TASAWUF: DEWASA
QURBAN: MERAIH KEDEKATAN DENGAN ALLAH SWT
OLEH AYAHANDA RIDHWANULLAH
"Hai manusia, sesungguhnya kamu harus bekerja dengan sungguh-sungguh
(berusaha setekun-tekunnya) untuk menemui Tuhanmu, (jika itu kamu
kerjakan) maka pasti kamu akan menemui-Nya.” (QS Al Insyiqaaq 84: 6).
“Barangsiapa yang berkehendak untuk menemui Allah, maka sesungguhnya
waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang / tiba. Dan Dialah Yang
Maha mendengar (do’a permohonan hamba-Nya) lagi Maha Mengetahui
(kesungguhan tekad dan usaha sungguh-sungguh dari hamba-Nya).” (QS Al
'Ankabuut 29: 5).
"Mereka (kebanyakan manusia) hanya mengetahui
perkara yang lahir saja tentang kehidupan dunia; sedang mereka tentang
perkara Al-Akhir (Allah SWT) adalah tidak ingat lagi (LUPA). Dan mengapa
mereka tidak memikirkan tentang kejadian diri mereka sendiri? Allah
tidak menjadikan langit-ruhani dan bumi-jasadi dan apa yang ada diantara
keduanya (diri-nafs ruhani / jiwa) melainkan dengan tujuan yang benar
(untuk menemui, menyaksikan, mengenal dan menyembah kepada Allah Yang
dikenalnya itu) dan waktu yang ditentukan (jangan keburu tutup usia /
terlambat). Dan sesungguhnya KEBANYAKAN DI ANTARA MANUSIA BENAR-BENAR
INGKAR UNTUK MENEMUI TUHANNYA." (QS Ar-Ruum 30: 7-8).
"Sungguh
telah rugilah orang-orang yang mendustakan (ingkar dan menolak) untuk
menemui Tuhannya; sehingga apabila hari berbangkitnya ruh dari jasad
(kematian) datang kepada mereka dengan tiba-tiba (tanpa pemberitahuan
terlebih dahulu), mereka berkata: "Alangkah besarnya penyesalan kami,
terhadap kelalaian / kelengahan kami tentang hari kematian itu!", sambil
mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ketahuilah, amat-sangat
buruklah apa yang mereka pikul itu. Dan sesungguhnya kehidupan dunia ini
tidak lain hanyalah main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh
Kampung Al-Akhir itu lebih baik bagi orang-orang yang takut akan azab
Tuhannya. Maka tidakkah kamu memahaminya?" (QS Al-An'aam 6: 31-32).
Kampung: tempat diri kita berasal, tempat darimana asal-usul diri kita.
Akhirat = Al-Akhir = Allah SWT. Pulang kembali ke Kampung Akhirat =
Menemui Allah.
"Sesungguhnya orang-orang yang tidak
mengharapkan (tidak percaya / tidak berkeinginan) untuk menemui Allah,
dan mereka merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram
dengan kehidupan dunia itu dan orang-orang yang melalaikan / melupakan
ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa
(sesuatu) yang belum pernah mereka kerjakan selama hidupnya (yaitu:
Menemui, menyaksikan, dan mengenal Allah sehingga mampu menyembah kepada
Allah Yang dikenalnya itu)." (QS Yunus 10: 7-8).
"Katakanlah:
"Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling
merugi perbuatannya?" Yaitu orang-orang yang telah sia-sia
amal-perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka
bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya (beribadah). Mereka itu orang-orang
yang telah kufur (mendustakan, ingkar dan menolak) terhadap ayat-ayat
Tuhan mereka dan kufur terhadap perjumpaan dengan Tuhan (Menemui Allah),
maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu
penilaian bagi (amalan-amalan) mereka pada hari berbangkitnya ruh dari
jasad (kematian). Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam,
disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan
ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok." (QS Al Kahfi 18:
103-106).
