koleksi ilmu-ilmu hikmah,kisah 2 tokoh sufi.teknologi tips n trik dll

Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL KEBERUNTUNGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL KEBERUNTUNGAN. Tampilkan semua postingan

Rabu, Januari 29, 2014

HASIL SIKAP OPTIMIS

Seorang tentara Jepang tertangkap tentara Amerika pada perang dunia ke-2. Ia dijebloskan dalam penjara bawah tanah. Di sana terdapat beberapa teman sepasukannya. Pada mulanya mereka yakin, tidak lama lagi temannya akan datang membebaskan mereka. Tetapi satu demi satu hari berlalu, pembebasan tidak pernah terjadi. Beberapa di antaranya mulai merasa tidak tenang. Bahkan ada yang meninggal dunia karena frustasi dan kesedihan yang sangat berat.

Walau demikian, tawanan terakhir itu tidak pernah kehilangan keyakinan diri. Ia selalu berpikir : “Mestinya kami sudah mati di medan perang. Sekalipun kini berada dalam tahanan, setidaknya aku masih hidup. Ini karunia yang pantas disyukuri !” “Walaupun sebagai tawanan, setiap saat mungkin akan di hukum mati, namun hingga kini aku masih memiliki secercah harapan, aku harus tetap hidup, bersabar menunggu datangnya keajaiban.”

Dengan demikian, tawanan itu melewati hari-harinya dalam keyakinan dirinya yang kuat. Ia berpendapat, kematian adalah jalan yang harus ditempuh setiap orang, jadi tidak perlu ditakuti. Selama masih hidup, ia sudah merasa puas dan menghargai hidupnya. Kalau begitu, ia harus selalu berpikir positif, mencari dan mengerjakan hal-hal yang menyenangkan selama ia masih diberi kehidupan. Pandangan positifnya itu mendorong dirinya untuk belajar bahasa Inggris dari para penjaga penjara tersebut. Tanpa disadarinya, dalam waktu cepat ia sudah bisa berdialog baik dengan para petugas penjara.

Perang akhirnya usai. Karena adanya jaminan dari para petugas penjara, tawanan tersebut dengan cepat mendapat kebebasan dan kembali ke Negara asalnya. Di Jepang, ia bahkan diangkat menjadi pengajar bahasa Inggris yang baik di Universitas ternama. Itulah berkah tak terpikirkan dari pandangan positifnya selama menjadi tawanan perang.

Dalam keadaan seperti itu, orang yang pesimis tidak saja menyia-yiakan waktunya yang berharga, tetapi juga membuat hidupnya kehilangan warna, bahkan nyawa. Sebaliknya orang yang optimis, dapat memanfaatkan setiap detik dalam kenyataan hidupnya untuk meningkatkan kualitas diri, membuat hidup selanjutnya penuh dengan rona dan warna.

Perhatian :
Tahanan terakhir itu selalu optimis dan menjalin komunikasi yang baik dengan petugas tahanan, secara tidak langsung menjadi mahir berbahasa Inggris dan memperoleh manfaat tidak terkira dikemudian hari setelah bebas dari penjara.

Hikmah yang bisa diperoleh :
Sebuah pepatah China mengatakan : “Dengan mempertahankan sebuah gunung berhutan hijau, tidak perlu takut kekurangan kayu bakar.” Artinya asal jiwa masih bertahan hidup, tetap akan memiliki masa depan. Optimisme tinggi yang ditunjukkan sang tahanan tersebut telah membuktikan hal tersebut.


SUMBER: HONGSHUI.NET

LI BAI

Li bai (李白701 - 762) adalah salah satu sastrawan besar Tiongkok masa lalu. Namun demikian, ia termasuk orang yang kurang pandai membaca situasi. Perjalanan Li Bai ke kota Chang An yang terakhir dilakukannya pada tahun 754. Tujuannya adalah untuk membongkar kedok An Lu Shan (安祿山703 - 757) yang ingin memberontak terhadap kaisar mereka, juga memberitahukan gagasan untuk menanganinya. An Lu Shan adalah orang kepercayaan pemerintah saat itu. Ia pandai menyembunyikan niatnya jahatnya, sehingga pemerintah menganggap orang yang melaporkan kekurang An Lu Shan sebagai penyebar fitnah, orang itu pun ditindak keras. Hal ini tentu saja membuat perjalanan Li Bai menjadi sia-sia, dan terpaksa pulang dengan sangat kecewa.

