu, masa kini, dan masa depan dan mampu menembus berbagai alam gaib dimensi bumi bahkan hingga alam malakut. MSKIPUN JIWA INI BERADA DI ALAM KETENANGAN DAN KEDAMAIAN MEDITATIF NAMUN IA TETAP NAFS YANG MASIH PUNYA KEINGINAN SEHINGGA MASIH PUNYA CELAH UNTUK KEMBALI KE BUMI. SEHINGGA SAAT ORANG MENINGGAL PUN JIWA MUTHMAINAH INI HARUS SEMPURNA.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)