“Orang-orang yang percaya dan b e r h i j r a h
(merubah nasib / keadaan diri ke arah yang benar dan diridhoi Allah,
melakukan transformasi diri lahir dan batin dari gelap-gulita menuju
kepada Terang-benderang Cahaya-Nya) serta berjihad (berusaha
sungguh-sungguh) pada Jalan menuju Allah dengan harta-benda dan diri
mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah
orang-orang yang mendapat kemenangan (keberuntungan) di dunia dan di
akhirat.” (QS At-Taubah [menerima karunia pengampunan Allah sebagai
bekal kembali menemui-Nya] 9: 20).
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
As-salaamu'alaikum wr wb...
Salam damai-sejahtera bagi hamba Allah di mana saja berada....
Sahabat-sahabat...
Para Pencari Mutiara Terpendam dan
Permata Intan-berlian Mutu-manikam Ketuhanan
yang menerima panggilan Allah Robbul 'izzah...
Marilah berjalan menuju ke Tujuanmu dengan berpegangteguh pada petunjuk Kitab-Suci-Nya dan teladan bimbingan Rasul-Nya...
Untuk membuka tabir rahasia petunjuk-Nya dan bimbingan Rasul-Nya yang
dikemas-Nya dalam ayat-ayat mutasyabihaat (memiliki arti makna tersirat)
maka engkau membutuhkan seorang Mursyid yang masih hidup, jika tidak
maka engkau akan tersesat dalam perjalanan menuju Lautan Hakikat yang
menyimpan Mutiara Terpendam... dan engkau akan berputar-putar dalam
pengembaraan panjangmu yang tiada berujung.... dan terus berputar-putar
hingga habis usiamu dalam rimba belantara lereng gunung tanpa pernah
mencapai puncaknya dan menemukan Permata Intan-berlian Mutu-manikam yang
tersimpan di sana.
"Allah-lah yang menurunkan Al-Kitab
(Al-Qur'aan) kepada kamu. Di antara isinya ada ayat-ayat yang muhkamaat
(memiliki makna tersurat / makna lahir), itulah pokok-pokok isi
Al-Qur'aan, dan yang lainnya adalah ayat-ayat mutasyaabihaat (memiliki
makna tersirat / makna batin). Adapun orang-orang yang dalam hatinya
cenderung / condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian
ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya sehingga menimbulkan fitnah
dengan mencari-cari ta'wilnya (makna batin / makna sebenarnya), padahal
tidak ada yang mengetahui ta'wilnya kecuali Allah dan orang-orang yang
mendalam ilmu (ma'rifatullah)nya, mereka (ulama billah) itu berkata:
"Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari
sisi Tuhan kami." Dan tidak dapat mengambil pelajaran dari ayat-ayat
mutasyabihaat itu melainkan orang-orang yang hidup berfungsi
akal-jiwanya (al-lubb, orangnya dinamakan 'ulil-albab')." (QS Ali 'Imran
3: 7).
"Sesungguhnya Al-Qur'aan ini memiliki satu makna lahir (muhkamaat) dan tujuh lapis makna batin (mutasyabihaat)." (HR Bukhari).
Marilah kira merenungkan sejenak petunjuk-Nya berikut ini...
Mudah-mudahan dapat menerangi perjalanan suci menuju Bait Kudus-Nya.
“Mereka hendak menebus ayat-ayat Allah (Ilmu Allah, Ilmu Ma’rifatullah)
dengan harga-pengorbanan yang sedikit (murah, rendah), kemudian mereka
menghalang-halangi manusia dari jalan menuju Allah. Sesungguhnya amat
buruklah apa yang mereka kerjakan itu.” (QS At-Taubah 9: 9).
“…
dan janganlah kamu membeli ayat-ayat-Ku (Ilmu Allah, Ilmu
Ma’rifatullah) dengan harga-pengorbanan yang rendah (sedikit / murah).”
