Jakarta--Gubernur Joko Widodo
menegur 10 jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang serapan
anggarannya sangat rendah. Serapan anggaran mereka jauh di bawah
rata-rata yang cuma 15 persen. "Serapan 10 SKPD ini paling rendah,
maksimal cuma 12 persen," kata Jokowi di Balai Kota, Rabu, 19 Juni 2013.
Dari 10 satuan kerja itu, lima di antaranya memiliki serapan anggaran
kurang dari 10 persen selama satu semester belakangan. Mereka adalah
Dinas Perumahan, Permukiman, dan Gedung dengan serapan anggaran 2,1
persen; Dinas Perhubungan 4 persen; Dinas Pertamanan dan Pemakaman 4,4
persen; Dinas Pekerjaan Umum 6,4 persen; serta Dinas Kelautan dan
Pertanian 8,1 persen.
Sisanya adalah Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah, Dinas Pemadam
Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan,
Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, serta Dinas Pemuda dan Olahraga.
Jokowi mengungkapkan, rata-rata serapan belanja langsung per 15 Juni
lalu tercatat baru 15 persen. Jumlah itu bahkan lebih rendah daripada
serapan belanja periode yang sama pada 2012 yang mencapai 19 persen.
»Kalau 15 Juni baru 15 persen, itu sudah lampu kuning mau lampu merah,"
ujarnya.
Jokowi mengultimatum ke-10 kepala SKPD tersebut agar memperbaiki
kinerjanya. Jika merasa tidak yakin untuk merealisasi anggaran, mereka
diminta mengembalikan dana yang sudah dialokasikan sebelumnya untuk
dialihkan ke pos lain.
Tekanan diberikan karena pemerintah DKI juga memasang target Sisa
Lebih Penggunaan Anggaran 2013 tidak lebih dari 3 persen dari total
APBD. "Ini adalah gentlemen agreement kita. Kalau nanti saya 'sembelih',
repot," ujar dia mengancam mencopot para pejabatnya itu.
Dalam rapat yang digelar di Balai Agung itu, para kepala dinas
»bermasalah” juga langsung diminta mengumumkan pos apa saja yang ada
kemungkinan tidak bisa direalisasi tahun ini. Jokowi tidak ingin serapan
anggaran seperti tahun lalu yang cuma mencapai 82 persen.
Seluruh kepala dinas itu kompak menyatakan siap memenuhi target yang
dikehendaki tersebut. Target bisa mencapai 97 persen," kata Kepala Dinas
Perumahan, Permukiman, dan Gedung Yonathan Pasodung. Dinasnya hingga 15
Juni lalu baru menggunakan 2,1 persen dari total anggaran sebesar Rp
1,02 triliun.
Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman Widyo Dwiyono menyatakan bakal
mencoret pembebasan tanah sebanyak 88 bidang dari daftar anggarannya.
"Jadi yang bakal dibebaskan 55 bidang saja, jadi targetnya bisa 97
persen," ujar dia.
Kesulitan yang sama diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Manggas
Rudi Siahaan. Perbedaan antara nilai tanah dan nilai jual obyek pajak
dianggap membuat negosiasi pembebasannya menjadi lebih lama.
SUMBER:TEMPO.CO
koleksi ilmu hikmah, kisahsufi,tasawuf,fengshui,maulid,desain grafis,batu akik,batu obsidian, paypal pay,za,pendanaan,RENTAL MOBIL proyek,investor,funder,kredit kpr,pinjaman multi guna ,pialang,wali amanat,SEWA MOBIL CIREBONtaxi online cirebondan lain-lain
koleksi ilmu-ilmu hikmah,kisah 2 tokoh sufi.teknologi tips n trik dll
Rabu, Juni 19, 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
stroom09@gmail.com