Tidak lama kemudian, pemberontakan An Lu Shan terjadi. Saat itu, Li Bai sedang mengasingkan diri di daerah Lu Shan (廬山). Selang beberapa saat, ia bergabung dengan Li Lin (李磷). Saat itu, Li Lin memproklamirkan diri sebagai pemimpin dan meminta cendikia asal Jiang Nan sebagai penasehatnya. Di antaranya terdapat LiuYan (劉晏) dan Xiao Ying Shi (蕭穎士). Tetapi keduannya tidak bersedia, karena mereka dapat mencium niat Li Lin yang sebenarnya, yakni memberontak. Sebaliknya, Li Bai justru membantu Li Lin. Pada akhirnya, pemberontakkan Li Lin dapat ditumpas, akibatnya Li Bai tertangkap dan dibuang ke pengasingan di wilayah Ye Lang (夜郎). Beruntung pada akhirnya ia mendapatkan kebebasan. Kesempatan itu terjadi setelah bencana kekeringan di Guan Zhong (關中), pemerintah mengadakan pengampunan massal.

Perhatian :
Li Bai menerima lamaran Li Lin sebagai penasehat pemerintahan karena tidak peka pada situasi, sementara yang lain menolaknya karena dapat mencium niat buruknya.

Hikmah yang bisa diperoleh :
Kepekaan pada situasi dan kondisi zaman sangat penting dan berarti. Orang sepandai Li Bai yang memiliki pengetahuan sangat luas, hidup dalam kemiskinan di masa tuanya, hanya karena tidak peka pada situasi.

SUMBER: HONG SHUI. NET

CENG GUO FAN

Saat pemerontakan Kerajaan Surga Tai Ping (太平天國), Ceng Guo Fan (曾國藩 1811 - 1872) sedang berada di kampung halamannya, daerah Xiang Nan (湘南) menjalankan masa bakti (beristirahat total) ibundanya yang meninggal dunia. Ia diperintahkan membentuk pasukan rakyat setempat guna menumpas pemerontakkan tersebut.

Dibawah bimbingan dan latihan keras Ceng Guo Fan, serta dukungan peralatan modern dari barat, Pasukan Xiang pimpinannya itu bahkan dikabarkan lebih hebat dari pasukan inti pemerintah. Keberhasilan Ceng Guo Fan mengatasi pemerontakan, membawanya menjadi kordinator militer empat provinsi, yaitu provinsi Jiang Su (江蘇), An Hui (安徽), Jiang Xi (江西) dan Zhe Jiang (浙江). Menjadikan dirinya orang dari suku Han pertama yang memegang kekuasaan militer terbesar sepanjang sejarah dinasti Qing.

Pada saat popularitas dan kekuasaan Ceng Guo Fan mencapai puncak, semua orang berbondong-bondong datang memberi selamat, dikala itulah Ceng merasakan bayang-bayang ancaman yang sangat berat. Ia mengerti betul falsafah ungkapan kuno yang mengatakan “Menemani kaisar bagai menemani macan.” Ia menyadari kekuasaannya telah terlalu besar, hingga telah mulai mengancam kekuatan kekuasaan pusat. Kalau begitu terus, mala petaka akan segera menerpa dirinya. Sekalipun di depannya, kaisar Xian Feng (咸豐) memuji dan memberi imbalan sangat besar kepadanya, tatapi berbagai macam komentar tidak mengenakan tentu akan keluar dari mulut orang-orang disekitar kaisar. Karena itu, Ceng Guo Fan memutuskan untuk mundur dari kekuasaan, agar tidak tertimpa bencana.

Maka Ceng Guo Fan mengajukan surat pengunduran diri, membubarkan pasukan rakyatnya dan ingin kembali ke desanya menikmati hari tua. Kasar Xian Feng sangat gembira akan keputusan Ceng yang mengerti perasaannya tersebut, namun demikian ia hanya mengizinkannya membubarkan pasukan rakyat, Ceng tetap dipakai sebagai gubenur yang mengepalai dua provinsi.

Perhatian :
Disaat kekuasaannya berada di puncak, dimana sudah sangat mengancam pemerintahan pusat, Ceng Guo Fan memutuskan untuk mundur, agar tidak menimbulkan kecurigaan pemerintah pusat yang tidak diperlukan.

Hikmah yang dapat diperoleh :
Orang yang mengerti kapan harus maju dan kapan harus mundur adalah orang yang paling bijak. Hal itu sesuai dengan jalan tengah yang dianjurkan oleh kitab Yijing.


SUMBER: HONGSUI.NET

KLINIK CENAYANG STROOM09

KLINIK CENAYANG STROOM09
KLINIK CENAYANG STROOM09

pengunjung

RENTAL MOBIL CIREBON

RENTAL MOBIL CIREBON
RENTAL MOBIL CIREBON,TAXI ONLINE CIREBON,SEWA MOBIL CIREBON MINAT HP/WA :089537731979

Total Tayangan Halaman