(QS Al- Baqarah 2: 41).
"… Dan orang-orang yang menyimpan emas
dan perak (harta termasuk uang) dan tidak menafkahkan (mempergunakan)nya
pada jalan menuju Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, bahwa
mereka akan mendapat siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas dan
perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka,
lambung dan punggung mereka lalu dikatakan kepada mereka: "Inilah harta
bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang
akibat dari apa yang kamu simpan itu." (QS At-Taubah [Karunia
Pengampunan Allah, bekal untuk kembali menemui-Nya] 9: 34-35).
“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan Allah bagimu, dan
di sisi Allah-lah pahala yang besar. Maka takutlah kamu kepada Allah
menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta’atlah, dan nafkahkanlah
nafkah yang baik untuk diri (nafs-ruhani)mu. Dan barangsiapa yang
dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang
beruntung." (QS At-Taghaabun 64: 15-16).
“Barangsiapa dibiarkan
tersesat oleh Allah (karena beragama mengikuti keinginan hawa nafsunya /
bukan mengikuti petunjuk Allah dan bimbingan Rasul-Nya), maka orang itu
tidak akan mendapatkan satu orang waliy-mursyid pun yang akan menjadi
guru-pembimbing ruhaninya menuju Allah. Selanjutnya keduanya (diri-nafs
ruhani calon murid yang berkendaraan kuda-jasadinya) BERTEMU dengan
seorang hamba di antara hamba-hamba Kami (calon Mursyidnya), yang telah
Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami
ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami (ladunna ‘ilma)" (QS Al-Kahfi 18:
17 dan 65).
“Ikutilah orang yang tiada minta balasan upah
(ampaw) kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk
Allah.” (QS Yaasiin 36: 21)
“Katakanlah: "Aku tidak meminta
upah kepadamu dalam menyampaikan kebenaran yang terkandung dalam
Al-Qur’aan ini." Al-Qur’aan itu tidak lain hanyalah peringatan untuk
seluruh umat manusia.” (QS Al-An'aam 6: 90).
“Dan aku
sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas da’wahku ini; upahku tidak
lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.” (QS Asy-Syu'araa' 26: 109, 127,
145, 164, dan 180).
“Katakanlah: "Sesungguhnya aku hendak
memperingatkan kepadamu satu hal saja, yaitu supaya kamu menemui Allah
dengan ikhlas berdua-dua (berrombongan) atau sendiri-sendiri; kemudian
kamu fikirkan bahwa tidak ada penyakit gila sedikitpun pada temanmu ini.
Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum kamu
menghadapi azab (sakaratul-maut dan sesudahnya) yang keras. Katakanlah:
"Biaya-pengorbanan apapun yang aku minta kepadamu, maka itu untuk
kepentingan kamu sendiri. Upahku hanyalah dari Allah, dan Dia Maha
Mengetahui segala sesuatu." (QS Saba' 34: 47).
Demikianlah
bahan renungan kita pada dini hari yang cerah ini... Mudah-mudahan Allah
ar-Rahmaan ar-Rahiim merahmati kita sekalian.
Sesungguhnya
kebaikan dan kebenaran yang Sahabat-sahabat jumpai dalam tulisanku ini
adalah milik Allah Robbul 'izzah. Adapun segala kekurangan dan kesalahan
yang Sahabat-sahabat jumpai di dalamnya adalah milik hamba-Nya yang
dha'if lagi al-faqir al-haqir ini, untuk itu mohon dibukakan pintu ma'af
yang seluas-luasnya di hati Sahabat-sahabat...
Billahi taufiq wal-hidayah...
Was-salaamu'alaikum wr wb....
"Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan menganugerahkan
kepada mereka akhlak yang tinggi, yaitu selalu mengingat-ingat Kampung
Al-Akhir (yang pernah dikunjunginya)." (QS Shaad 38: 46).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
stroom09@gmail.com